
"morning"
"morning miss"
"pagi ini kalian akan mendapatkan teman baru" ucap dosen muda yang cantik itu sembari tersenyum. ya dia miss nana, dosen muda kesayangan semua mahasiswa, dan mahasiswi .
"cewek atau cowok miss?" tanya salah satu anak laki-laki yang duduk di kursi paling belakang.
"kalian penasaran ya?" tanya miss nana sembari tersenyum.
"yang ganteng aja miss" jawab mira
"huuu dasar bis mira ganjen" timpal angga
"iri bilang boss" timpal mira sembari melirik tajam kearah angga.
"angga kalau cemburu bilang ya, jangan di tahan-tahan nanti sakit" ledek agnes hingga membuat ruangan itu ricuh dengan gelak tawa
"sudah-sudah kenapa malah pada berdebat"
lerai miss nana ketika anak didiknya mulai ricuh.
"riko masuklah" ucap miss nana memanggil seseorang yang menunggu di depan pintu.
"selamat pagi"
"pagi" jawab mereka secara bersamaan.
sementara itu ada seorang gadis yang sedari tadi hanya duduk melamun sembari memainkan bulpoint ditangannya, dia sama sekali tidak tertarik dengan apa yang terjadi disekitarnya. ya siapa lagi gadis itu kalau bukan gisel, yang gadis itu fikirkan saat ini adalah alexs, apakah alexs dan bella disana sudah bersama? apakah alexs benar-benar mengutarakan perasaannya kepada bella? otaknya hanya berputar-putar tentang hal itu.
"sel, lihat deh anak baru itu cakep banget" ucap mira. merasa tidak mendapatkan respon dari sahabatnya itu mira lantas menyenggol tangan gisel.
"auuu sakit mir"
"lo ngalamun aja sih"
"kenapa emangnya?"
"tuhh lihat anak baru, ganteng banget" ucap mira.
*"astaga iya itu cowok ganteng banget"* batin gisel ketika baru saja memandang mahasiswa baru yang satu fakultas dengannya.
"riko perkenalkan diri kamu"
"baik miss" jawab riko dengan senyum manisnya. "perkenalkan nama saya felix riko vansbhasten kalian semua bisa panggil saya riko" ucap riko memperkenalkan diri dihadapan teman-teman barunya.
"mungkin ada yang ingin kalian tanyakan pada riko?"
"saya miss!" ucap mira sembari mengangkat tangannya tinggi-tinggi.
"iya mira, kamu mau tanya apa sama riko?"
"riko udah punya pacar belum?" tanya mira sembari tersenyum manis. sontak seisi kelas menyoraki pertanyaan mira.
"anjir bukan teman gue" gumam gisel, dan agnes secara bersamaan dan menutupi muka mereka dengan telapak tangan mereka.
"sudah-sudah jangan gaduh. mira kamu bisa tanya yang lebih penting tidak?" tanya miss nana.
"itu juga penting miss, kan itu menyangkut masa depan saya dan juga riko"
"heh tayo bisa diem nggak loe, gue tampol juga ya loe lama-lama" ucap angga
"diem deh ngga, jangan ganggu"
"status saya sekarang-" ucap riko menjeda omongannya cukup lama, hingga membuat mira dan yang lainnya penasaran. "status saya mahasiswa sama seperti kalian semua"
"yahhh....." ucap mira kecewa akan jawaban riko yang tidak sesuai dengan keinginannya.
"bukan it-"
belum selesai mira bersuara miss nana sudah memotong omongannya.
"oke miss rasa sudah jelas ya"
"belum miss"
"apalagi angga. kamu juga mau tau status riko, sama seperti yang dilakukan mira tadi?"
"nggak miss, saya cuma mau nanya riko pindahan dari mana miss"
"good miss suka pertanyaa kamu angga, silahkan dijawab riko"
"ah iya miss" jawab riko sembari mengangguk sopan. "sebelum saya pindah kemari saya adalah seorang mahasiswa di universitas yonsei, korea selatan"
"pantesan muka loe kayak oppa-oppa" ucap angga masih dengan rasa tak percayanya.
