
aku harus apa? aku harus bagaimana? aku mencintai sahabatku sendiri, aku juga tidak tau bagaimana perasaan alexs kepadaku. mungkin benar kami selalu ribut, tapi itu salah satu caraku agar dia bisa memandang diriku. ya, mungkin terdengar kekanakan, itu kulakukan karna alexs lebih perhatian sama bella.
namun lambat laun aku sadar kalau alexs menyukai bella, lantas aku harus bagaimana? yang kulakukan hanya diam, ya karna hanya itu yang bisa aku lakukan. mengutarakannya kepada alexs! itu terlalu mustahil, aku tak cukup memiliki keberanian untuk itu.
sampai suatu hari aku datang ke rumah bella dan aku tak sengaja mendengar bella yang tengah berbicara dengan boneka pemberian alexs, dia bilang dia mencintai alexs, tapi dia juga tau kalau aku juga mencintai alexs. aku benar-benar terkejut, dari mana bella tau kalau aku menyukai alexs. aku tidak pernah bercerita kepada siapapun mengenai perasaanku kepada alexs, atau dari caraku menatapnya saja kelihatan kalau aku menyukainya. ahh ini benar-benar memalukan.
sampai suatu ketika musibah itu terjadi, kak alice dan kak billa mengalami kecelakaan. hingga mengakibatkan kak billa koma selama beberapa hari di rumah sakit sebelum pada akhirnya kak billa meninggalkan kami semua. aku sangat sedih, kak billa sudah ku anggap seperti kakak kandungku sendiri. tapi aku tau yang lebih terpukul dari kami semua adalah kak alice, ya dia terlihat kuat di luar, tapi aku tau hati kak alice hancur. aku sering menemukan kak alice menangis di makam kak billa, dia selalu bilang kalau dia gagal menjadi seorang kakak, dia gagal melindungi kak billa.
setelah kepergian kak billa papa bima dan keluarga memutuskan untuk pindah ke paris. aku sedih karna harus berpisah dengan bella, tapi aku juga merasa senang karna aku memiliki kesempatan lagi untuk meluluhkan hati alexs. namun setelah satu minggu bella pindah alexs memberitahuku kalau dia akan menyusul bella ke Paris, pupus sudah harapanku untuk bisa memenangkan hatinya.
tapi aku mencoba untuk mengikhlaskannya, aku nggak boleh egois. aku nggak boleh terus-terusan menghalangi mereka berdua, mereka berdua saling mencintai. harusnya aku ikut bahagia melihat mereka berdua bahagia.
sudah hampir lima bulan aku selalu bersama-sama dengan dia, aku rasa aku benar-benar telah jatuh cinta kepadanya ahh lalu kemana perasaanku kepada alexs yang telah bertahun-tahun aku rasakan! ahh entahlah aku juga tidak mengerti. lalu bagaimana perasaan riko kepadaku? entahlah aku juga tidak tau apakah dia memiliki perasaan yang sama denganku atau justru sebaliknya.
sampai suatu hari aku dan riko sedang bermain ke rumah kak gisa dan kak al. dia mengutaran isi hatinya kepadaku, tapi entah mengapa aku menjadi ragu. aku takut jika aku mengecewakan riko, apalagi aku benar-benar belum pernah berpacaran sebelumnya.
aku berusaha menolaknya. tapi riko justru megajakku untuk menikah, mulutku tadi mungkin mengatakan tidak tapi hatiku benar-benar tidak bisa di ajak kompromi, ketika riko mengajakku menikah mulutku dengan polosnya menjawab iya, ahh sekarang hati dan mulutku benar-benar tidak bisa diajak kompromi. aku benar-benar malu, tapi mau bagaimana lagi ini semua sudah terjadi.
aku tidak tau apakah menerima ajakan riko itu benar atau salah tapi yang jelas aku memang tidak ingin bermain-main lagi. aku selalu ingin seperti kakakku, dia tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun tapi akhirnya dia menikah dengan pria yang dia cintai.
riko memang bukan cinta pertamaku, tapi aku selalu berharap dia menjadi yang terakhir dalam hidupku