My Introvert Husband

My Introvert Husband
rumah alfin



"kamu dari mana? jujur sama aku, karena aku tadi telfon dafa dia bilang kamu udah pulang dari jam 7 tadi. kenapa jam 9 baru pulang"


"aku dari rumah orang yang mau donorin ginjalnya buat starla sayang"


"sebenarnya siapa orang yang mau donorin ginjalnya untuk star?"


"aku nggak bisa kasih tau kamu"


"yank aku ini istri kamu, kalau ada apa-apa jangan di pendam sendiri"


"aku takut kamu kasih tau kakak al sayang"


"aku nggak akan bilang sama siapapun, tapi kamu bilang dong sama aku siapa orang itu"


"kamu janji ya jangan kasih tau siapapun"


"aku janji yank"


"sini" ucap riko memberi isyarat agar istrinya itu lebih mendekat .


"siapa?"


"orang itu ****"


"APA?"


"biasa aja dong jangan ngegas gitu"


"kamu nggak bercanda kan?"


"memangnya sejak kapan suamimu ini suka bercanda?"


"hampir nggak pernah"


"itu kamu tau. udah ayo"


"kemana?"


"tadi kan aku udah bilang, kita buat adik untuk nana"


"riko kamu mesum" ucap gisel sembari memukul riko dengan guling.


"mesum sama istri sendiri nggak masalah dong" ucap riko sembari menerkam sang istri.


*******


"lice kamu kenapa?" tanya al kepada saudari kembarnya yang terlihat tengah termenung.


"kangen arya bang. abang kenapa sih harus kirim arya ke paris, kan ada galih" jawab alice sembari mencebikkan bibirnya.


"pernikahan aleta dan galih tinggal 1 minggu lagi. ya kali abang kirim galih ke Paris, lagian cuma 3 hari aja. nggak usah manja gitu deh"


"akhir-akhir ini dia jarang banget istirahat"


"memangnya apa yang dia perbuat?" tanya al dengan mengerutkan dahinya.


"dia dan riko masih sibuk nyari pendonor buat starla. tapi tetap saja hasilnya nihil"


"maaf gara-gara aku, kalian semua jadi susah"


"abang ini ngomong apa? kita ini keluarga bang, dan starla adalah keponakan kami. kami sama sekali nggak merasa di repotkan" ucap alice sembari memeluk sang abang.


"sayang maafin abang ya"


"bang, abang jangan sedih terus dong. abang nggak sendirian, kita semua akan selalu ada buat abang"


"makasih. kalian semua adalah anugrah terindah yang Tuhan beri buat abang, bahkan disaat abang susah seperti ini. kalian semua nggak henti-hentinya membantu abang"


"itulah gunanya keluarga bang"


"makasih sayang" ucap al sembari mencium puncak kepala alice


"nggak perlu bilang makasih bang, kita ini satu. dan akan selalu saling membantu"


"abang beruntung punya kamu"


******


"yaAllah susah banget sih, sampai pusing kepalaku" ucap alfin sembari mengacak-acak rambutnya.


"goblok sih lu"


"merah, kuning, hijau di langit yang biru. biru,,,, biru,,,, ohh biru kamu fikir dirimu itu pintar hah. otakmu itu sebelas duabelas sama otakku"


"sama-sama bodoh jangan saling mencela ya adik-adik" ucap adrian sembari terkekeh.


"kakak nyebelin banget sih"


"lah emang kenyataannya gitu"


"asalamualaikum"


"walaikumsalam"


"gara, nono kalian kok cuma berdua! nana sama starla mana?"


"nana dan star ada acara di rumah kakek gio"


"ohh gitu" ucap alfin dan biru secara bersamaan.


"kalian berdua lagi ngapain?" tanya gara sembari duduk di sebelah alfin.


"ngerjain tugas, tapi aku nggak bisa gara. kepalaku rasanya sampai mau lepas saking susahnya"


"lebay lu bocah"


"nggak lebay no. tapikan kamu tau kalau otakku dan otak biru nggak sepintar kamu, nana, atau pun gara"


"tauk, datang-datang bukannya bantuin malah nyela"


"jangan di bantuin no, gar. biarin aja mereka ngerjain sendiri, jangan bikin teman kalian semakin bodoh" ucap adrian kepada nono dan juga gara.


"tuh dengerin, sama kak adrian nggak boleh bantuin"


"kamu mah selalu mihak kak adrian no. bantuin caranya doang"


"jangan mau no, mending kita ngegame"


"boleh tuh kak"


"teman dakjal emang lu no" ucap biru kesal.


"gar bantuin kita ya" ucap alfin sembari memasang muka semelas mungkin.


