My Introvert Husband

My Introvert Husband
libur sekolah



"daddy bangun" ucap starla sembari naik keatas tubuh sang daddy.


"astaga sayang, ini jam berapa? kenapa kamu bangunin daddy sepagi ini nak, daddy masih ngantuk" keluh al kepada putri kecilnya, ya karena memang tadi ia tidur pukul 3 pagi. dan sekarang tepat jam 4 pagi starla sudah membangunkannya.


"daddy kan janji mau ajak starla pergi ke taman bermain" ucap starla sembari terus menggoyang-goyang tubuh sang daddy.


"sayang mana ada taman bermain buka sepagi ini, kau ini ada-ada saja. kau tau daddy baru saja tidur satu jam yang lalu, dan sekarang kamu sudah membangunkan daddy"


"daddy begadang lagi? kan starla udah bilang daddy nggak boleh capek-capek" ucap starla sembari memeluk sang daddy.


"daddy hanya menyelesaikan sedikit pekerjaan daddy, agar daddy bisa menemani putri kesayangan daddy bermain, kan putri kesayangan daddy sedang libur sekolah.


"daddy memang yang terbaik. oke kalau gitu daddy tidur lagi ya, maafin starla udah ganggu tidur daddy. love you daddy" ucap starla sembari mencium pipi al.


"love you too tuan putri" balas al sembari gantian mencium pipi starla.


setelah itu starla segera turun dari ranjang sang daddy dan menuju kamarnya kembali.


"hih aku rasa aku bangun kepagian, menyebalkan sekali. sekarang aku jadi sangat bosan. telfon nana dan juno ah" gumam starla sembari meraih ponselnya yang ia taruh di atas nakas.


"astaga starla kenapa kau menelfonku sepagi ini" ucap juno sembari masih menutup matanya, sedangkan nana hanya mengangkat panggilan videonya namun tanpa ada pergerakan sedikit pun.


"heii kenapa kalian kebo sekali, ayo bangun temani aku"


"ini masih sangat pagi starla, aku sungguh masih mengantuk" ucap nana sembari menguap.


"juno, nana aku sangat bosan"


"kalau kau bosan kenapa menelfon kami. kau boleh menelfon kami nanti kalau kami sudah bangun"


"astaga kenapa kalian tega sekali kepadaku, bagaimanapun aku ini kakak kalian"


"star loe kenapa sih?" anya nana sembari mengucek-ucek matanya berharap kesadarannya segera penuh.


"aku bangun kepagian, dan sekarang aku merasa bosan"


"lagian kamu ngapain bangun subuh-subuh seperti ini?" tanya juno sembari bangkit dari tidurnya.


"aku terlalu bersemangat karena nanti akan pergi ke taman bermain bersama daddy, tapi malah berujung aku bangun kepagian"


"kau selalu saja seperti itu starla" ucap juno sembari membuang nafas pelan.


"ah ini salah om al, harusnya om al tidak menyetujui keinginanmu kemarin. jadinya kau mengacau tidurku dan juga juno" ucap nana kesal sembari mencebikkan bibirnya.


"jadi kalian nggak ikhlas menemaniku? kalian udah nggak sayang ya sama aku? daddy saudara-saudaraku sudah tidak menyanyangiku, sekarang aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi kecuali daddy"


"astaga kamu ini benar-benar ratu drama star" ucap juno kesal.


"aku sedang tidak membuat drama" elak starla.


"kenapa aku harus mempunyai saudara menyebalkan sepertimu sih" ucap juno sembari membuang nafas pelan.


"apa kau tidak suka mempunyai saudara secantik diriku?"


"ya kau memang paling cantik, karena diantara kita memang kau satu-satunya wanita" ucap nana kesal.


"jadi maksudmu aku tidak cantik?"


"tidak" jawab juno dan nana secara bersamaan.


"menyebalkan sekali"


"juno haruskah nanti kita juga ikut pergi starla?" tanya nana.


"entahlah"


"heii awas saja ya kalau kalian tidak jadi ikut, akan aku patahkan kaki robot kalian" ucap starla mengancam kedua saudaranya.


"selalu saja mengancam" ucap nana kesal.


"tauk nih bocah" timpal juno ikutan kesal.


"lebih baik kau telfon mbak laras saja gih, kami benar-benar masih mengantuk star" ucap nana.


"mana mungkin aku telfon mbak laras, ini masih terlalu pagi. aku takut mengganggunya"


"kau takut mengganggu mbak laras, tapi sama sekali tidak takut mengganggu kami" ucap juno kesal.


"kalian kan adik-adik kesayanganku" ucap starla sembari tersenyum semanis mungkin.


"dihh jijik" ucap juno dan nana secara bersamaan saat melihat starla tersenyum centil.


