My Introvert Husband

My Introvert Husband
dinner



"sayang sekarang istirahat ya, nggak boleh capek-capek" ucap laras begitu mereka sampai di kediaman al.


"iya ma. tapi mama temani star bobok ya, daddy juga"


"sama mama aja ya nak. daddy masih ada sedikit kerjaan"


"baiklah" jawab starla sembari mencebikkan bibirnya.


"jangan cemberut gitu dong"


"habisnya daddy nyebelin"


"oke gimana kalau sebagai gantinya nanti malam kita dinner"


"sama mama juga ya dad"


"tentu"


"yay daddy memang yang terbaik" ucap starla sembari meloncat-loncat dengan girang.


"yaudah tidur sana"


"siap boss"


*******


"sayang aku pulang"


"yank tumben jam segini udah pulang" ucap gisel sembari menghampiri sang suami dan segera mencium punggung tangannya dan mengambil alih tas kerja milik riko.


"ini weekend harusnya aku nggak kerja dan menghabiskan waktu bareng kamu dan juga putra kita. oh iya jagoan kita dimana?"


"lagi dirumah nono"


"mereka ini udah kayak anak kembar aja, susah banget dipisahinnya. dimana ada nana disitu ada nono, begitu juga sebaliknya" ucap riko sembari tersenyum.


"justru bagus dong yank, sama saudara emang harus akur"


"kamu benar. ohh iya yank besok starla operasi"


"besok?" tanya gisel dengan sedikit tidak percaya.


"iya"


"kenapa cepat sekali?"


"aku memang mempercepat operasinya, aku nggak tega melihat keponakanku yang paling cantik kesakitan"


"lalu gimana dengan kakak?"


"awalnya kak al nggak mau menandatangani surat persetujuannya, tapi pada akhirnya aku bisa membujuknya"


"ah syukurlah, semoga besok semuanya berjalan dengan lancar"


"amin, ya udah aku mau ganti baju dulu" pamit riko sembari mengusap pipi gisel.


"aku beruntung punya kamu ko. kamu bukan hanya suami dan ayah yang bertanggung jawab, tapi kamu juga begitu menyayangi keluargaku" gumam gisel sembari terus memandang punggung lebar riko yang mulai menjauh.


"mama"


"nana kamu udah pulang nak!"


"iya ma, soalnya nono mau ikut tante ke butiknya oma"


"kenapa nana nggak ikut? biasanya nana paling seneng kalau ketemu oma sama nenek"


"karena nana lihat papa udah pulang, jadi nana mutusin buat nggak ikut. nana kangen sama papa"


"kan tiyap hari ketemu sama papa nak"


"iya sih ma. tapi akhir-akhir ini papa selalu sibuk"


"emt yaudah nana makan dulu gih, papanya masih ganti baju"


"nana udah makan tadi ma"


"tante alice masak?"


"mana ada tante alice masak, yang ada tante alice bakal mengacaukan dapur" ucap nana dengan jujur hingga membuat gisel terkekeh.


"yaudah mama ke atas dulu, mau nyimpan tas papa" pamit gisel, dan hanya dijawab anggukan kepala oleh nana.


"hai jagoannya papa. kenapa kelihatan nggak semangat gitu?"


"papa sini" ucap nana sembari menepuk sofa kosong disampingnya.


"kenapa sayang?" tanya riko sembari duduk disamping nana.


"apa papa belum berhasil dapat donor ginjal untuk starla pa? nana sedih lihat starnya sakit, nana pengen star sehat kayak dulu lagi pa" ucap nana mulai terisak.


"papa udah dapat pendonornya, bahkan besok adalah waktunya star untuk operasi"


"papa serius?"


"iya sayang, sekarang yang perlu kita lakukan adalah berdoa supaya Allah beri kelancaran untuk operasinya, dan juga kesembuhan untuk kesayangannya kita"


"iya pa"


"nggak boleh nangis ya. anak cowok itu nggak boleh cengeng, harus kuat"


"nana nggak bisa buat nggak sedih pa, setiap kali ingat star sakit, hati nana rasanya sakit. nana nggak mau kehilangan bintangnya nana, star itu bintang yang paling terang dalam hidup nana"


"papa tau kalau nana sangat menyayangi star. makannya sekarang kita doain yang terbaik buat star ya"


"iya pa"


"udah jangan nangis nanti jadi jelek"


"maaf ya pa. nana terlahir sudah dengan kondisi tampan, nggak pernah ada jeleknya"


"astagfirullah, gisel anakmu nih. makin hari tingkat kepedeannya makin menjadi-jadi" adu riko kepada sang istri yang baru saja menuruni anak tangga.


"anak kamu juga itu"


"perasaan aku nggak pernah kayak dia. dia nurun kamu pasti"


"mana ada aku kayak gitu. lagian yang dibilang nana memang benar, dia memang terlahir dengan kondisi tampan, ya mau gimana lagi"


"tuhkan pa, mama aja mengakui"


"na kamu pernah dengar nggak kalau orang tua itu adalah pembohong yang paling baik"


"nggak pa. emangnya kenapa kok bisa gitu?"


"iya karena meskipun kamu jelek, mamamu akan tetap bilang kalau kamu tampan. karena mama nggak akan mungkin buat kamu sakit hati"


"mungkin" jawab gisel sembari mengangkat kedua bahunya.


