
"riko kamu mau kemana?"
"astaga gisel, kamu bisa manis sedikit nggak sih sama suami sendiri"
"hehe iya-iya sayangku. suamiku yang paling tampan, kamu mau kemana? kenapa sepagi ini kamu sudah sangat rapi"
"aku ada janji sama bang al"
"kakak al! mau kemana memang?"
"main golf"
"apa aku boleh ikut?" ucap gisel sembari memasang muka semanis mungkin agar sang suami mengizinkannya ikut bermain golf.
"dirumah aja, kak alice sedang menunggumu"
"kenapa kamu pelit sekali" ucap gisel sembari cemberut.
"aku tidak pelit, tapi kalau kamu ikut aku bisa di ledekin bang al, sama kak arya"
"hemtt baiklah"
"nah gitu dong, kan kalau nurut sama suami jadi makin cantik''
''gombal, udah pergi sana sebelum aku berubah fikiran dan tidak mengizinkanmu pergi"
"yaudah aku pergi dulu"
"hati-hati suamiku"
"iya istriku" jawab riko sembari berlalu pergi.
"bisa-bisanya kakak al, dan kak arya merampas suamiku ketika hari libur. aku kan juga ingin pergi jalan-jalan sama riko, aku pikir-pikir setelah menikah jarang banget bisa jalan sama riko"
"gisel,,,,,,, gisel" panggil alice sembari berteriak.
"astaga kakak ngapain sih teriak-teriak, udah kayak di utan aja"
"ya kalau gue nggak teriak nanti loe nggak denger bego, loe pikir rumah loe ini kecil"
"iya juga ya"
"ayo"
"kemana, datang-datang main ngajak pergi aja. tanpa jelas tujuannya lagi"
"kerumah gisa"
"ehh ayo gass kuy" ucap gisel sembari menuruni tangga.
"pelan-pelan ada keponakan gue tuh di dalam perut"
"gue belum isi kak"
"ya anggep aja kalau loe udah isi, jadi loe kagak banyak tingkah lagi"
"sak karepmu kak"
"kak mobilnya mana?" tanya gisel begitu mereka sudah sampai di luar rumah.
"kagak ada mobil, jalan kaki kita"
"astaga kakak gila ya, jarak rumah kita dan rumah kak gisa lumayan jauh kak"
"gue masih waras ya, bisa-bisanya loe bilang gue gila"
"bawa mobil ya kak"
"kagak ada mobil-mobilan, pokoknya kita jalan kaki"
"kalau nggak kita bawa motor ya"
''gisel kenapa loe nawar mulu kayak beli bawang sih. ini kemauan keponakanmu, memangnya loe mau keponakanmu nanti kalau lahir ileran"
"apa hubungannya, bilang aja kakak pengen olahraga karena setelah menikah kakak kebanyakan rebahan sama goleran di kasur"
"kamu sangat peka gisel"
"haih, baiklah ayo. tapi nanti jangan ngeluh capek ya, kalau sampai di tengah jalan kakak rewel gue tinggalin" ucap gisel sembari berjalan mendahului alice
"buset tega bener. tu bocah galaknya ngalah-ngalahin emak tiri, mama sarah dulu ngidam apa waktu hamil gisel, sayang nanti kalau kamu udah lahir nggak boleh kayak tante gisel ya"
******
"dia masih tidur dengan pulas. kasihan gisa, dia pasti sangat kelelahan, semakin hari perutnya semakin bertambah besar" ucap al sembari membelai pipi mulus gisa.
"*gisa aku sangat merindukanmu"
"billa aku juga sangat merindukanmu"jawab gisa sembari memeluk billa.
"kamu terlihat semakin cantik dengan perut sebesar ini" ucap bila sembari mengelus perut buncit gisa.
"kamu doakan ya supaya keponakanmu nanti terlahir dengan selamat dan sehat"
"itu sudah pasti, aku pasti akan mendoakan yang terbaik untuk malaikat kecil ini"
"billa apa kita tidak bisa bermain-main lagi seperti dulu?"
"bisa gisa, kalau kamu mau ikut denganku"
"tapi kalau aku ikut denganmu, aku harus meninggalkan anak dan suamiku"
"kalau begitu kita tidak akan pernah bisa bermain bersama lagi gisa. ya sudah aku pergi dulu ya"
"billa jangan pergi"
"sampai berjumpa lagi gisa" ucap billa sembari tersenyum dan melambaikan tangannya, dan perlahan-lahan bayangan billa mulai menghilang.
"billa jangan pergi, billa jangan tinggalkan aku, billa,,,, billa" panggil gisa sembari berlari mencoba mengejar bayangan billa yang mulai menghilang*.
"kak bangun"
"gisa bangun, sa bangun" ucap alice sembari menepuk-nepuk pipi gisa.
"billa" teriak gisa sembari bangun dari tidurnya.
"gisa kamu kenapa? kamu sampai keringetan seperti ini" ucap alice sembari memeluk gisa dan mengelap keringat gisa yang jatuh bercucuran.
"aku mimpi bertemu billa kak"
"kamu hanya mimpi"
"billa mengajakku untuk pergi bersamanya kak, tapi aku menolaknya. tapi setelah aku menolak ajakan billa, dia langsung pamit pergi. dia pergi dengan tersenyum, tapi aku tau dia pasti kecewa karena aku menolaknya"
"sudah jangan terlalu di fikirkan, itukan cuma mimpi"
"iya kak mimpikan cuma bunga tidur"
"udah sekarang kamu mandi gih, jangan terlalu difikirkan itu cuma mimpi"
"iya kak" jawab gisa sembari mengeratkan pelukannya kepada alice.
"kamu jawab iya, tapi kamu malah memelukku semakin erat" ucap alice sembari tersenyum, dari dulu alice memang selalu suka kalau gisa bersikap manja kepada dirinya.
"iya-iya kak, aku pergi mandi sekarang juga"
"anak pintar. kamu mau sarapan apa?"
"apa kakak mau masakin sarapan untukku?"
"tentu"
"aku pengen omelet keju"
"oke aku akan buatkan, sekarang kamu mandi dulu gih. aku sama gisel buatin omeletnya dulu"
"siap boss" jawab gisa sembari bangkit dari ranjang dan langsung menuju kamar mandi.
"kak kenapa kak gisa tiba-tiba memimpikan kak billa ya?"
"mungkin gisa kangen sama billa"
"apa kakak juga sering memimpikan kak billa bila kakak merindukannya"
"iya, memangnya kamu tidak pernah memimpikan billa"
"enggak"
"karena billa tau kalau dia datang ke mimpimu, bangun-bangun kamu pasti menangis"
"aku rasa kakak benar''
"itu sudah pasti. sudah ayo kita buatin kakakmu omlete keju permintaannya"
"ashiapp"
"k