"nana lihatlah saudarimu itu masih kecil tapi sudah segenit itu, apalagi nanti kalau sudah besar akan semakin menjadi-jadi"


"dia juga saudarimu bambang"


"ahh kau benar"


"heii sudah-sudah jangan berteman. pada mandi gih"


"ini masih terlalu pagi untuk mandi star"


"iya nana ku sayang, aku tau. tapi aku tau kalian bau iler, makannya cepetan mandi"


"sial mana ada pria tampan seperti kami bau iler" ucap juno kesal.


"tauk ngadi-ngadi banget" timpal nana ikutan kesal.


"yasudah sana pada tidur lagi, sampai jumpa nanti pagi saudara-saudaraku sayang. love you"


"love mee to" jawab juno dan nana secara bersamaan.


"menyebalkan" ucap starla sembari mencebikkan bibirnya dan langsung mematikan sambungan video callnya bersama juno dan juga nana.


"mereka berdua sangat menyebalkan, untung aku sangat menyayangi mereka" ucap starla sembari tersenyum.


jam kini menunjukkan pukul 06.00 dengan segera starla bangkit dari duduknya dan segera pergi mandi dan bersiap-siap.


"non starla" panggil bik titik sembari masuk kedalam kamar starla.


"selamat pagi bik titik sayang" ucap starla sembari berlari dan menghambur memeluk bik titik.


"uluh-uluh kesayangannya bibik udah wangi banget. sini biar bibik keringkan rambutnya"


"iya, makasih ya bik titi sayang"


"iya non" jawab bik titik sembari mengeringkan rambut starla dengan hair dryer.


setelah rambut starla kering bik titik segera menguncir rambut starla.


"nah sekarang udah cantik banget"


"iya dong kan hair stylistnya bik titik"


"yasudah ayo kita turun non, bibik udah siapin nasi goreng seafood kesukaan non starla"


"benarkah bik?"


"iya dong non"


"asik nasi goreng seafood. bibik udah lama nggak masakin itu buat aku, bibik memang yang terbaik"


"yasudah ayo turun non, daddy udah nungguin di bawah"


"daddy udah bangun?"


"iya non"


"apa daddy sudah siap-siap bik?"


"belum non, daddy baru saja bangun dan sekarang sedang meminum kopinya"


"haih daddy kebiasaan sekali. lalu apa saudara-saudaraku sudah datang?"


"belum non"


"mereka ini kebiasaan sekali" ucap starla kesal.


"ayo non kita turun"


"gendong bik"


"astaga non starla kan udah besar"


"ayo dong bik" rengek starla manja.


"baiklah tuan putri" jawab bik titik sembari tersenyum.


dengan segera bik titik menggendong starla menuju ruang makan karena al telah menunggu mereka.


"sayang kenapa kamu minta gendong bibik sih, kasihan bibik dong nak. kamukan sudah besar, pasti bibik keberatan menggendongmu"


"bibik tidak keberatankan bik?"


"tidak non" jawab bik titik tersenyum sembari mencubit gemas pipi starla.


"starla" panggil juno dan nana secara bersamaan, dan dibelakang mereka ada alice dan juga gisel yang tersenyum ke arah starla.


"akhirnya saudara-saudaraku yang tampan datang. kalian nggak marahkan sama aku, gara-gara aku ganggu tidur kalian"


"tidak, kami tidak marah" jawab juno dan nana secara bersamaan.


"memangnya starla kenapa kok juno dan nana harus marah?" tanya alice sembari mencium pipi starla.


"tadi pagi aku menelfon mereka tante, padahal mereka masih pada beleran ileran" jawab starla.


"lihatlah ma, starla menyebalkan sekali. mana ada anak tampan mama ini ileran"


"udah jangan berantem pagi-pagi, ayo sarapan" ucap al sembari tersenyum kepada keponakannya dan juga putrinya.


tingg... tongg..... tingg.... tongg.


"pagi-pagi gini siapa yang bertamu sih"


"biar aku yang bukain pintunya kak" ucap gisel sembari bangkit dari duduknya.


"arya nggak ikut?"


"abang gimana sih, abangkan suruh dia handel metting yang di bandung"


"astaga aku lupa" jawab al sembari tersenyum kepada saudari kembarnya itu.


"lah riko kemana?"


"riko ada di depan sama galih dan aleta"


"kenapa nggak masuk dan ikutan sarapan?"


"tadi katanya masih mau bahas sedikit kerjaan"


"hai-hai ayo coba tebak siapa yang datang!" ucap gisel sembari tersenyum.


"emang siapa tante?" tanya juno dan starla.


"iya ma, siapa yang datang"


"tara, mbak laras pulang" ucap gisel sembari menggandeng tangan laras.


