
"star kamu udah sadar" ucap nana dan nono secara bersamaan.
"aku dimana?" tanya star seraya memijit keningnya yang terasa sedikit pusing.
"di rumah sakit, tadi kamu pinsan"
"iya star akhirnya kamu sadar juga, kamu bikin kita semua takut" ucap alfin.
"iya star, jangan sakit lagi ya. kita sedih kalau kamu sakit" timpal biru.
"iya, aku gapapa kok. kalian jangan sedih-sedih ya"
"gimana kami nggak sedih kalau tuan putri kami jatuh sakit seperti ini" ucap nono sembari mengelus pelan puncak kepala starla.
"maafin star ya udah bikin kalian semua sedih"
"iya gapapa, lain kali jangan lupa minum obatnya" jawab nana.
"siap nanaku sayang" ucap starla sembari memberi hormat dan tersenyum semanis mungkin.
"star harus sembuh ya, jangan tinggalin kita" ucap alfin sembari memeluk starla, bahkan air mata bocah itu sudah pecah.
"alfin kenapa kamu cengeng, aku nggak kenapa-kenapa fin" ucap starla berusaha menenangkan alfin.
"star bohong, alfin udah tau dari nono kalau star sakit parah. alfin sebel sama star, star bersikap seolah-olah semuanya baik-baik aja. kenapa star nggak cerita sama alfin"
"alfin jangan sedih dong, aku kan jadi ikut sedih"
"star pokoknya harus janji sama kita, kalau star harus sembuh"
"iya star janji" jawab starla sembari tersenyum, walau pun pada kenyataannya star juga tidak tau apakah ia bisa sembuh atau tidak.
"udah ahh ngapain mewek sih bambang, malu-maluin" ucap biru sembari menoyor kepala alfin.
"alfin takut kehilangan star biru"
"aku pun sama fin, kita semua juga sama takutnya sama kamu"
juno berdiri dari duduknya dan menuju sofa yang berada dalam ruang rawat starla, dengan segera ia merogoh ponselnya untuk mengirim pesan kepada sagara.
juno:
"gar kamu belum pulang?"
tingg
tak berselang lama gara pun telah membalas pesan juno.
gara:
"sudah ini baru saja pulang. kenapa memangnya?"
juno:
"star sakit gar"
gara:
"star sakit? kemarin dia masih baik-baik aja, apa dia lupa nggak minum obatnya?"
juno:
"iya star nggak minum obatnya siang tadi"
gara:
"lalu bagaimana keadaan starla sekarang?"
juno:
"sudah lumayan membaik"
gara:
"aku kesana sekarang, kamu kirim alamat rumah sakitnya"
juno:
"tapi kamu mau kesini sama siapa gar?"
gara:
"sama bik sum"
juno:
"kalau mama dan papa kamu tau pasti mereka marah gar"
gara:
"nggak akan, mama sama papa baru aja keluar kota"
juno:
"baiklah, kami sekarang ada di rumah sakit milik om riko. kamu hati-hati ya kesininya"
gara:
"siap"
******
tak berselang lama gara dan bik sum pun telah sampai di ruang rawat starla, gara sudah tidak memikirkan lukanya lagi. yang ia fikirkan sekarang adalah starla.
"star kamu baik-baik aja kan?" tanya gara yang baru saja masuk bersama bik sum.
"star baik-baik aja gara. gara pipi kamu luka, kamu di pukul lagi sama papa kamu?" tanya star sembari mengelus luka lebam di pipi gara.
"gara gapapa star, star nggak usah pikiran gara. star harus fokus sama kesembuhan star"
"gara jangan-jangan kamu tadi nggak pergi ya. kamu bohong sama kita semua, biar kita nggak lihat muka bonyok kamu kan, karena kamu nggak pengen kita khawatirkan" ucap nana.
"emtt, maafin gara udah bohong" jawab gara sembari menunduk.
"kalau aku udah besar, aku akan mencabik-cabik papa kamu gar" ucap biru geram.
"iya betul, papa kamu bener-bener jahat" timpal alfin.
sedangkan bik sum hanya tersenyum melihat tingkah dari sahabat-sahabat gara, bik sum dapat melihat kalau mereka semua begitu menyayangi gara.
"star makan dulu ya, habis itu minum obatnya" ucap nono sembari mengambil mangkuk bubur yang ada di atas nakas.
"biar bibik yang suapin non starnya den" ucap bik sum.
"nggak usah bik, nanti ngrepotin bibik" jawab nono sembari tersenyum.
"sama sekali nggak merepotkan den. karena bagi bibik temen-temannya den gara, berarti anak bibik juga"
"makasih ya bik"
"sama-sama den. oh iya ngomong-ngomong bibik belum kenal sama aden-aden ini"
"saya juno bik, ini saudara saya nakula, kalau ini biru, yang di sebelah gara itu alfin, dan yang cantik ini juga saudara saya namanya starla" jawab nono sembari tersenyum hingga membentuk eyes smile.
"iya bik" jawab star, nono, dan nana secara bersamaan.
"non star harus cepet sembuh ya, kasihan nih cowok-cowok ganteng pada khawatir sama non starla" ucap bik sum sembari mulai menyuapi starla.
"iya bik"
"ehh pada kumpul semua nih" ucap riko yang baru saja masuk kedalam ruang rawat star.
"papa" ucap nakula sembari berlari menghambur ke pelukan papanya. dan riko pun langsung menggendong putra semata wayangnya itu
"star gimana keadaannya sayang?" tanya riko ketika sudah berdiri di samping starla.
