
pagi ini aku mendapatkan kabar yang kurang mengenakkan dari gisel adikku. aku dan kakak al segera meluncur ke rumah sakit setelah mendapatkan kabar bahwa keadaan billa semakin memburuk.
setelah 30 menit menempuh perjalanan kami akhirnya sampai juga di eunah sakit, setelah sampai aku segera turun dan berlari menyusuri koridor rumah sakit, meninggalkan kakak al yang sedang memarkirkan mobilnya.
ya saat ini yang ada di fikiranku hanyalah billa sahabatku.
"gisel, bella bagaimana keadaan billa?"
"entahlah kak, kami juga belum tau. dokter yang menangani kak billa belum keluar" jawab gisel sembari bercucuran air mata.
disamping gisel juga ada bella yang tengah menangis bahkan matanya mulai membengkak.
"mama liyla dan papa bima sudah tau masalah ini?"
"sudah kak, tadi aku sudah menghubungi mama liyla dan papa gio. mungkin mereka masih di perjalanan"
aku segera duduk di samping bella dan langsung memeluknya.
"kakak tau kamu anak yang kuat, jangan menangis lagi. kalau mama melihatmu seperti ini, mama pasti akan semakin sedih"
"a... aku takut kalau kak billa sampai tidak bisa tertolong kak" ucap bella sembari terbata-bata.
mendengar ucapan bella aku pun juga ikut takut, aku benar-benar tidak bisa menerima kenyataan buruk itu, Tuhan tolang selamatkan sahabatku, aku begitu menyayanginya.
"bella, gisel bagaimana keadaan kakak kalian?" tanya mama liyla yang baru saja masuk bersama papa bima dan kakak al
"kami juga belum tau ma, dokter yang menangani kak billa belum juga keluar. kita doakan saja semoga kak billa baik-baik saja" jawab gisel sembari memeluk mama liyla.
"mama juga berharap begitu nak" jawab mama liyla yang mulai bercucuran air mata.
aku dapat merasakan bagaimana perasaan mama liyla sekarang, beliau sekarang pasti sangat takut kalau hal buruk terjadi kepada putrinya sulungnya. Tuhan tolong selamatkan sahabatku, jangan kau hancurkan perasaan ibu yang sangat baik ini. lagi dan lagi, aku hanya bisa meminta kepada Tuhan. ya karna hanya itu yang bisa kulakukan sekarang.
tak lama kedua orang tuaku, papi varo, mami melati, kak alice, dan juga alexs pun datang.
"al bagaimana keadaan adikmu?" tanya mami melati kepada kakak al.
"entahlah dokternya belum keluar, kita doakan saja semoga billa baik-baik saja"
"semoga Tuhan melindunginya"
kondisi diruang tunggu benar-benar sangat mencekam, tak ada dari kami yang membuka suara. yang bisa kami lakukan saat ini hanyalah berdoa, dan saling meguatkan satu sama lain.
hingga tak berapa lama dokter yang menangani billa pun keluar dari ruang ICU.
"dok bagamana keadaan putri saya?" tanya mama liyla yang langsung berlari menghampiri sang dokter ketika melihatnya keluar.
"maaf buk kami pihak rumah sakit sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi yang di atas berkehendak lain. Tuhan lebih sayang nona billa"
"ti.... tidak mungkin dok, putriku pasti baik-baik saja" ucap mama liyla sembari berteriak histeris, sebelum kemudian beliau jatuh pingsan.
aku hanya bisa memeluk suamiku, dan menangis di dalam pelukannya. air mata yang sedari tadi aku tahan akhirnya lolos juga, kabar buruk yang tidak ingin aku dengar kini telah keluar dari mulut dokter yang menangani sahabatku. aku telah kehilangan sahabat baikku untuk selama-lamanya. Tuhan lebih sayang billa, lalu kami bisa apa selain mengikhlaskannya.
******
sebulan setelah kepergian billa papa bima sekeluarga memutuskan pindah ke paris.
"bel jaga kesehatan ya, jangan lupa kabari aku" ucap gisel sembari memeluk bella.
