My Introvert Husband

My Introvert Husband
senyuman termanis



setelah keluar dari ruangan amel, al dengan segera menarik tangan gisa menuju dokter kandungan. al benar-benar tidak sabar, kalau yang di bilang amel barusan adalah benar, ahh betapa bahagianya al karna sebentar lagi akan menjadi seorang ayah.


"sayang kamu tunggu disini sebentar, biar aku yang daftarin kamu"


"iya yank jangan lama-lama"


"siap ibu negara" jawab al sembari tersenyum.


jujur gisa merasa sedikit cemas. gisa benar-benar takut kalau nanti hasilnya tidak sesuai dengan yang ia dan al harapkan, gisa takut mengecewakan al. apalagi mereka menikah sudah hampir 5 bulan, akan tetapi usaha mereka sampai saat ini belum membuahkan hasil.


*"yatuhan aku mohon berikan yang terbaik, aku sungguh tidak ingin mengecewakan suamiku"* gumam gisa dalam hati.


"sudah?" tanya gisa ketika al sudah kembali dan duduk disampingnya.


"udah yank"


"yank, aku takut" ucap gisa sembari memeluk al.


"apa yang kamu takutkan?"


"aku takut kalau nanti hasil pemeriksaannya tidak sesuai dengan yang kita inginkan, aku takut mengecewakan kamu"


"hey ngomong apa sih, apapun hasilnya nanti aku tidak akan mempermasalahkannya yank. masalah momongan kita serahkan semuanya kepada Tuhan, yang terpenting kita sudah berusaha, dan masalah hasilnya cuma Tuhan yang tau"


"iya" jawab gisa sembari mengeratkan pelukannya.


"yang bisa kita lakukan sekarang hanya berdoa yank. kalau Tuhan belum ngasih kita kepercayaan buat dapat momongan, itu tandanya kita memang belum memenuhi syarat menjadi orang tua"


"tapi kamu nggak marah kan yank sama aku?"


"buat apa aku marah sama kamu, kamu tuh lucu ya" jawab al dengan tertawa, dan tangannya mengelus puncak kepala gisa.


"aku takut kamu marah"


"aku tidak akan marah"


"nyonya gisa efendi"


"ayo sekarang sudah giliranmu"


"iya"


"pagi dok"


"pagi tuan, nyonya" jawab sang dokter nisma dengan sangat ramah. "jadi ini mau periksa atau konsultasi?"


"kami mau periksa dok"


"sudah punya buku?"


"belum dok. jadi sebenarnya gini dok, beberapa hari ini saya mengalami mual ketika pagi hari, akan tetapi ketika di periksa oleh dokter katanya saya baik-baik saya. dan tadi kebetulan saya periksa ke amel, dan dia juga bilang saya dalam keadaan baik-baik saja. lalu amel menganjurkan kami untuk priksa ke dokter kandungan siapa tau istri saya ini hamil, sedangkan yang mengalami morning sickness saya dok"


"oh jadi seperti itu. kalau begitu silahkan nyonya, biar saya priksa dulu" ucap dokter nisma sembari menuntun gisa untuk segera berbaring di blankar. "tenang saja nyonya jangan tegang seperti itu"


"kelihatan banget ya dok?"


"banget, tapi masih saja kelihatan cantik"


"dokter bisa aja"


"tapi memang benar kok. di negeri ini siapa sih yang nggak kenal gisa anastasia aroran seorang model terkenal" ucap dokter nisma sembari tersenyum.


"dokter bikin saya malu aja"


"jangan malu sayang, orang biasanya kamu malu-maluin"


"sayang ihhh kok gitu sih" rengek gisa sembari menatap kearah al.


"bercanda sayang" kekeh al.


dengan segera dokter nisma menuangkan ultrasound gel keperut gisa, setelah selesai meratakannya dokter nisma segera menempelkan alat Ultrasonography keperut gisa. setelah beberapa saat dokter nisma tersenyum.


"selamat ya nyonya anda memang positif hamil, dan usia kandungan anda sekarang sudah menginjak usia 6 minggu"


"dokter tidak bercanda?"


"tidak nyonya"


"sayang alhamdulilah akhirnya kita akan menjadi orang tua" ucap al sembari memeluk gisa.


tanpa terasa air mata gisa jatuh membasahi pipinya, ia benar-benar tidak menyangka kalau sebentar lagi ia akan menjadi seorang ibu.


"nah dan ini adalah suara detak jantung sikecil" ucap dokter nisma sembari tersenyum.


"detak jantungnya kuat banget yank"


"iya yank, aku jadi nggak sabar buat cepet-cepet ketemu dia"


"iya aku juga" ucap al sembari tak henti-hebtinya tersenyum. "apa jenis kelaminnya sudah bisa dilihat dok?"


"belum tuan, kita bisa melihat jenis kelamin si kecil ketika usia kandungan sudah menginjak usia 15-20 minggu"


"yah masih lama dong, padahal papa sudah ingin tau kamu itu prince atau princess" ucap al sembari mengelus lembut perut gisa yang masih kelihatan rata.