"star baik-baik aja om"
"om tau itu. kesayangannya om kan anak kuat" ucap riko sembari mengelus lembut puncak kepala starla.
"daddy mana om?"
"daddymu masih di ruangan dokter esa, sama om arya, dan om galih"
"star bakal bisa sembuh kan om?"
"pasti sayang, om juga akan berusaha semaksimal mungkin buat kesembuhan kamu"
"star harus sembuh ya, nggak boleh tinggalin nana dan nono. kalau star pergi siapa yang bakala nana dan nono jagain" ucap nana sembari terisak dalam pelukan papanya, air mata yang sedari tadi ia bendung akhirnya luruh juga.
nono, biru, alfin, dan gara yang menyaksikan nana menangis pun tak mampu lagi menbendung air matanya.
"hey-hey ini kenapa kalian pada nangis sih? anak cowok nggak boleh pada cengeng dong, kalau kalian semua nangis kasihan starnya dong nanti star jadi ikut sedih"
"nana nggak mau kehilangan star pa. nanti kalau star pergi, siapa yang bakal nana jagain, siapa yang bakal nana belain sampai nana di marahin sama bu guru lagi"
"nana papa janji sama kamu, star pasti bakal sembuh"
"papa janji?"
"papa nggak bisa janji, kan yang tau cuma Tuhan. sekarang yang bisa kita lakukan adalah mendoakan kesembuhan starla"
"iya pa"
"gara!"
"iya om"
"papa dan mama kamu mukul kamu lagi?" tanya riko ketika menyadari muka gara yang lebam.
gara langsung menunduk dan menganggukan kepalanya pelan.
"bibik asisten rumah gara?"
"iya pak"
"kenapa mereka pukul gara lagi?"
"kemarin den gara nggak sengaja pecahin gucci kesayangan nyonya pak, jadi nyonya marah dan langsung menampar den gara, dan tuan pun juga ikut memukuli den gara"
"saya benar-benar nggak habis fikir dengan mereka, kenapa mereka bisa sekejam ini kepada anak sebaik gara. kalau saja gara mengizinkan saya untuk melaporkan mereka ke polisi, maka saya akan lakukan. tapi gara selalu melindungi keduanya karena gara begitu menyayanginya"
"den gara memang seperti itu pak, saya selalu berusaha membujuknya untuk melaporkan nyonya dan tuan ke polisi tapi den gara selalu menolak. den gara bilang, kalau den gara nggak mau mama dan papanya menderita dalam penjara. den gara selalu bilang, gapapa dia menderita asal mama dan papanya bisa bahagia"
"mereka terlalu kekanak-kanakan. mereka hanya mendengarkan penjelasan dari sebelah pihak, tanpa mau mendengarkan penjelasan dari pihak lainnya"
"itu yang selalu membuat saya sedih pak, mereka selalu menyiksa den gara yang nggak salah apa-apa, sedangkan mereka malah menyayangi den kala yang jelas-jelas salah"
"Tuhan nggak pernah tidur bik, suatu saat nanti Tuhan pasti bakal tunjukin mana yang benar, dan mana yang salah. saya percaya keadilan itu ada"
"iya pak"
******
"star sayang. kamu gapapa nak" ucap laras yang baru saja masuk kedalam ruang rawat starla, dan di belakangnya juga ada virda.
"mama, star baik-baik aja kok"
"daddy kamu mana?"
"tadi star suruh daddy beli makan, kasihan soalnya daddy belum makan apa-apa dari kemarin"
"maafin mama ya karena mama baru tau kalau kamu sakit"
"iya ma gapapa, lagian star sekarang udah baik-baik aja"
"iya mama tau, kalau anak mama kuat" ucap laras sembari mencium pipi tembam starla.
"mama dokter ini siapa?"
"ohh ini tante virda, dia teman mama"
"hai dokter cantik"
"hai starla. kamu begitu cantik, mamamu sering sekali menceritakan tentang kamu"
"benarkah?"
"iya, kata mamamu ia beruntung memiliki kamu. kamu cepet sembuh ya, tante kasihan sama mama kamu. karena kamu sakit, dia jadi sering murung"
"apa yang di bilang tante cantik itu benar ma?"
"iya" jawab laras sembari mengangguk.
"mama nggak boleh sedih ya"
"gimana mama nggak sedih, kalau putri kesayangan mama sakit keras seperti ini"
"star pasti sembuh ma. mama nggak boleh sedih lagi ya" ucap starla sembari menghapus air mata yang mengalir dipipi laras.
"star nggak boleh tinggalin mama ya. star separuh nafas mama sayang" ucap laras sembari menggenggam tangan starla yang kini menghapus air matanya.
"star janji nggak akan ninggalin mama"
"mama pegang janji kamu sayang"
"star. apa star tau cita-cita mama laras?" tanya virda kepada starla.
"jadi dokter gigi kan tante cantik"
"itu dulu"
"memangnya mama punya cita-cita lagi"
"iya, star pengen tau nggak?"
"emangnya apa tante?"
"mama laras bilang kalau dia pengen meninggal sebelum kamu meninggalkannya. karena lebih baik mama laras yang pergi, dari pada mama laras yang harus kehilangan kamu"
"mama nggak boleh gitu ya. mama nggak akan kehilangan star, dan star juga nggak mau kehilangan mama"
"iya sayang, mama tau star anak yang kuat"
sementara itu dari selah pintu al dapat melihat interaksi ketiganya, air matanya jatuh begitu saja. sampai saat ini ia belum kunjung mendapatkan donor yang cocok untuk starla.