My Introvert Husband

My Introvert Husband
operasi



setelah pulang dari restoran al dan laras segera mengajak starla menuju rumah sakit, karena dokter esa menganjurkan agar starla di rawat inap sebelum melakukan operasi besok siang.


"daddy sama mama bakal temenin star kan?"


"tentu daddy akan temani star, tapi biarkan mama pulang ya nak"


"memangnya kenapa dad?"


"mama kan besok kerja. lagian disini cuma ada sofa, kasian mama kalau tidur di sofa. nanti tubuh mama sakit-sakit" ucap al semabari mengelus puncak kepala starla.


"emtt baiklah, kalau gitu daddy antar mama pulang"


"oke tuan putri" jawab al sembari tersenyum "laras ayo aku antar pulang"


"emtt nggak usah mas. mas al disini aja temani starla, saya pulang bareng sama virda aja. kebetulab virda sebentar lagi pulang"


"beneran nggak apa-apa nih?"


"iya mas gapapa" jawab laras sembari tersenyum. "sayang, mama pulang dulu ya. kamu baik-baik disini sama daddy"


"iya ma. mama pulangnya hati-hati ya"


"iya sayang" jawab laras sembari mencium kedua pipi starla "saya permisi dulu mas"


"iya, hati-hati ras"


"iya mas"


*******


"kenapa nggak minta antar pak al aja sih ras?" tanya virda begitu laras telah memasuki mobilnya.


"nanti kalau mas al nganterin gue, starla sendirian"


"what? apa tadi? mas al! sejak kapan loe manggil pak al dengan sebutan mas, ciee kelihatannya selangkah lebih maju nih"


"apaan sih. itu permintaan mas al sendiri, jadi aku nurut-nurut aja"


"emtt okelah"


"udah fokus sana sama jalan, jangan sampai nabrak. gue masih pengen nikah dan punya anak"


"nikah sama pak al, dan kasih starla adik kan" ucap virda sembari terkekeh.


"apaan sih vir. nggak usah mulai nyebelin ya"


"iya-iya buk. kagak usah mlotot juga dong, mata loe mau lepas tuh"


"bodo amat"


"oh iya ras kakak loe dirumah kan ya"


"ngapain loe nanyain kakak gue. demen ya loe?"


"cuma orang gila aja yang nggak demen ama kakak loe. kira-kira gimana, loe terima gue sebagai kakak ipar nggak?"


"sorry ya vir. loe emang temen gue, tapi gue nggak mau punya kakak ipar bentukannya kayak elo"


"sialan loe"


"wahh berdosa sekali kamu maimunah, kakak loe sendiri tuh. bisa-bisanya loe katain"


"gue bicara sesuai dengan kenyataan"


"terserah loe aja deh. udah sampai, cepet turun atau gue ikutan masuk"


"udah pulang sana, anak prawan nggak boleh pulang malam-malam"


"nyi nyi nyi nyi" ucap girda semabi mencebikkan bibirnya, hingga membuat laras tak mampu menahan tawanya karena muka virda yang begitu sangat menggemaskan.


"ya udah pulang ya kakak ipar, gue masuk dulu"


"apa? dia tadi manggil gue kakak ipar. astaga Tuhan rasanya jantungku berdegup kencang seeprti habis ikut maraton, hah tapi aminkan saja, siapa tau jadi kenyataan" gumam virda sembari mulai melajukan mobilnya.


*******


siang ini semua anggota keluarga sudah nampak berkumpul untuk menemani al di rumah sakit, karena operasi transplantasi ginjal starla akan segera dimulai. disana sudah nampak ada al, riko, gisel, nana, galih, aleta, nono, alfin, biru, sagara, alice, dan arya yang baru saja landing langsung menuju rumah sakit karena tak mau melewatkan jadwal operasi keponakan kesayangannya.


"star bakal baik-baik aja kan?" tanya al yang entah kepada siapa, tatapannya terus lurus kedepan menuju ruang operasi karena starla baru saja masuk kedalam ruangan itu.


"star bakal baik-baik aja bang, star bakalan sembuh seperti dulu lagi. sekarang yang terpenting kita doain star ya" jawab alice sembari memeluk al.


"iya kak. kak alice benar, sekarang yang harus kita lakukan adalah berdoa, supaya Tuhan kasih kelancaran"


"hmtt" gumam al


"nono, star kita bakal baik-baik ajakan?" tanya nana dengan mata yang sudah mulai memerah.


"pasti, kamu kan tau kalau star gadis yang kuat"


"aku takut no"


"kamu fikir kamu aja yang takut, kita semua juga takut na" ucap biru.


"ayo kita berdoa untuk starla, semoga Tuhan lindungi bintang kita" ajak gara kepada sahabat-sahabatnya.


"gara benar. yang star butuhkan sekarang adalah doa kita" timpal biru.


"berdoa mulai" ucap nono memimpin.


"amin" ucap mereka secara bersamaan.


"alfin nggak mau nangis, tapi air mata alfin nggak mau berhenti" ucap alfin sembari terus berusaha menghapus air matanya.


"cengeng" ucap biru sembari menampol kepala alfin.


"biru gimana kalau star nggak selamat. aku sama starla belum menikah, kita belum punya anak-anak yang lucu"


"ngomong sekali lagi gue patahin leher loe fin" ucap biru dengan geram.


"tau nih alfin ngadi-ngadi banget" timpal nana tak kalah kesal.


"alfin bisa nggak jangan ngomong sembarangan. perkataan itu doa alfin"


"maaf gara"


"bocah kalau otaknya dangkal ya gitu" ucap nono sembari mendengus sebal.