"sabar dong papa. papa doain ya biar dede sehat selalu di dalam perut mama" ucap gisa dengan suara di buat-buat seperti anak kecil.


"itu sudah pasti"


"ini ada beberapa vitamin yang bisa ditebus di apotek depan, dan satu lagi jangan terlalu capek ya bund" ucap dokter nisma sembari tersenyum.


"iya dok"


"terimakasih banyak, kalau begitu kami permisi dulu dok" pamit al.


"iya silahkan tuan, nyonya. hati-hati dijalan"


********


"woi kita jadi kan jengukin si andin" ucap angga


"jadilah" jadilah jawab mira.


"loe ikut ya ko"


"yaelah santai aja brow, kita mau jengukin mak lampir, dia salah satu sahabat kita, berarti dia jadi sahabat loe juga. ikut ya, kalau loe nggak ikut gue cowok sendiri, masak loe tega sih sama gue"


"lagian loe sahabatan sama cewek semua" kekeh riko.


"anjir dulu ada si alexs, tapi tu bocah udah pindah ke paris jadi tinggal gue sendiri"


"ya udah deh gue ikut kasihan banget loe nanti cantik sendiri"


"kampret loe bro" ucap angga sembari memukul lengan riko.


"riko loe naik apa?"


"gue bawa motor"


"loe bonceng gisel ya nanti. soalnya gue boncengan sama angga" ucap mira.


"kok gue di bonceng riko sih, lah loe nggak bawa motor nes?"


"hehe nggak sel, gue tadi berangkat bareng bebeb darwin" jawab agnes sembari tersenyum.


"iya udah nggak apa-apa kalau gisel sama gue, asal giselnya nggak keberatan kalau gue bonceng" jawab riko.


"nggak lah, gisel nggak akan keberatan. iya kan sel?" ucap mira sembari mengedip-edipkan matanya kearah gisel.


"ehhh i... iya" jawab gisel sembari tersenyum.


"ya udah ayo cabut"


"berangkat mang"


"mang-mang udah kek tukang ojek gue"


"lah loe kan emang tukang ojek gue bambang"


"nyebelin loe tayo"


"berantem mulu lama-lama suka loh" ucap darwin yang baru saja datang, dan berjalan kearah mereka.


"gue suka sama dia, dihh sorry selera gue park chanyeol cuy"


"lah sorry selera gue juga bukan elo tayo, selera gue mah irene red velvet"


"mimpi loe bisa dapetin bae irene" ucap mira sembari menoyor kepala angga.


"loe juga mimpi kalau bisa dapetin park chanyeol maemunah"


"kalian ini lucu ya" ucap riko sembari terkekeh.


"jangan heran ko, mereka memang seperti itu. kalau deket berantem terus, giliran jauhan kangen"


"dih amit-amit" ucap angga dan mira bersamaan.


"berantem mulu, pusing gue"


"aduh bebeb jangan pusing ya" ucap mira sembari memeluk gisel.


"beb dia siapa?" tanya darwin kepada agnes.


"mahasiswa baru di kelasku"


"oh jadi dia mahasiswa baru yang jadi bahan gosip di kelasku tadi"


"bahan gosip!"


"iya, kata anak-anak orangnya cakep. nggak heran emang kayak oppa-oppa korea"


"wahhh ko loe pasti langsung populer deh"


"iya brow, tukeran muka yuk"


"jangan mau ko, yakali loe mau tukeran muka sama dia yang tampangnya kek dompet tanggung bulan" ucap mira.


"heh tayo, loe punya masalah hidup ape sih ama gue. ngatain gue mulu, gue tinggal baru tau rasa loe"


"ehhh jangan dong ngga, aduh angga ganteng deh. ganteng banget mirip suho exo" jawab mira sembari menjulurkan lidahnya seperti mau muntah.


"biasa aja muke lu"


"udah berantem mulu, ayo berangkat"


"iya-iya sel. jangan mlotot gitu dong ntar cantiknya hilang loh" jawab angga.


"riko titip gisel ya" ucap mira sembari naik keatas motor angga, dan dijawab anggukan oleh riko.


"kita duluan" ucap agnes.


"kok mereka ninggalin sih sel, kan gue nggak tau rumahnya dimana"


"tenang kan ada gue" jawab gisel sembari tersenyum.


*"asli manis banget senyumnya, jujur ini senyuman termanis yang pernah gue lihat"* gumam riko dalam hati.


"ayo berangkat, motor loe yang mana?"


"itu"


"yang mana sih ko?"


"itu yang warna biru"


"vario biru itu?"


"sampingnya gisel"


"astaga loe udah ganteng, malah acara pakai moge lagi. pasti langsung jadi inceran cewek-cewek disini ko"


"termasuk loe nggak sel"


"dihh apa sih riko" jawab gisel sembari berjalan mendahului riko.


*"duhhh Tuhan gadis ini kenapa beda banget sih, yakali gue jatuh cinta sama dia. ahh kalau pun iya gapapa, siapa tau dia jodoh yang udah di siapin Tuhan buat gue"* gumam riko sembari memandang punggung gisel yang berlari menuju motornya.