"menyebalkan" ucap nana sembari bangkit dari duduknya.


"mau kemana nak?"


"tidur ma. nana capek"


"kalau gitu kita juga tidur yuk ma"


"kenapa kamu juga mau ikut-ikutan tidur"


"lantas mau apa? apa kita harus buat adek buat nana" ucap riko sembari menaik turunkan alisnya.


"gasar genit" ucap gisel sembari mencubit gemas perut sixpack riko.


"aaaa sakit sayang"


"makannya jangan genit"


"genit sama istri sendiri juga, bukan sama istri tetangga"


"ohh jadi berani genit sama istri tetangga?" tanya gisel sembari menatap tajam riko.


"mana ada. orang pawangnya aja galak gini"


"tapi kamu cintakan sama orang galak ini"


"cinta banget. udah ayo" ucap riko sembari menarik tangan gisel.


"mau kemana sih pa?"


"ke kamar. terong papa udah kangen sama donat mama" jawab riko cengengesan, sedangkan gisle hanya mampu membukatkan matanya ketika mendengar perkataan suaminya, sebelum akhirnya ia memukul lengan riko.


"RIKO KAMU MESUM" teriak gisel.


*******


"wah cantiknya anak daddy, siapa yang dandanin?"


"mama dong pa" jawab star sembari memeluk laras yang ada disampingnya.


"yaudah ayo kita berangkat sekarang, nanti keburu malam starnya malah ngantuk"


"iya dad. ayo ma" jawab starla sembari menggandeng tangan laras.


mereka bertiga pun segera masuk kedalam mobil. setelah itu al segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju restoran favorit starla.


setelah menempuh perjalanan hampir 15 menit akhirnya mereka pun sampai ditempat tujuan.


"sudah sampai, ayo turun"


dengan segera mereka bertiga memasuki restoran itu dan segera duduk di meja yang telah di pesan oleh al.


"oh iya tadi saya sudah pesan makanan. tapi saya nggak tau kesukaan kamu apa, jadi saya samakan sama makanan saya dan starla"


"gapapa pak. saya nggak pilih-pilih makanan kok"


"daddy gimana sih, makanan kesukaan mama aja nggak tau" ucap star dengan kesal, emang benar-benar susah kalau punya ayah yang dinginnya kayak kutub utara, nggak pernah peka.


"makanan datang" ucap pelayan sembari menaruh seluruh pesanan al "selamat menikmati"


"terimakasih" jawab laras sembari tersenyum.


"ayo dimakan"


"emtt ternyata makanan disini enak ya pak"


"apa kamu belum pernah kemari sebelumnya"


"belum. dan ini untuk pertama kalinya saya kemari"


"makanan disini memang enak, makannya dulu gisa suka makan disini, bahkan hal itu menurun ke putri kami"


*"betapa beruntungnya mbak gisa bisa dicintai oleh pak al. dia pria yang baik, cintanya kepada mbak gisa begitu besar. ahh harusnya aku nggak berharap banyak, karena sampai kapanpun pak al nggak akan pernah bisa kamu gapai ras"* gumam laras didalam hati.


"ras kenapa malah bengong?"


"ahh nggak kok pak" jawab laras sembari tersenyum.


"kamu selalu saja memanggilku pak, tapi kamu memanggil saudari kembarku dengan sebutan mbak, apa aku setua itu?"


"maaf pak, saya nggak tau harus manggil gimana.dari dulu saya manggil seperti itu karena saya tau pak al adalah pengusaha terkenal"


"panggil mas aja bisa kan! biar lebih akrab juga, lagian kita ini udah kayak keluarga ras, kenapa kamu masih terlihat sungkan kepada saya"


"ahh baik pak,,, ehh maksud saya mas al" jawab laras dengan sedikit canggung.


"mama lucu deh" ucap star sembari cengengesan.


"lucu kenapa sayang?"


"itu dad, coba lihat pipi mama merah gitu"


dengan segera al melihat laras, dan benar saja pipi gadis itu kini telah berubah menjadi merah semerah tomat. apa gadis itu sekarang tengah malu batin al sembari tersenyum tipis.


"wihh lagi dinner nih?"


al memutar bola matanya dengan malas, meskipun belum tau orang yang berada di belakangnya tapi ia hafal betul dengan suara itu. siapa lagi kalau bukan teman laknatnya.


"loe ngapain sih disini?"


"ya mau makan gue, loe pikir mau ngapain lagi"


"calon pengantin itu dirumah aja jangan keluar-keluar"


"matamu suwek kagak keluar-keluar. gue aja masih loe suruh kerja mulu"


"bawel, udah sana pergi"


"star bilangin ke daddy, jadi orang jangan galak-galak nanti lekas tua" ucap galih, dan dijawab dengan acungan jempol oleh starla.


"bocah sialan" gumam al yang masih dapat di dengar dengan jelas oleh galih.


"udah ahh gue pergi dulu. dilanjut pdktnya, nanti cepet-cepet nikah. gue pengen punya ponakan lucu lagi"


"loe buat aja sendiri sama aleta"


"itu pasti, sebelas anak kalau bisa. karena gue mau bentuk tim kesebelasan" jawab galih sembari berlalu pergi.


"buset kagak ngotak banget tu bocah, kasihan banget aleta punya calon suami sinting kayak galih" beo al sembari menatap punggung galih yang mulai menjauh.