
"star gara masuk ya" ucap gara sembari mengetuk pintu kamar starla.
"masuk aja gara" jawab starla dari dalam kamarnya.
ya tadi sewaktu pulang sekolah gara memang sudah berjanji akan main ke rumah starla. demi gadis kecil kesayangannya gara rela membatalkan janji dengan nakula, juno, biru, dan juga alfin untuk bermain game di rumah juno.
"star sedang apa?" tanya gara sembari menghampiri starla yang tengah berbaring di ranjangnya.
"ga ngapa-ngapain gara. apa itu yang kau bawa?" tanya star ketika melihat gara membawa sebuah paperbag.
"nih buat star"
"ini apa?"
"buka aja" ujar gara sembari tersenyum.
dengan segera starla membuka paperbag pemberian gara. mata starla berbinar begitu mengetahui isi dari paperbag itu.
"ini buat star?" tanya starla sembari menatap gara.
"iya buat star"
"makasih gara" ucap starla sembari tersenyum manis.
"sama-sama. kalau star lagi sedih dan gara nggak ada disamping star, star peluk aja bubu"
"bubu?" beo starla.
"iya, boneka itu aku kasih nama bubu. apa kamu keberatan dengan nama itu?"
"tidak, itu nama yang bagus gara. terimakasih aku sangat menyukainya"
hati sagara rasanya menghangat begitu melihat senyum cerah yang terpatri di wajah cantik starla. akan tetapi atensi gara teralihkan ke figura kecil yang tadi dipegang oleh starla, didalamnya terdapat foto kedua orang tua starla. dapat gara pastikan kalau starla tengah merindukan sang mommy.
"gara kamu kok kesini sih, bukannya kamu ada janji buat main game sama yang lainnya ya"
"iya, tapi gara batalin. gara mau temani star aja"
"kenapa emang?" tanya stala sembari memiringkan kepalanya.
"gara nggak mau star sendirian, kan star nggak mau kalau diajak main game"
"hehe gara baik banget sih, kan star jadi makin sayang"
blusssh
seketika pipi gara jadi memerah ketika starla bilang kalau ia menyayangi dirinya. duhh starla bener-bener ya kamu, masih kecil udah bikin anak orang baper.
"hai lagi pada ngapain ini?" tanya al yang baru saja masuk kedalam kamar putrinya.
"daddy udah pulang?"
"iya sayang, kebetulan kerjaan daddy nggak banyak jadi daddy bisa pulang lebih awal"
"daddy lihatlah gara kasih star boneka, ini sangat lucu" ucap starla sembari menunjukkan boneka pemberian gara kepada sang daddy.
"suka sekali dad. namanya bubu"
"bubu?"
"iya dad, gara yang kasih nama"
"nama yang bagus" ucap al sembari mengelus puncak kepala starla. "star sama gara udah pada makan?"
"star sih tadi udah dad, tapi nggak tau kalau gara"
"gara udah makan nak?"
"udah kok om"
"anak pintar. gimana apa papa dan mamamu masih suka jahat?"
"tidak om. mama dan papa udah nggak suka pukulin gara lagi"
"alhamdullilah om lega mendengarnya. kalau ada apa-apa jangan pernah sungkan bilang ke om ya"
"iya om"
senyum al mengembang, setiap kali melihat sagara ia pasti teringat kepada dirinya sendiri. gara selalu menjaga starla, dan dirinya dulu selalu menjaga gisa. rasanya dulu al menyayangi gisa seperti ia menyayangi alice, tapi entahlah seiring waktu perasaannya kepada gisa mulai berubah. dulu al selalu saja dingin kepada gisa, itu karena ia terlalu pengecut untuk mengakui perasaannya. padahal diam-diam al selalu melindungi gadis itu dari jauh, bahkan al menyewa orang untuk selalu melindungi gisa ketika gadis itu sedang bekerja atau pun pergi kemana-mana tanpa alice atau billa disampingnya.
entahlah rasanya al seperti berharap kalau sagara dan juga starla bisa seperti dirinya dan juga gisa dulu.
"daddy kenapa senyum-senyum?"
"ahh dad hanya senang, karena sekarang kalau dad nggak ada di dekat star ada gara yang jagain putri kesayangan daddy"
"iya dad gara selalu jagain star. nana, nono, biru, dan alfin pun juga sama"
"itu karena kamu princess makanya harus di istimewakan"
"emangnya gitu ya gar?"
"iya star" jawab gara sembari tersenyum, dan dibalas senyuman juga oleh starla.
*******
"loh kok cuma berempat. gara sama star mana?"
"star nggak mau kalau diajak main game ma, kalau gara nggak tau deh kemana, soalnya tadi telfon nono bilang kalau nggak jadi main" jawab juna sembari fokus menonton nana dan juga alfin yang tengah bermain game
"ohh gitu, ya udah mama pergi dulu ya. nanti kalau mama atau papa belum pulang, nono sama tante gisel dulu ya sayang"
"memangnya mama mau kemana?"
"mama mau nemenin papa kamu ke acara temannya"
"ohh. mama hati-hati"
"iya sayang" jawab alice sembari mencium juno. "anak-anak tante pergi dulu, kalian baik-baik ya dirumah. jangan berantem"
"siap tante" jawab nana, biru, dan juga alfin secara bersamaan.