
"selamat pagi sayang. ayo bangun ini sudah siang, kenapa kamu hari ini bermalas-malasan" ucap gisa sembari menciumi pipi al secara bertubi-tubi.
"sayang ini hari libur" jawab al dengan mata masih tertutup.
"iya tapi biasanya kamu tetap bangun pagi meskipun hari libur yank"
"aku malas sekali hari ini"
"ayo bangun aku sudah membuatkan kopi untukmu, nanti keburu dingin yank"
"astaga kau ini bawel banget sih" ucap al sembari bangun dari tidurnya.
"nah gitu dong, ayo cepat mandi"
"iya bawel"
"aku kebawah dulu, siapin sarapan"
"iya yank"
dengan serega gisa turun kebawah dan langsung menuju dapur menyiapkan sarapan untuk al.
"kakak..... kakak"
"iya"
"kakak lagi apa?"
"buat sarapan untuk kakak al"
"aku mau juga, aku juga belum sarapan"
"ini banyak dek. kamu tumben pagi-pagi kesini, ada apa?"
"aku kangen kakak"
"kemarin kan baru ketemu"
"iya tapi aku sudah kangen kakak"
"dasar kamu ini"
"gisel kamu kemari?"
"ehh iya kakak al. kakak al baru bangun?"
"iya"
"tumben, biasanya juga pagi-pagi udah bangun trus ngegym"
"iya nggak tau nih, badan kakak rasanya nggak enak"
"kamu sakit yank?" tanya gisa dengan sedikit cemas.
"tidak sayang"
"beneran?"
"iya, kamu nggak perlu khawatir"
"kalau mau mesra-mesraan jangan di depan jomblo dong, nggak kasian apa sama aku"
"makannya cepet cari pasangan" ucap al sembari tersenyum
"cariin kak"
"apa cariin?"
"iya"
"kau ini cantik, tapi pasangan saja suruh nyariin.rugi sekali"
"ngomong aja kakak al nggak mau nyariin"
"yang jelas yang seperti alexs yank" celetuk gisa.
"ohh kau mau yang seperti adikku?"
"ihhh kak gisa nyebelin banget"
"tapi kakak bener kan?"
"iya juga sih"
"ya sudah nanti kakak cariin rekan bisnis kakak"
"jangan rekan bisnis kakak, nanti orangnya terlalu serius. kan nggak asik"
"terus kau maunya yang begajulan seperti alexs!"
"alexs nggak begajulan ya kak"
"ciee di belain"
"memang alexs nggak begajulan kak, hanya anaknya sedikit aktif aja"
"terserah kau saja bocah" ucap al sembari tersenyum.
"nihh nasi gorengnya sudah siap"
"hueekkk,,,,,, huekkkk"
"sayang kamu kenapa?" tanya gisa ketika melihat sang suami mual-mual.
"sayang itu nasi goreng apaan, itu baunya nggak enak. aku sampai mual-mual di buatnya"
"itu nasi goreng seafood kesukaan kamu yank"
"apaan itu nggak enak banget yank"
"astaga kakak al, ini nasi gorengnya enak banget"
"enak apanya, kau gila ya sel. itu bau banget"
"kakak tuh yang gila, orang enak gini malah dibilang bau"
"kita ke dokter ya yank. aku nggak tega lihat kamu mual-mual seperti ini"
"aku nggak apa-apa yank, mungkin aku masuk angin. sudah jangan khawatir ya"
"kalau gitu ayo istirahat yank, aku akan buatkan kamu bubur"
"iya sayang"
dan dengan segera gisa menuntun al menuju kamar.
"sayang kamu tunggu sebentar ya, aku akan segera kembali" ucap gisa, sedangkan al hanya menganggukan kepalanya.
dengan segera gisa turun dan membuatkan bubur untuk al.
"kakak mau ngapain lagi?" tanya gisel.
"mau buat bubur untuk kakak al"
"kak al kenapa sih kak? padahal nasi gorengnya enak loh"
"memang iya ya dek kalau nasi goreng buatan kakak bau?"
"mana ada. nasi goreng buatan kakak tetap enak seperti biasanya"
"lalu kenapa kakak iparmu bilang kalau itu bau"
"kak al aja yang aneh. aku telfon dokter ilham ya kak, biar dokter ilham periksa keadaan kak al"
"iya boleh"