
6 tahun kemudian.
"abang ngapain ngelamun gitu?" tanya alice sembari duduk di kursi kosong sebelah al.
"tidak apa-apa, aku hanya melihat anak-anak main. kalau melihat mereka bertiga aku jadi ingat masa kecil kita dulu"
"kenapa bisa gitu?"
"iya dulu aku selalu menjaga kamu, gisa, dan juga billa. rasanya aku selalu terasingkan, karena kalian sama-sama main boneka, sedangkan aku main robot. dan sekarang putriku juga mengalami hal yang sama, karena saudara-saudaranya pada main robot"
"yang penting mereka saling menyayangi bang"
"iya itu memang yang terpenting"
"mama aku sama nana laper" ucap juno sembari berlari ke arah alice.
"anak ganteng mama laper, bentar ya tante gisel masih masak sayang" jawab alice sebari membelai halus pipi juno.
"iya ma"
"jangan lari-larian lihatlah kamu jadi keringetan seperti ini" ucap alice sembari mengusap keringat putranya.
"aku kan laki ma, jadi nggak boleh takut kotor dan berkeringat"
"astaga siapa yang mengajarimu seperti itu?"
"om al"
"abang kenapa kau racuni pikiran anakku"
"siapa yang meracuni, memang laki itu harus seperti itu"
"tante apa mama masaknya masih lama? nana sudah lapar" ucap nakula sembari berlari kearah alice dan di ikuti oleh starla.
"iya aku juga sudah lapar" timpal starla.
"astaga anak-anak manis sudah pada lapar, kasihan sekali"
"anak-anak ayo makan, mama sudah selesai masak" teriak gisel dari ambang pintu.
"yey makan,, makan" ucap juno, nana, dan starla secara bersamaan.
"mereka terlihat bahagia sekali, apa mereka selapar itu"
"mereka seharian bermain mungkin saja mereka capek dan lapar"
"abang benar juga"
"kenapa kamu masih disini? bantu gisel sana"
"gak usah, gisel mampu kok mengatasi mereka bertiga"
"kamu ini kebiasaan dek"
"oh iya bang, ngomong-ngomong si laras sekarang kemana bang? beberapa tahun ini dia sudah tidak terlihat lagi?"
"laras meneruskan kuliahnya di london"
"ohh pantes nggak pernah kelihatan"
"tapi dia masih sering video call starla, anak itu selalu merindukan starla. tapi dia masih belum bisa pulang, sampai studinya selesai"
"apa abang tidak mempunyai niat untuk membuka hati?"
"maksudmu?"
"abang, starla butuh figur seorang ibu. apa abang tidak berkeinginan mencari ibu sambung untuk starla?"
"tidak, aku rasa kamu dan gisel sudah cukup untuk menjadi ibu starla"
"tapi tetap beda bang"
"nggak ada yang beda dek. sampai kapan pun aku tidak akan menikah lagi, gisa adalah satu-satunya perempuan yang ada di hatiku"
"abang bucin"
"biarin bucin sama istri sendiri"
"ingat nggak padahal dulu abang selalu bersikap dingin sama gisa, tapi setelah menikah abang jadi bucin akut" ucap alice sembari terkekeh.
"nggak ada alasan untuk tidak mencintai gisa dek, dia wanita hebat, cantik, dan sabar. aku sungguh beruntung bisa memilikinya ya walaupun hanya sebentar, karena nyatanya Tuhan lebih sayang sama gisa"
"udah jangan sedih-sedih. gisa di atas sana pasti akan ikut sedih, kalau abang sedih seperti ini"
"kau benar, dia pasti akan sedih jika melihat suaminya ini lemah" ucap al sembari tersenyum.
"abang, abang harus kuat ya. demi starla, abang adalah satu-satunya yang dimiliki starla" ucap alice sembari memeluk al.
"iya sayang, kamu jangan khawatir" jawab al sembari membalas pelukan alice.
*****
"nana,,, nana,,, nakula papa pulang sayang" teriak riko ketika baru saja sampai rumah.
"papa" panggil nakula sembari berlari memeluk sang papa karena sudah beberapa minggu ini riko pergi ke jepang menjenguk kedua orang tuanya sembari mengurus beberapa pekerjaan.
"papa kangen banget sama kamu nak"
"nana juga kangen papa"
"sayang kamu udah pulang?" tanya gisel sembari tersenyum manis.
"iya sayang, kemarilah aku sangat merindukanmu"
dengan segera gisel mendekat kearah riko dan langsung dipeluk oleh riko, sedangkan nana berada dalam gendongan riko.
