My Introvert Husband

My Introvert Husband
belajar kelompok



"gara ayo masuk sayang. ini rumahnya nana, jangan sungkan-sungkan ya, kamu anggap aja rumah sendiri" ucap gisel begitu mereka sampai dirumah.


"iya tante" jawab gara sembari mengikuti langkah gisel, nana, dan juga starla.


"nono mana?" tanya gara begitu menyadari kalau mereka hanya tinggal bertiga.


"nono pulang dulu kerumahnya"


"rumah nono mana?"


"itu di depan" ucap nana sembari menunjuk depan rumahnya.


"wah rumah kalian berseberangan seperti rumah starla dan alfin, ahh pasti sangat menyenangkan ya"


"tidak juga, aku dan alfin sering sekali berdebat" ucap starla sembari mengerucutkan bibirnya.


"kalau rumah biru mana?"


"rumah biru tepat di kiri rumahku"


"apa dia belum pulang?"


"harusnya sih sudah" jawab nana.


"asalamualaikum cowok ganteng datang" ucap biru yang baru saja datang dan langsung duduk di samping starla.


"kenap kau kemari?"


"elah na masak aku nggak boleh main"


"kita disini mau bikin tugas kelompok, awas saja kalau kau mengacau" ucap starla sembari melotot tajam.


"iya-iya jangan galak-galak dong"


"kau kan memang suka sekali mengacau" ucap starla sembari mendengus.


"sudah-sudah jangan berteman. kalian selalu aja berdebat, aku sangat pusing" ucap nana mencoba melerai biru dan juga starla.


"ayo kita mulai" ucap juno yang baru saja datang sembari menenteng bukunya''


"kau lama sekali sih no"


"maaf, ada panggilan alam tadi" ucap nono sembari nyengir.


"ayo mulai"


"kenapa kamu belum ganti baju na?"


"aku malas no, udah ayo cepetan aku ngantuk"


"berarti kita nggak main dong?"


"nggak ada main untuk hari ini" ucap nono sembari menatap tajam biru.


"ahh sial, kalau gitu aku pulang dan tidur saja. bye sohib-sohibku orang ganteng pulang dulu" ucap biru sembari berlalu pergi.


"nih minum dulu, cake nya juga di makan ya" ucap mama gisel sembari menaruh nampan berisi minuman dan sepiring cake buatannya diatas meja.


"makasih mama cantik" ucap nana sembari mencium pipi mamanya.


"iya sama-sama sayang. oh iya tadi mama dengar ada suara biru, kemana anaknya?"


"biru pulang tan, nono usir biar nggak ganggu"


"nono kebiasaan sekali, kalian ini paling suka menistakan biru"


"biarin aja ma, biru biang rusuh sih"


"yaudah di lanjut belajarnya, mama kedalam dulu"


"iya ma"


******


"ras loe nggak serius kan?"


"apa sih vir, udah ya jangan dibahas lagi"


"gimana nggak dibahas____"


"hustt berisik, gue pusing dengerin loe yang ngoceh terus. udah ya gue bilang gue serius ya berarti seriu, loe nggak lihat nih muka gue serius gini" ucap laras sembari menahan bibir virda dengan jari telunjuknya.


"Tuhan yesus selalu memberkati orang-orang baik kayak loe ras" jawab virda sembari memeluk laras. "gue sayang banget sama loe ras, gue udah anggep loe sebagai adik gue sendiri. kalau ada apa-apa cerita sama gue, jangan pernah sungkan"


"iya vir" jawab laras sembari membalas pelukan virda.


*****


"sayang minum dulu kopinya" ucap bella yang baru saja menyusul suaminya di taman belakang.


"makasih sayang"


"iya. kamu kenapa sih, kok kelihatannya lagi mikirin sesuatu"


"kelihatan ya?"


"lexs aku ini istrimu. kita kenal juga bukan setahun, dua tahun. kita sama-sama dari kecil, aku tau betul gimana kamu" ucap bella sembari mengelus pundak alexs.