"iya sel, udah ah jangan nangis gitu kayak anak kecil aja. paris deket sel, kamu bisa mengunjungiku kapan saja, aku pun juga bisa pulang kemari kapan saja"
"aku pasti akan sangat kesepian kalau nggak ada kamu"
"kan masih ada alexs, ada kak gisa, kak alice juga"
"bel kamu beneran mau ninggalin aku?" tanya alexs dengan mata memerah.
"apaan sih lexs, jangan kayak gisel deh. udah ah kamu jagain gisel ya"
"kamu hati-hati ya"
"pasti" jawab bella sembari tersenyum.
******
"sayang kamu kenapa? kamu kangen billa ya?" tanya kakak al.
"iya sayang, aku sangat merindukannya. kira-kira billa sedang apa ya di atas sana" jawab gisa sembari memeluk bingkai foto yabg di dalamnya terdapat fotonya dan juga billa.
"billa pasti sedang berada di surga sekarang, dan dia pasti akan sangat sedih kalau melihat sahabatnya ini juga sedih"
"aku tidak sedih"
"apa salah jika aku merindukan sahabatku?"
"tidak, kamu tidak salah sayang. karna kenangan yang telah kalian lewati selama ini tidak akan pernah hilang, walau salah satu di antara kalian telah mendahului untuk menghadap sang maha kuasa. sudah jangan menangis lagi, kau terlihat sangat jelek kalau menangis seperti ini"
"ihh menyebalkan" jawab gisa sembari cemberut.
"sudah ayo tidur, ini sudah malam"
"iya sayang"
*****
"woi melamun aja, kesambet baru tau rasa" ucap gisel ketika melihat alexs tengah duduk melamun di kursi depan kampus.
"sialan loe ngagetin aja" ketus alexs.
"loe kenapa sih, semenjak kepergian bella loe banyak melamun"
"sebenarnya gue suka sama bella sel" jawab alexs secara gamblang
"a... apa? gue nggak salah dengar kan lexs"
"nggak, loe nggak salah denger. gue selama ini emang suka sama bella"
"lexs loe gila ya. loe bisa aja hancurin persahabatan kita"
"ya mau gimana lagi sel, gue nggak bisa bohongin perasaan gue. gue bener-bener suka sama bella"
"trus rencana loe sekarang apa lexs?"
"gue mau nyusulin bella ke paris"
"apa? loe gila ya lexs"
"gue emang udah gila, dan gue akan lebih gila lagi kalau harus jauh dari bella sel"
"trus kalau loe udah nyusulin bella, loe bakalan ungkapin perasaan loe kedia?" tanya gisel
"iya, gue akan ungkapin perasaan gue. gue nggak akan tutup-tutupi lagi sel"
"trus gimana dengan mami, dan papi?"
"mami dan papi udah tau dengan rencana gue"
"trus"
"mereka mendukung rencana gue, gue cuma minta sama loe, jaga diri loe"
"trus loe kapan berangkat lexs?"
"nanti sore"
"kenapa mendadak?"
"tidak mendadak, aku sudah memikirkannya semenjak keberangkatan bella''
''trus kenapa loe nggak ngasih tau gue lexs!"
"gue hanya nggak mau loe sedih sel"
"tapi gue tetep aja sedih lexs, itu berarti gue bakal sendirian"
"loe nggak sendiri, ada andin, mira, dan angga yang bakal nemenin loe. mereka bertiga juga teman kita sel"
"gue pasti bakal kangen banget sama loe lexs" ucap gisel sembari memeluk alexs.
"loe bisa mengunjungi gue dan bella kapan pun sel. dan kami pun juga bisa mengunjungi loe kapan pun, kita masih dalam satu bumikan" jawab alexs sembari tertawa.
"ihh nyebelin"
"udah jangan nangis lagi"
"gue hanya bisa dukung keputusan loe lexs, jaga diri baik-baik ya. jagain bella juga"
"pasti, loe juga jaga diri loe baik-baik"
"iya"
"anak pintar" ucap alexs sembari mengacak gemas rambut gisel.