My Introvert Husband

My Introvert Husband
manja sama si cantik



"woilah dikacangin terus gue dari tadi" ucap galih sembari menggebrak meja.


arya yang sedari tadi duduk disampingnya pun sampai dibuat kaget, nyaris saja laptop yang ada di pangkuannya jatuh. sedangkan al yang duduk di kursi kebesarannya hanya mampu menatap horor sahabatnya yang banyak tingkah itu.


"****** bisa diem nggak lo, ganggu aja. buyar nih kosentrasi gue" ujar arya sembari mengelus dada sembari beristigfar. beristigfar? ehh kayaknya nggak deh, kan bapak arya hobbynya ngabsenin kebun binatang.


"abisnya loe berdua sibuk amat, sampai-sampai gue di kacangin terus. udah kayak orang bego gue dari tadi"


"lah emang loe bego kan!" sarkas al.


"diem lu al. loe tuh sekalinya ngomong nyelekit mulu, heran gue"


"heh oncom loe temenan ama al udah berapa lama sih?"


"berapa ya?" ucap galih sembari mengetuk-ketukkan telunjuknya pada dagunya seolah berfikir berapa lama mereka berteman.


"lupa kan loe! ya jelas lupalah orang saking lamanya"


"tau aja loe ar" ucap galih sembari cengengesan.


"kita berteman bukan cuma setahun, dua tahun. kita berteman dari piyik, dan harusnya loe juga tau gimana kelakuan tu bocah. masih aja loe permasalahin omongannya yang selalu savage"


"iya juga sih. itu sebabnya gue lebih sayang sama loe ar" ucap galih sembari bergelayut manja pada lengan arya, hingga membuat sang empunya risih.


"jauh-jauh bege, gue masih doyan donat" ujar arya sembari mendorong galih hingga membuat laki-laki itu terjengkang dan bokongnya mendarat sempurna di atas lantai.


"asshh sakit bege" galih meringis sembari mengelus pantatnya yang terasa nyeri ketika mencium lantai.


"bodo amat" arya mulai kesal sendiri dengan tingkah ajaib galih, arya benar-benar tidak habis pikir kenapa aleta bisa betah punya suami stres macam galih.


"halo ta, masuk keruangan gue sekarang" ucap al melalui telfon diatas meja.


tak butuh waktu lama aleta masuk kedalam ruangan al, dan langsung mendekat ke meja al tanpa mempedulikan suaminya yang tengah duduk disofa yang kelihatannya sedang menahan sakit.


"kenapa al?"


"loe bawa peliharaan loe pulang" ucap al sembari terus fokus pada laptop didepannya.


"peliharaan gue? gue nggak punya peliharaan al, jangan ngadi-ngadi deh loe"


"ckkk noh yang lagi duduk di sofa. gue sama arya butuh ketenangan, kita ada sedikit urusan"


aleta pun langsung menoleh dan menatap tajam galih, sudah aleta pastikan kalau suaminya itu pasti lagi ngerusuh. aleta tau betul kalau suaminya itu tidak pernah bisa kalau diajak serius.


"ayo pulang"


"aku nggak mau sayang"


"pulang galih"


"nggak mau"


"pulang nggak?"


"nggak"


"oke baiklah"


dengan segera aleta melangkah mendekat pada galih dan tanpa aba-aba aleta langsung menarik telinga galih, hingga membuat sang empunya meringis menahan sakit.


"sayang sakit tau, lepasin dong"


"pulang"


"i,,,, iya,,, iya pulang. tapi lepas ya, ini sakit"


aleta masih saja terus menjewer telinga galih sembari menyeretnya keluar dari ruangan al, seolah-olah aleta menulikan pendengarannya ketika mendengar sang suami tengah merintih menahan sakit.


******


"oma" panggil starla sembari berlari dan langsung menghambur memeluk sang oma.


"kesayangan oma, ehh ada si ganteng gara juga?" ucap oma melati sembari membawa starla kedalam gendongannya.


"assalamualaikum oma" ucap gara sembari mencium punggung tangan oma melati.


"walaikumsalam ganteng, gimana kabarnya?"


"gara baik oma"


"ahh syukurlah, oma senang dengernya" ucap oma sembari mengecup pipi gara.


"gara, star kebelakang gih udah ditungguin nana, nono, sama abel tuh" ucap alexs sembari membawa sepiring sosis bakar ditangannya.


"gara ayo" ucap starla sembari menarik tangan gara menuju ketaman belakang rumah.


