My Introvert Husband

My Introvert Husband
kerja bagus



"boss mangsa sudah memasuki umpan"


"tapi kenapa bajunya berbeda sama yang dia pakai pagi tadi!"


"boss ini gimana inikan butik bisa jadi mbak gisa ganti baju didalam"


"bisa jadi sih, lagian kenapa juga mereka harus memakai masker"


"hidup sehat boss"


"sudah diam kita terus awasi mereka"


"siap boss"


*****


"kak biar aku yang bawa mobilnya" ucap billa sembari meminta kunci mobil kepada alice.


"baiklah"


"kita beli makan dimana nih kak?"


"tempat biasanya aja bil"


"oke" jawab billa sembari melajukan mobilnya.


"kak alice sama kak arya bagaimana"


"kami baik. tumben sekali kau menanyakan hubungan kami"


"kak alice kapan mau nikah sama kak arya?"


"kenapa kamu tiba-tiba nanya seperti itu sih bil?''


''tidak kak, aku hanya ingin segera memiliki keponakan-keponakan yang lucu''


''kita pasti akan mendapatkannya dari abang al dan gisa bil''


''tapi aku juga menginginkan dari kak alice''


''maruk sekali dirimu'' jawab alice sembari tertawa, dan disusul oleh billa yang juga ikut tertawa.


"astaga kenapa ini'' ucap billa dengan sedukir panik.


"billa ada apa?''


"kak rem mobilnya blong"


"apa? bagaimana ini bill''


"aku juga tidak tau kak''


"billa awas'' ucap alice ketika didepannya ada penjual baso keliling, hingga dengan terpaksa billa membanting stir kearah kiri hingga mobilnya menabrak pohon ditepi jalan.


******


"non gisa" panggil elly sembari berlari


"iya bibi elly. ada apa? kenapa bibi lari-larian seperti ini"


"non ga.... gawat non"


"gawat apanya bik? bicaralah yang jelas, gisa benar-benar nggak faham apa maksud bibi elly''


"non alice, dan non billa non"


"kak alice dan billa kenapa bik?''


''non alice dan non billa mengalami kecelakaan diujung gang sana non"


"apa? bibi elly tidak sedang bercandakan?''


"tidak non"


''tidak mungkin'' ucap gisa sembari beruraian air mata, dan dengan segera ia berlari kedalam ruangannya dan mengambil tas jinjing miliknya.


"bibi elly aku titip butik, aku ingin melihat kak alice dan billa"


"baik non"


gisa segera berlari kedepan butik untuk menunggu sebuah taksi, dan begitu lama taksi yang ia tunggu pun datang.


"rumah sakit medika ya pak"


"baik non"


dengan segera taksi melaju menuju tempat tujuan gisa, namun ketika sampai di TKP gisa dengan segera menyuruh supir taksi itu untuk berhenti.


"berhenti sebentar pak?"


"iya non ada apa?"


"astaga itu beneran mobilku" gumam gisa. air matanya pun tak henti-hentinya berjatuhan membasahi pipi mulusnya.


"dia adik ipar dan sahabat saya pak. jalan lagi pak"


"astagfirullah, semoga adik ipar dan sahabat non tidak kenapa-kenapa"


"amin"


setelah hampir 10 menit mereka taksi yang ditumpangi gisa pun telah sampai dirumah sakit terdekat.


"ini uangnya pak. kembaliannya ambil saja" ucap gisa sembari keluar dari dalam taksi, dan dengan segera ia berlari masuk kedalam rumah sakit.


"permisi sus, ruangan alice zhafira atmaja dan billa akiaar sebelah mana ya?'' tanya gisa kepada resepsionis rumah sakit tersebut.


"nona alice dan nona billa korban kecelakaan yang baru saja masuk ya mbak?''


"iya sus''


"nona alice ada di ruang mawar no.103, sedangkan nona billa ada dirungan ICU karna kondisinya lumayan parah"


"terimakasih sus'' ucap gisa


dan dengan segera gisa berlari menuju ruangan dimana alice dirawat.


"kak alice" panggil gisa ketika baru saja masuk kedalam ruangan alice, dan dengan segera ia memeluk alice yang tengah berbaring tak sadarkan diri.


"maaf nona ini siapa? apa nona keluarga pasien?'' tanya seorang perawat kepada gisa.


"iya sus, saya kakak iparnya"


"nona tidak perlu khawatir pasien tidak kenapa-kenapa. pasien hanya luka-luka ringan dan sedikit syok, tidak lama lagi pasien juga akan sadar. kalau begitu saya permisi dulu ya"


"terimakasih sus"


"iya sama-sama"


"kak cepatlah sadar'' gumam gisa sembari menciumi tangan alice.


"astaga aku harus menghubungi kakak al" gumam gisa sembari merogoh ponselnya yang berada dalam tas.


"halo sayang, ada apa?" jawab al dari seberang sana.


"halo sayang kamu cepatlah kemari, kerumah sakit medika"


"kenapa dirumah sakit?''


"kakak alice dan billa mengalami kecelakaan"


"apa? bagaimana bisa"


"aku juga tidak tau, cepatlah kemari. jangan lupa beritahu mami dan juga papi"


"baiklah, aku kesana sekarang"


"iya, cepetan aku takut apalagi billa ada diruang ICU"


"iya-iya kamu tunggu sebentar, jangan takut aku segera datang" ucap al, dan dengan segera al menutup panggilan telfonnya dan segera menuju rumah sakit.


"lebih baik aku lihat billa dulu. kakak alice aku tinggal dulu ya, aku mau lihat kondisi billa dulu" pamit gisa kepada alice.


"dokter bagaimana keadaan billa?'' tanya gisa kepada dokter yang baru saja keluar dari dalam ruang ICU.


"maaf kalau boleh tau nona ini siapa?''


"saya sahabatnya billa dok"


"pasien saat ini sedang dalam keadaan kritis, pasien mengalami benturan yang sangat keras dibagian kepala"


"tapi sahabat saya bisa diselamatkan kan dok?"


"kami tim medis sudah berusaha semaksimal mungkin nona, yang bisa kita lakukan sekarang adalah berdoa semoga Tuhan memberi kesembuhan kepada pasien"


"apa saya boleh masuk, melihat sahabat saya dok''


''oh tentu boleh nona''


"terimakasih dok''


"sama-sama nona. kalau begitu saya permisi, kalau ada apa-apa panggil saja saya"


"iya dok"


******


"halo bram, bagaimana tugasmu apa sudah beres?" tanya raina kepada bawahannya.


"semuanya sudah beres buk"


"bagus bram kerja bagus" ucap raina. dan dengan segera ia mengakhiri panggilan telfonnya bersama bram.


"tamatlah riwayatmu gisa, siapapun tidak akan pernah bisa memiliki al kecuali aku'' ucap raina sembari tersenyum licik.