
"sayang"
"iya kenapa yank?"
"cepat siap-siap, kita pergi kerumah mami"
"kerumahnya mami! asik ketemu kak alice"
"kenapa kau senang sekali bertemu alice"
"iya aku merindukannya"
"kenapa lama-lama kau jadi arya yang sangat bucin alice"
"biarin" jawab gisa sembari masuk kedalam kamar mandi mengganti pakaiannya.
"sayang ayo aku udah siap" ucap gisa setelah keluar dari kamar mandi, dan segera meraih tas jinjingnya yang ia letakkan di atas meja rias.
"yaudah ayo berangkat"
"yank bentar deh" ucap gisa sembari memegangi lengan al.
"apalagi?"
"kamu pakai parfum apa sih, ini bau banget"
"bau kau bilang? ini parfum yang biasanya aku gunakan"
"tapi ini bau sekali. ganti bajumu, aku rasanya seperti ingin muntah"
"jangan bercanda dong yank"
"aku tidak bercanda suamiku sayang, tapi ini benar-benar bau banget"
"ganti nih?" tanya al memastikan kembali.
"iya"
"baiklah"
"aku tunggu di bawah ya"
"iya"
dengan segera gisa keluar dari dalam kamar dan mulai menuruni anak tangga satu persatu dangan sangat hati-hati.
"kita kerumah mami pasti mau bahas pernikahan kak alice, ahhh aku rasanya sudah tidak sabar menunggu pernikahan kak alice" gumam gisa sembari tersenyum.
"nyonya mau pergi?"
"iya bik, aku sama kakak al mau kerumah mami. titip rumah ya bik"
"siap nyonya" jawab bibik sembari tersenyum.
"ayo berangkat"
"sini aku mau lihat baumu" ucap gisa sembari menarik tangan al dan mulai mengendus-endus tubuh al.
"nah ini baru tidak bau"
"bau apa nya?'' tanya bibik penasaran.
"ini bik tadi bau parfum kakak al nggak enak banget, aku hampir muntah menciumnya"
"ibu hamil memang seperti nyonya, indra penciumannya lebih sedikit sensitif"
"apa iya efek karna hamil bik"
"iya nya, bibik dulu juga seperti itu"
"apa ibu hamil memang menyebalkan seperti itu bik?"
"kamu bilang aku apa?"
"menyebalkan"
"hey aku jadi seperti ini karna mengandung anakmu"
"hemtt baiklah, ayo kita berangkat sekarang"
"iya" jawab gisa sembari mencebikkan bibirnya.
*****
"ayo naik"
"gue naik taksi aja deh ko, kalau loe nganter gue pulang nanti ngrepotin lagi"
"apaan sih sel, nggak ngrepotin sama sekali. ayo naik, kemana pun kamu mau aku akan mengantarmu"
"beneran gapapa nih?"
"iya sel"
"oke deh" jawab gisel sembari tersenyum, dan langsung naik keatas motor riko.
"brow hati-hati bawa anak gadis orang. kalau tu bocah sampai lecet, bisa di penggal leher loe sama om gio"
"emang papanya gisel galak ya?"
"banget"
"ihh angga apaan sih fitnah banget, padahal papa gue biak banget"
"iya tau loe ngga, om gio kan baik banget orangnya"
"ya elah tayo, loe malah belain gisel. maksud gue tuh mau nakut-nakutin si riko''
"aku nggak akan takut ngga. papanya gisel juga manusiakan? sama-sama makan nasi juga, jadi apa yang musti aku takutkan"
"nah bener juga"
"yaudah ayo pulang ko, jangan dengerin angga"
"oke. semuanya gue duluan"
"hati-hati sob" ucap darwin
"siap"
"gisel aku kan nggak tau rumah kamu di mana!"
"aku nggak langsung pulang ko, aku mau kerumah teman mamaku dulu"
"tapi ini udah malam sel"
"oh baiklah, kita sekarang kemana?"
