My Introvert Husband

My Introvert Husband
rumah galih



"heyy gimana keadaan kamu hari ini?" tanya felix ketika sang adik baru saja membuka matanya.


"nggak tau kak"


"kok nggak tau sih"


"aku rasanya pengen pergi nyusul nenek kak"


"heyy jangan ngomong gitu dong dek" ucap felix sembari mengelus puncak kepala laras.


sungguh hati felix terasa sakit ketika adiknya bicara seperti itu. apalagi felix melihat sendiri bagaimana kondisi laras yang semakin hari semakin melemah.


"kakak"


"iya sayang kenapa?"


"aku pengen ke pantai sama kakak kayak dulu"


"iya tapi tunggu kondisi kamu lebih baikan ya"


"aku nggak yakin bakal sembuh kak"


"jangan ngomong gitu dong dek. jangan tinggalin kakak sama mama ya"


"aku nggak ninggalin kakak, aku cuma kangen nenek"


"kalau kamu ikut nenek, kakak gimana dek? kamu tau kan semua kakak lakuin buat kamu, usaha yang kakak lakukan buat kamu semua"


"ayo kak kita ke pantai"


"iya tapi kamu harus sembuh dulu"


"tapi kakak janji ya kalau aku sembuh, kakak ajak aku ke pantai" final laras, ia tidak ingin terlihat putus asa lagi di depan sang kakak. dapat laras lihat bagaimana felix sangat menghawatirkan dirinya, laras paham betul kalau felix sangat menyayanginya bahkan semua kerja keras felix semata-mata hanya untuk membahagiakan dirinya dan juga sang mama.


"iya, kakak janji sama kamu. oh iya tadi putri kecilmu kemari"


"lalu dimana dia sekarang kak? kenapa kakak nggak bangunin aku"


"starla udah diperbolehkan pulang"


"ahh syukurlah kalau putri kecilku sudah boleh pulang, aku lega mendengarnya kak"


"sekarang kamu juga harus fokus sama kesehatanmu biar kamu bisa pulang dan ajak starla main lagi"


"iya kak"


******


"star daddy pergi sebentar ya, kamu baik-baik dirumah sama bibik"


"dad mau kemana?"


"ke rumah om galih sebentar, besokkan acara pernikahan om galih dan tante aleta"


"star pengen ikut"


"dirumah aja ya, star kesana besok aja waktu akad nikahnya" ucap al sembari mengelus pipi starla.


"iya deh dad. daddy hati-hati dijalan"


"iya sayang" jawab al sembari mencium kedua pipi starla sebelum akhirnya ia beranjak pergi.


al segera masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya menuju rumah galih. setelah menempuh perjalanan hampir 20 menit akhirnya al telah sampai di rumah galih, disana sudah terdapat beberapa mobil yang terlihat tak asing untuk dirinya.


dengan segera al turun dari dalam mobil dan masuk kedalam rumah itu.


"ahhh akhirnya pak boss datang juga" ucap galih ketika al baru saja masuk.


"sorry telat"


"iya gapapa santai aja, oh iya gimana keponakan gue?"


"berarti besok bisa lihat gue nikahan dong"


"iya crewet"


"yesss" ucap galih sembari loncat-loncat mirip bocah kecil yang dapat mainan.


"kelakuan loe mas udah kayak bocah, awas aja besok kalau gerogi gue bakal bully loe sampai 10 tahun kedepan" ucap riko sembari terkekeh.


"ya kalau gue gugup wajar lah ko, ini pernikahan pertama gue"


"malu ama umur pak, udah tua juga" timpal arya.


"sialan loe bocah"


"pokoknya kalau loe besok gugup gue bakal ikut tim riko buat bully loe. loe gimana al?"


"gue ngikut"


"sialan loe semua" ucap galih dengan wajah yang ditekuk hingga menyebabkan Al, arya, dan riko terkekeh.


"gue udah nggak sabar buat besok" ucap galih sembari menatap ke atas seolah-olah sedang membayangkan sesuatu.


"mau ngapain mas kok gak sabar banget. nggak sabar belah durennya kan loe"


"heh bocah pikiran loe" ucap galih sembari menampol kepala riko.


"eleh gal akui aja kalau yang dibilang riko itu bener. ngaku aja loe, kalau joni loe udah nggak sabar buat enak-enak" ucap arya sembari terkekeh.


"diem loe rusuh banget dari tadi"


"pikiran loe tuh yang rusuh mas"


"gue patahin leher loe ya ko kalau bacot mulu"


"gue bantai gak jadi enak-enak loe nanti mas" ucap riko yang sekarang sudah memiting kepala galih.


"anjir sakit bocah"


"makannya kalau udah tua jangan banyak gaya loe mas"


"lepasin, gue nggak bisa nafas"


"lepasin ko, kasihan dia jomblo sejak zigot belum ngerasain kebahagiaan" ucap al berusaha melerai keributan yang ditimbulkan oleh riko dan galih.


"hlah iya kak gue lupa"


"sialan loe semua. balik sana, kalian disini nggak ada gunanya. dari tadi cuma ngeledek gue terus"


"balik beneran nih ya kita" ucap arya sembari bangkit dari duduknya.


"ehhh jangan dulu, loe semua belum bagi tips buat anak yang lucu-lucu"


"bentar maksud loe gimana nih?" tanya arya nggak paham akan maksud galih.


"maksud gue kasih masukan biar gue nanti bisa bikin anak ganteng dan cantik"


"gini deh gal, gue kan cakep terus bini gue juga cantik udah pasti juno anak gue ganteng. riko juga gitu, dia ganteng si gisel juga cantik ya pasti nakula ganteng lah. nah kalau si Al nggak usah di raguin lagi biarpun kayak es di kutub utara dia cakep, gisa juga gitu cantiknya kagak ada obat jelas anak mereka cantik"


"terus maksud loe?"


"nah maksud gue tuh gini, gue nggak tau anak loe nanti bakal jadi kayak apa. emaknya emang cantik tapi bapaknya kan amit-amit"


"emang dasar sialan loe ar, demen banget bikin gue kesel. dan begoknya gue masih aja mau temenan ama loe semua, padahal gue selalu dinistain"


"itu salah loe sendiri mas, ngapa punya muka bullyable"


"kampret loe bocah"