"makan mulu" ucap al sembari mengusap kasar rambut alexs.


"bilang aja kalau abang pengen"


"udah tau pakai nanya, bagi dong"


"nihh berhubung gue adik yang baik hati dan tidak sombong maka gue kasih bang"


"siapa nih yang bikin? kok enak" tanya al sembari sibuk memasukkan sosis kedalam mulutnya.


"iya enak, mirip buatan gisa sama gisel'


"iya jelaslah orang yang bikin emang gisel"


"pantes enak. kalau yang bikin alice atau bella udah pasti gosong"


"hahaha abang kelihatannya paham betul ya"


"iyalah"


"mami kenapa sih dari tadi senyam-senyum?" tanya alexs yang melihat sang mami tengah tersenyum.


"mami lagi lihatin gara sama starla. mami jadi ingat masa kecil abangmu sama gisa dulu"


"emang dulu waktu kecil abang semanis gara mi?"


"tentu saja. hanya saja abangmu dingin kayak kutub utara"


"sampai sekarang pun masih tetap sama kalik mi"


"tuh bang dengerin adek kamu, jangan dingin-dingin nak" ucap mami melati sembari mengusap pipi al "mami kebelakang dulu, mau main sama cucu-cucu mami"


"gue jadi nggak sabar deh bang"


"nggak sabar apaan? ngomong yang jelas"


"nggak sabar nunggu abel besar, terus punya anak. gue juga pengen main sama cucu-cucu gue bang"


"loe ngomongnya kejauhan bego" ucap al sembari menoyor kepala alexs.


"biarin napa"


"lagi ngomongin apa sih kok serius amat" ucap alice sembari membawa jagung bakar untuk al dan juga alexs.


ya malam ini mereka semua tengah berkumpul dikediaman efendi, untuk melakukan pesta barbeque.


"makasih kak"


"sama-sama sayang"


"alexs aja nih yang dikasih, abang nggak dikasih?"


"hillih cemburu mode on" ucap alexs sembari memakan jagungnya.


"ada dong, yakalik aku nggak bawain buat abang kesayangan aku" jawab alice sembari menyerahkan jagung kepada al.


''makasih adek kesayangan" ucap al sembari merebahkan dirinya dan menjadikan paha alice sebagai bantal.


melihat al yang tengah berbaring menggunakan paha alice sebagai bantal alexs pun tak mau ketinggalan ia ikut merebahkan dirinya dan menjadikan paha alice yang satunya lagi sebagai bantal.


itu memang kebiasaan mereka dulu sewaktu belum menikah, bersikap manja kepada alice memang menjadi candu tersendiri untuk al dan juga alexs. ya walaupun alice galak tetapi ia sangat menyayangi al dan juga alexs.


"kebiasaan banget sih manja gini" ucap alice sembari membelai rambut keduanya.


"udah lama nggak kayak gini kak, dulu sewaktu kita belum nikah sering banget kayak gini"


"iya jadi kangen masa-masa dulu"


"dulu abang nikah sama gisa, dan alexs pun pergi ke paris nyusul bella. ninggalin aku sendirian, aku juga suka kangen masa-masa kayak gini"


"gue nggak ninggalin loe kak, gue cuma mau ngejar cinta gue. setelah dapat gue juga kembali lagi kan"


"iya tapi semuanya udah nggak akan bisa kayak dulu lagi"


"iya. gue jadi kangen kak billa sama kak gisa, dulu gue juga sering banget manja-manjaan sama mereka"


tak bisa dipungkiri alexs memang sangat merindukan billa dan juga gisa. dulu sewaktu keduanya masih hidup alexs juga suka sekali bersikap manja kepada keduanya.


"ehh apa-apaan nih udah pada punya anak juga masih manja-manjaan sama si cantik" ucap papi varo yang baru saja masuk bersama papa gio.


"biarin lah ro. mereka juga bituh quality time bertiga kayak gini" ucap papa gio sembari merangkul pundak papi varo.


"tapikan malu kalau anaknya pada lihat"


"alexs aja nggak malu, kenapa papi yang malu. iya nggak bang?"


"betul" jawab al sembari bertos ria dengan adik bungsunya.


"kalian ini sama aja" ucap papi varo sembari geleng-geleng kepala melihat tingkah anak-anaknya, sedangkan papa gio hanya bisa teekekeh melihat interaksi ayah dan anak itu.


Abang Al



Kakak alice



Dedek alexs