"anak papa makin hari makin ganteng aja ya, mama mu sebenarnya memberimu makan apa?"
"ayam goreng cheff gisel dong pa"
"astaga kamu ini"
"mama baik-baik saja, hanya kemarin memang tensinya agak sedikit tinggi" jawab riko sembari tersenyum.
"aku sebenarnya kangen mama sama papa"
"udah jangan sedih, nanti akhir bulan mama sama papa pulang kok"
"beneran?"
"iyalah, kata mama beliau kangen sama cucunya yang ganteng, dan menantunya yang cantik"
"kamu ini bisa aja"
"sayang aku laper" ucap riko sembari mengelus perutnya.
"yasudah ayo kita makan bersama"
"ayo pa, nana juga sudah lapar"
"iya sayang"
*******
pagi ini al bangun kesiangan sehingga ia menjadi kelabakan sendiri.
"sayang ayo cepat nanti kamu telat ke sekolahnya"
"ini salah daddy. kenapa daddy bangun kesiangan" ucap starla sembari mencebikkan bibirnya.
"maaf sayang, tadi malam daddy lembur jadinya bangun kesiangan" ucap al sembsri tersenyum dan membelai lembut rambut starla.
"daddy selalu saja bekerja keras. lain kali daddy harus jaga kesehatan, nggak boleh terlalu capek-capek keluarga kita nggak akan kekurangan uang juga daddy"
"daddy kan kerja keras seperti ini untuk kamu, buat masa depan putri daddy yang paling cantik ini"
"iya, tapi aku nggak mau kalau daddy sakit"
"tidak akan, daddy kan kuat. udah makan sarapanmu, maafkan daddy ya kamu jadi sarapan dalam mobil seperti ini"
"tidak masalah daddy"
"bagaimana apa teman-temanmu masih suka nakal sama kamu?"
"tidak daddy. jika mereka berani kepadaku, sudah pasti juno dan nana akan menghajar mereka"
"benarkah?"
"iya dad, masak ya waktu itu aku di dorong sampai jatuh dan lututku terluka. ketika juno dan nana melihat itu, mereka langsung melempar bola secara keras sama anak nakal itu hingga dia menangis, dan berakhir juno dan nana di omeli bu guru"
"lalu ketika mereka dimarahi, mereka diam saja?"
"tidak, nana dan juno bilang. mereka tidak akan biarkan siapapun menyakitiku, ahh aku sayang sekali sama mereka dad. mereka memperlakukanku seperti seorang tuan putri"
*"kerja bagus keponakan-keponakanku yang tampan"* gumam al dalam hati sembari tersenyum.
"daddy kenapa senyam-senyum gitu?"
"tidak daddy hanya senang karena kalian bertiga bisa akur dan saling menyayangi satu sama lain"
"kan kalau sama saudara emang harus saling sayang dad, nggak boleh musuh-musuhan"
"kau benar, jadi kalian harus saling menyayangi sampai kapanpun ya sayang"
"iya dad. oh iya dad, aku kangen sama mbak laras"
"nanti kalau mbak laras sedang nggak sibuk, daddy akan melakukan video call untukmu"
"benar ya dad!"
"iya sayang"
"daddy memang yang terbaik" ucap starla sembari memeluk al dari samping.
"kenapa semakin hari kamu semakin manis saja, kamu semakin mirip dengan mommymu"
"benarkah dad?"
"iya, dia juga sama cantiknya denganmu"
"ahh andai mommy masih ada ya dad"
"heii anak daddy nggak boleh sedih dong, kan masih ada daddy yang selalu sayang starla. tugas starla adalah doakan mommy supaya mommy dapat tempat terbaik di dekat Tuhan"
"ahh daddy benar. harusnya aku nggak bileh sedih, nanti mommy juga ikut sedih"
"nah anak daddy makin pintar"
"iya dong dad"
"nah sekarang sudah sampai"
"daddy aku pergi dulu ya. daddy hati-hati dijalan" pamit starla sembari mencium tangan al sebelum keluar dari dalam mobil.
"iya sekolah yang pintar ya sayang" ucap al sembari mencium pipi starla.
"dada daddy" ucap starla sembari turun dari dalam mobil, dan langsung disambut oleh juno dan nana.
"sekolah yang benar ya anak-anak, biar nanti besarnya jadi presiden" ucap al sembari tersenyum.
"juno tidak mau jadi presiden om al, juno ingin jadi pengusaha sukses seperti om al"
"iya nana juga"
"terserah kalian saja, daddy pergi dulu" ucap al sembari melajukan mobilnya.
juno, starla, dan nakula