"aku hanya berfikir gimana caranya jauhin starla dari laras"


"lexs kamu kan tau gimana sayangnya starla sama laras"


"tapi aku juga nggak akan tinggal diam aja, dan ngebiarin pembunuh itu berkeliaran di keluarga kita bell. kamu tau kan gara-gara dia kita kehilangan kak gisa, dan gara-gara dia juga starla nggak bisa ngerasain kasih sayang mommynya"


"tapi kamu juga tau sendiri kan lexs gimana sayangnya laras sama starla, dia bahkan menganggap starla seperti putrinya sendiri lexs"


"hanya karena kebaikannya membuat kalian semua menutup mata, dan mengabaikan fakta bahwa kak gisa menggal gara-gara wanita itu"


"lexs semua orang juga akan melakukan hal yang sama jika di posisi kak gisa. jika saja aku yang melihat laras di pukuli sama kekasihnya, aku pun juga akan menolongnya, lexs tolong ikhlasin kepergian kak gisa. kak gisa pergi itu karena takdir lexs"


"kamu pun juga membelanya?" tanya alexs sembari menatap tajam bella.


"aku tidak membela siapapun disini, aku hanya bicara sesuai dengan fakta"


"terserah kamu. tanpa persetujuan dari kamu, aku akan tetap ngejauhin starla dari laras" ucap alexs sembari berlalu pergi.


"lexs kamu mau kemana?" tanya bella, namun alexs benar-benar mengabaikannya dan terus melangkah tanpa menghiraukan bella.


"dia selalu saja keras kepala. bahkan kopi buatanku sama sekali tidak di sentuhnya" gumam bella sendu.


dari dulu alexs memang yang paling keras kepala, dan bisa membujuknya hanya gisel. meskipun pada kenyataannya alexs dan gisel sering sekali berdebat, dan bertengkar. tapi untuk masalah membujuk alexs gisel ahlinya.


"gisel, aku harus gimana menghadapi sifat kerasnya" gumam bella mulai terisak.


*******


"hai-hai" ucap galih heboh ketika baru saja masuk keruangan al dan di ikuti aleta dibelakangnya.


"gimana persiapan pernikahan kalian?" tanya al.


"udah siap tinggal 5% lagi kelar" jawab galih sembari tersenyum lebar.


"bagus, aku sudah tidak sabar untuk menerima keponakan" ucap al sembari fokus dengan layar laptopnya.


"otw men" jawab galih semangat, sedangkan aleta langsung mencubit lengannya.


"auuu sakit beb" ucap galih sembari meringis menahan sakit.


"ta, loe serius mau nikah sama orang gila macam galih?" tanya arya memastikan.


"ya mau gimana lagi ar, gue udah terlanjur nyaman sama orang gila ini"


"bebeb aleta kok kamu ikutan arya menistakan calon suamimu ya"


"biarin aku suka menistakan kamu" jawab aleta sembari terkekeh.


"menyebalkan, untung sayang" ucap galih sembari mencubit gemas pipi aleta.


"woi jangan ngebucin disini, ruangan boss nih" sarkas arya.


"ehh iya. maap pak boss, gue suka kelepasan" ucap galih sembari melirik al yang wajah nampak lempeng-lempeng saja, dan memilih tetap fokus pada laptopnya.


"gimana kalian udah dapat pendonor buat starla?"


"kemarin ada dua, tapi nggak cocok sama starla" jawab arya.


"gue dapet satu, nanti baru mau coba cek kecocokannya sama ginjal strala" ucap aleta.


"gue malah belum dapet" ucap galih lemas.


"kita berdoa saja semoga pendonor yang di bawa aleta hasilnya cocok dengan ginjal milik starla"


"amin" ucap galih, aleta, dan arya secara bersamaan.


*******


"kita pulang dulu ya" pamit gara dan starla.


"kalian berdua yakin mau naik sepeda?"


"iya, lagian deket juga kan" jawab gara.


"yaudah kalian hati-hati" ucap nono.


"iya. kita balik dulu"


setelah starla naik ke atas sepedanya, gara dengan segera mengayuh sepedanya.


"stop gar"


"kenapa star?"


"aku ingin ikut latihan karate gara" ucap starla sembari menatap sanggar karate di depannya.


"makannya star cepet sembuh ya, nanti kita ikutan latihan karate sama yang lainnya" ucap gara sebari tersenyum.


"emmt. oke star, akan berusaha sembuh biar kita bisa terus sama-sama"


"star janji ya jangan pernah tinggalin gara" ucap gara sembari mengangkat jari kelingkingnya.


"iya star janji nggak akan pernah ninggalin gara, tapi gara janji juga sama star jangan pernah tinggalin star"


"iya gara juga janji nggak akan ninggalin star"


"yaudah ayo pulang, nanti gara dicariin mama gara"


"emtt"