" ikuti jalan aja ko"
"oke"
******
"akhirnya sampai juga"
"abang" panggil alice sembari berlari kearah al, dan langsung memeluk sang kakak.
"alice kau ini sudah mau menikah, tapi masih aja manja sama abang"
"gapapalah kan manja sama saudara kembar sendiri, arya juga tidak akan marah. iyakan sayang?"
"iya" jawab arya sembari tersenyum.
"ya udah ayo masuk. mami, papi, mama sarah, dan papa gio udah nunggu di dalam"
"yaudah ayo"
belum sempat mereka masuk, ada sebuah motor berhenti tepat di belakang mereka. hingga dengan terpaksa mereka berempat menghentikan langkahnya dan menengok kearah suara.
"dedek ganteng" ucap alice sembari menunjuk riko.
"kakak. kakak ngapain disini?"
"harusnya aku yang tanya, kamu ngapain disini? inikan rumahku"
"jadi anak temannya mamamu itu kak alice?" tanya riko kepada gisel.
"iya. lah loe kenal kak alice"
"iya"
"ya udah riko, ayo ikut masuk sekalian. papi sama mami sering banget nanyain kamu"
"nggak deh kak, lain kali aja. kan lagi ada acara, nggak enak sama om dan tante"
"gapapa, udah ayo" ajak alice sembari menarik tangan riko agar segera turun dari motor.
"tapi aku nggak enak kak"
"udah ikutin aja dek, dari pada tu bocah merajuk" ucap arya sembari tersenyum
"ayo masuk aja. kamu kan temennya gisel, jadi nanti di dalam juga nggak sendirian" timpal gisa.
"baiklah"
"nah gitu dong, ayo masuk adik gantengku"
"iya-iya kak, tapi aku jangan di seret juga dong"
"kalau nggak gini kamu nggak akan mau masuk"
"papi, mami" teriak alice dengan antusias.
"kak kamu tuh apaan sih teriak-teriak"
"lihat aku bawa siapa"
"ini yang sering kamu ceritakan itu kan kak?"
"iya benar sekali mami"
"malam om, tante" ucap riko sembari menyalami mami, papi, mama sarah, dan juga papa gio.
"wahh lebih ganteng dari pada di foto ya kak"
"apa aku bilang, alexs mah lewat"
"kamu tuh kak seneng banget nistain adiknya"
"hehe abisnya alexs juga jadi adik laknat banget pi"
"main tinggalin gue aja sih ko"
"maaf kamu kan tau aku di tarik kak alice"
"gisel kenal sama riko?" tanya mami.
"iya mi, riko ini teman kampus gisel"
"temen apa pacar!" goda alice sembari tersenyum genit.
"temen kak"
"pacar aja kenapa sih, kalian berdua cocok kok"
"iya cocok banget dek" timpal gisa, tidak mau kalah dengan alice.
"kakak, sama kak alice apaan sih"
"iya apaan sih kak. lagian mana mungkin gisel mau sama riko" ucap riko sembari menatap alive dan gisa secara bergantian.
"kenapa nggak mau, kamu ganteng, baik, pinter. gisel pasti mau. iyakan sel" ucap alice sembari menyenggol lengan gisel"
"mau.... mau kok. ehh" jawab gisel dengan tergagap, dan setelah menyadari jawabanya barusan, gisel secara refleks menutup mulutnya.
"tuh kan gisel mau. makanya gerak cepat dong"
"kak alice apaan sih" ucap gisel sembari mencubit kecil lengan alice.
"au sakit sel"
"dek kalau salting biasa aja dong jangan malah kak alice yang kamu jadikan sasaran"
"ihh kakak sama aja sama kak alice" ucap gisel sembari mencebikkan bibirnya, hingga membuat mereka yang berada di situ terkekeh.
"oh iya ya. orang tuamu kapan pulang?"
"mungkin minggu depan mendekati hari H pi"
"emt baiklah" ucap papi sembari menganggukkan kepalanya.
bonus adik gantengnya kakak alice ðŸ¤
semoga riko bisa mengobati hati gisel ya 😊