"ahhh oppa saranghae" ucap mira sembari memberikan finger heart kepada riko.
"omo jinjja" ucap angga sembari melambaikan tangannya ala-ala bencong terminal rawamangun, dan mencolek pundak mira
"heh ngga nggak cocok loe jadi oppa-oppa. dasar oppa-oppa kali deres" timpal agnes sembari terkekeh.
"sudah-sudah kalian ini hobby sekali bikin gaduh. riko kamu duduk disebelah angga da gisel ya"
"baik miss" jawab riko sembari mengangguk dan segera menuju kebangku yang di maksud miss nana.
******
"sayang kamu mual lagi"
"kita kerumah sakit ya"
"nggak usah. kan kemarin kamu dengar sendiri kalau aku baik-baik saja"
"kalau kamu baik-baik aja, kamu nggak akan muntah-muntah seperti ini yank"
"paling masuk angin biasa yank"
"masuk angin kok tiyap hari, sudah ayo cepat ganti pakaianmu, kita kerumah sakit sekarang juga"
"tapi yan-"
"aku tidak menerima penolakan" ucap gisa memotong omongan sang suami.
"ahh baiklah ibu negara"
"aku tunggu dibawah ya yank" ucap gisa sembari meraih tas jinjingnya.
"ahhh sial sebenarnya aku ini kenapa sih, kalau aku seperti ini terus aku hanya akan menyusahkan gisa" gumam al sembari mengganti pakaiannya.
"ayo sayang aku udah siap" ucap al yang baru saja turun dari tangga.
"ayo kita pergi sekarang"
"iya, tapi siapa yang mau bawa mobil? aku lemes banget yank"
"ya akulah yank, emang siapa lagi"
"jangan yank"
"sudah tenang saja, semuanya aman. udah ayo berangkat"
"baiklah"
setelah menempuh perjalanan hampir 20 menit al dan gisa akhirnya sampai juga dirumah sakit terdekar.
"ayo turun"
"yank nggak usah jadi periksa ya"
"apaan nggak jadi periksa, kita udah sampai sini yank"
"tapi aku beneran nggak kenapa-kenapa yank"
"nggak usah banyak protes ya, sudah ayo masuk"
ya tadi gisa memang sudah membuat janji dengan temannya yang memang kebetulan dokter umum di rumah sakit itu.
tokkkk....tokkkkk.....tokkkk
"masuk"
"pagi mel"
"ahh gisa akhirnya kamu datang juga, aku sudah menunggumu dari tadi"
"wah tamu special dong gue"
"ohhh itu sudah jelas pasti, nggak usah ditanya lagi. jadi gimana kamu sakit apa? atau jangan-jangan aku akan segera mendapatkan keponakan!" ucap amel sembari mengerling kearah gisa.
"masalahnya yang mual-mual itu suamuku mel"
"yahh pupus sudah harapanku sa"
"sudah cepat periksa suamiku"
amel segera menyuruh al berbaring di atas blangkar dan segera memeriksanya.
"apa yang kamu rasakan selama ini?"
"pusing, mual"
"disertai demam tidak?''
" tidak"
"apa perutmu sakit?"
"tidak juga"
"baiklah, setelah aku periksa suamimu baik-baik saja sa"
"baik-baik aja gimana sih mel, dia setiap pagi muntah-muntah terus. bahkan kau lihat sendiri kan kalau dia sampai selemah itu"
"iya sih. ahhh, atau mungkin kamu hamil sa"
"jangan ngarang deh mel, bahkan aku nggak mengalami tanda-tandanya"
"bisa jadi kam sa. karna ada juga ibu hamil yang tidak mengalami morning sickness, tapi malah suaminya yang mengalaminya. kalau saran dari aku lebih baik kalian periksa ke dokter kandungan deh"
"tapi aku takut mel"
"kamu takut apa? takut kecewa kalau hasilnya tidak sesuai dengan apa yang kamu fikirkan? dicoba aja dulu sa, siapa tau memang hasilnya positif"
dengan sedikit rasa ragu akhirnya gisa mengangguk-anggukkan kepalanya sebagai tanda menyetujui saran amel.