"nih tulis" ucap biru sembari memberikan buku tugasnya kepada gara.


"enak aja, udah minta di ajarin masih nggak mau nulis. tulis sendiri"


"iya-iya gar. galak banget sih, kebanyakan begaul sama nono jadinya gitu" sewot biru.


"ini caranya gimana gar?"


"dikali dulu"


"gini?"


"dikali dulu biru, habis itu baru di kurangi"


"gini?"


"nah iya"


"gini nggak hasilnya?" tanya alfin.


"coba lihat"


"bener kan?"


"masih salah, tapi sudah hampir benar"


"apa salah? masih hampir benar"


"hemt"


"gini nggak?" tanya alfin setelah merubah sedikit jawabannya.


"nah ini baru benar"


"gar yang sabar ya ngajarin orang yang otaknya cuma seperempat kayak alfin sama biru" ucap adrian sembari terus fokus dengan gamenya.


"kakak berisik" ucap alfin sembari melempari kakaknya dengan kulit kacang.


"tapi emang kata kak adrian bener sih, otak kalian bener-bener cuma seperempat" ucap gara sembari terkekeh.


"gara kamu ngajak berantem ya?" ucap biru sembari menggulung bajunya.


"nggak usah sok serem, kalau kamu mau ngajak gara berantem siapa yang mau ngajarin kita. nana lagi nggak ada, satu-satunya yang bisa kita andelin cuma gara. kita nggak bisa kalau jagain manusia es kayak nono dan kak adrian" ucap alfin sembari menjewer telinga biru.


"duhh kampret telinga ku bisa lepas kalau kamu jewer terus fin"


"makannya diem"


"iya-iya"


setelah beberapa saat berkutat dengan buku-bukunya akhirnya tugas alfin dan biru selesai juga.


"biru, gara ayo kita pulang. udah sore nih" ucap nono sembari bangkit dari duduknya.


"ayo"


"elah no. aku baru saja mau mengistirahatkan otakku, malah kamu ajak pulang" ucap biru sembari cemberut.


"kamu mau nggak capek bir?"


"iya emang kamu tau gimana caranya no"


"tentu saja"


"gimana caranya?" tanya biru dan alfin secara bersamaan.


"mati aja sana. nanti kalian nggak akan pusing sama tugas-tugas sekolah"


"nono sialan" ucap biru dan alfin.


sedangkan nono dan gara hanya mampu terkekeh sembari berjalan keluar dari rumah alfin.


"aku pulang dulu fin"


"emmt kalian hati-hati"


"oke"


******


"masih ingat pulang juga kamu!" ucap andre ketika melihat gara baru saja pulang.


"kerjaan kamu selain keluyuran emangnya nggak ada ya, dasar anak nggak tau diri" timpal dewi.


"sekali-kali kamu jadi anak yang patuh seperti kala bisa nggak. ohh iya saya lupa, baji*gan cilik kayak kamu mana ngerti arti patuh" sarkas andre.


"sayang, ayo mandi dulu. nanti mama siapin makanan kesukaan kamu" ucap dewi sembari membelai sayang kepala kala.


*"mama gara juga mau di belai seperti kala. gara kangen di peluk mama dan papa"* gumam gara dalam hati.


"ngapain masih di situ. cepat pergi mandi sana, merusak pemandangan saja" ketus andre.


tanpa menjawab sepatah katapun gara segera melangkah menuju kamarnya.


"kakak gara kangen. gara kangen keluarga kita yang dulu kak" ucap gara dengan suara serak, dan memegang foto keluarganya sewaktu sean masih hidup dulu.


"rasanya gara pengen nyusulin kakak, tapi sekarang gara punya princess yang harus gara jaga. dia sekarang lagi sakit parah kak, dan gara sedih. gara ikut sakit ketika lihat dia kesakitan"


******


"apa kamu sudah mengambil keputusan?"


"sudah mas. saya akan tetap mendonorkan ginjal saya untuk starla"


"apa kamu sudah benar-benar yakin?"


"saya yakin 100%"


"baiklah, kalau begitu operasi akan saya lakukan 3 hari lagi. tolong persiapkan diri kamu"


"3 hari mas?"


"iya. apa kamu keberatan? kalau kamu keberatan, saya akan undur untuk beberapa hari"


"tidak, saya sama sekali tidak keberatan. semakin cepat bukannya akan lebih baik, jadi starla tidak akan merasakan lagi yang namanya kesakitan"


"kalau gitu pulanglah, dan istirahat yang cukup"


"baik. kalau begitu saya permisi"


"iya. hati-hati dijalan" ucap riko dan dijawab anggukan kepala oleh gadis itu.