
"gisa kenapa kau terlihat murung?" tanya alice yang baru saja tiba di ruang tamu.
"ahh tidak kok kak"
"ini pasti gara-gara abang" ucap alice sembari mencebikkan bibirnya, dia begitu kesal kepada sang abang. kenapa dia tidak bisa bersikap manis sedikit saja kepada gisa, tanpa al sadari ia begitu sering melukai hati gisa.
"tidak kak alice, kakak al tidak salah apa-apa"
"kau pasti membohongiku"
"tidak kak, ayo kita segera berangkat kak"
"oke ayo"
alice dan gisa pun segera pergi menuju ketaman bermain. setelah menempuh perjalan sekitar 30 menit mereka telah sampai di taman hiburan.
"gisa kenapa kau tidak mengajak billa?"
"aku tadi sudah mengajaknya kak, tapi dia sedang pergi kencan dengan kekasihnya"
"billa punya kekasih?"
"iya dia kekasih billa sedari kuliah dulu, tetapi mereka LDR karna kekasihnya menetap di jerman kak"
"oh seperti itu. emmt kau mau makan apa gisa, biar aku yang membelikannya untukmu"
"aku ingin ice cream kak" jawab gisa dengan penuh antusias.
"baiklah, ayo kita beli ice cream sebanyak-banyaknya."
"ayo kak" ucap gisa sembari menarik tangan alice menuju kesalah satu kedai ice cream.
setelah selesai makan ice cream, mereka berdua segera mencoba berbagai macam wahana.
"hahh aku sangat puas sekali gisa" ucap alice sembari duduk di salah satu kursi taman.
"iya kak, aku juga sangat puas sekali" ucap gisa sembari tersenyum.
"yasudah pulang yuk sa, nanti keburu malam dan abang akan memarahiku"
"yasudah ayo kita pulang sekarang kak"
"gisa aku ingin mengambil fotomu, bergayalah" ucap alice ketika mereka tengah berjalan dan bersiap untuk pulang.
"untuk apa kak? foto-fotokukan sangat banyak di ponsel kakak"
"sudah berposelah, kenapa kau crewet sekali"
"baiklah" mau tidak mau gisa pun menuruti kemauan alice.
setelah mendapatkan beberapa foto gisa, alice segera mengirim foto itu kepada al.
*alice:
abang lihatlah dia sangat cantik dan imut, apa kau tak sedikitpun memiliki perasaan kepadanya?*
setelah menunggu hampir 5 menit al pun membalas pesannya.
al:
kenapa kau sangat senang mendorong sahabatmu itu kepadaku? kau urus saja sahabatku yang paling menyebalkan itu, dan cepatlah menikah agar hidupnya tidak tragis.
alice:
abang selalu saja menyebalkan. bagaimana aku dan arya bisa menikah, sedangkan abang sendiri tidak menikah-menikah.
al:
itu urusanmu.
"kak alice kanapa?" tanya gisa yang tengah fokus pada kemudinya.
"aku sedang sebal kepada abang sa, kenapa abang tidak mau membalas perasaanmu" ucap alice sembari cemberut.
"kak alice tidak perlu memaksa kakak al untuk menyukai gisa, gisa tidak mau mengemis cinta kakak al. walaupun aku sangat mencintai kakak al"
"aku tau kau selalu sakit hati ketika abang bersikap dingin kepadamu sa, tapi kau selalu berusaha menyembunyikannya dariku"
"aku tidak apa-apa kak, lagian ini memang derita kalau cinta kita bertepuk sebelah tangan" ucap gisa sembari tersenyum semanis mungkin.
"kau ini selalu saja sok kuat" ucap alice kesal.
*"pokoknya bagaimanapun caranya, aku harus bisa menyatukan abang dengan gisa, harus"* gumam alice dalam hati.
"gisa kau menginap saja di rumahku ya"
"kenapa memang kak?"
"biasanyakan kau juga menginap di rumahku"
"tapikan biasanya kalau weekend kak"
"sekarang pun juga tidak masalah, lagian besok kita ada pemotretan bersama"
"ahh iya kakak benar"
setelah sampai di kediaman alice, gisa pun juga ikut turun karna mau tidak mau ia harus menginap karna bujukan alice.
"ahhh kak gisa pasti akan menginap di sini ya?" tanya alexs ketika baru saja melihat alice dan gisa datang.
"kau tau saja lexs, sudah seperti peramal saja"
"tentu saja aku tau. instingku akan selalu benar ketika menyangkut wanita cantik" ucap alexs sembari mengerlingkan matanya.
"dasar bocah ngegombal saja bisamu" ucap alice sembari mengacak gemas rambut alexs.
sedangkan di samping mereka ada al yang terlihat masa bodo dengan kedatangan dua gadis itu.
"abang masih saja bekerja, kapan abang punya waktu untukku dan alexs?"
"iya bang. benar apa kata kakak, kapan abang punya waktu untuk kami"
"abang kerja keras, juga untuk kalian. agar hidup kalian terus dalam kecukupan"
"ah iyalah, alasan itu saja yang abang berikan. apa tidak bosan?" sarkas alexs.
"tidak"
"dasar manusia gunung es" ucap alice.
"alice yang sopan, bagaimanapun aku abangmu. mami dan papi tidak pernah mengajarimu untuk kurang ajar"
"maafkan alice bang, alice salah" ucap alice sembari menundukkan pandangannya, iya tak berani beradu pandang dengan mata elang milik abangnya.
"masuklah kamar, ajak juga temanmu itu"
"iya bang" ucap alice sembari menarik tangan gisa.
"menyebalkan" ucap alice ketika mereka telah sampai di dalam kamar alice.
"sudahlah kak jangan marah-marah terus" ucap gisa sembari merengkuh pundak alice.
"habisnya abang menyebalkan sekali"
"kakak al menyebalkan tapikan tetap dasayang kepada alexs dan kakak"
"iya kau memang benar sa, abang memang selalu menyayangi kami. walaupun kami selalu nakal"