"mbak laras" ucap starla, juno, dan nana secara bersamaan. dan langsung berlari dan menghambur memeluk laras.


"mbak laras kapan pulang? kenapa nggak kasih tau starla dan daddy. kalau mbak laras kasih tau kami, pasti kami jemput mbak laras di bandara"


"kalau mbak karas kasih tau berarti nggak suprise dong"


"ini untuk pertama kalinya kami bertemu mbak laras" ucap nana.


"iya biasanya kita cuma bisa ngobrol lewat video" timpal juno sembari tersenyum.


"mbak laras seneng bisa ketemu kalian bertiga. dulu waktu mbak laras pergi, kalian bertiga masih sangat kecil. tapi sekarang begitu mbak laras balik, kalian sudah tumbuh sebesar ini" ucap laras sembari memeluk juno, nana, dan starla. tanpa terasa air mata laras lolos begitu saja.


"mbak laras kok nangis sih?" tanya nana.


"mbak laras nggak nangis kok nakula, mbak hanya seneng akhirnya mbak bisa ketemu lagi sama kalian" jawab laras sembari tersenyum.


"jangan nangis ya mbak" ucap nana sembari menghapus air mata laras yang jatuh membasahi pipinya.


"iya mbak jangan nangis. kata mama kalau orang suka nangis nanti jadi jelek" ucap juno sembari memeluk laras.


"laras kenapa kamu sudah kembali? katanya kau mau melanjut studi S2!"


"iya pak. tapi setelah saya pikir-pikir lebih baik nggak usah lanjut studi lagi, kasihan mama pak harus banting tulang sendirian" jawab laras sembari tersenyum.


"ayo duduklah dan ikutan sarapan"


"iya pak"


"mbak laras nanti ikut kita pergi ke taman bermain ya" ucap starla sembari tersenyum.


"iya mbak ikut ya. kan seru kalau ada mbak laras" timpal juno.


"sayang, nggak boleh gitu ahh. gimana kalau mbak Laras nya sedang sibuk" ucap alice sembari membelai lembut kepala juno.


"gapapa kok mbak, kebetulan aku nggak ada kesibukan" ucap laras sembari tersenyum.


"jadi mbak laras bisa ikut kita kan?" tanya nana.


"iya nana sayang, mbak laras akan ikut pergi bersama kalian"


"horeee" sorak starla, juno, dan nana secara bersamaan.


"rencana kamu kedepannya apa laras?" tanya gisel kepada laras.


"mau coba nyari kerja mbak. aku mau bantu mama, kasihan mama harus banting tulang sendirian"


"kerja di kantorku saja, nanti akan aku carikan posisi yang pas untukmu"


"tidak usah repot-repot pak"


"tidak merepotkan sama sekali. atau kalau kamu tidak mau di kantorku kau bisa bekerja di kantor riko"


"iya suamiku pasti juga tidak akan keberatan" ucap gisel sembari tersenyum.


*"Tuhan mereka semua selalu bersikap baik kepadaku meskipun gara-gara aku mbak gisa meninggal. dan sekarang starla jadi tidak bisa merasakan kasih sayang dari ibunya"* gumam laras sembari menatap al, alice, dan gisel secara bergantian.


"nana sayang kamu panggil papa, om galih, sama tante aleta di depan ya. ayo kita mulai sarapan, nanti keburu kesiangan" ucap gisel.


"iya ma" jawab nana sembari berlalu keluar.


"hai laras apakabar?" tanya galih ketika baru saja masuk bersama riko dan juga aleta.


"baik mas"


"tebar pesona" gumam aleta pelan namun masih bisa didengar jelas oleh riko.


"kenapa? cemburu ya mbak" tanya riko sembari tertawa.


"dihh siapa juga yang cemburu" ucap aleta sembari duduk disamping gisel.


"mas galih, apa kau tidak mencium aroma cuka yang menguar?"


"bau cuka! kau gila ya ko, ini sarapannya nasi goreng seafood mana ada cuka"


"dasar nggak peka. pantes aja sampai sekarang masih jomblo" ledek riko.


"ye bocah sialan"


"makan sarapanmu, atau kalau masih ribut gue tendang keluar"


"iye galak banget sih"


setelah selesai sarapan al segera bersiap-siap untuk menemani putri kesayangan pergi ketaman bermain.


"daddy lama sekali"


"kan daddy harus mandi, harus bersiap jadinya sedikit lama dong sayang" ucap gisel sembari membawa starla ke atas pangkuannya.


"apa kalian menunggu lama?"


"buset tumben beda" ucap galih sembari mengelilingi tubuh al.


"apaan sih loe, kayak nggak pernah lihat gue aja"


"abisnya beda. biasanya seorang bapak al akan tampil dengan setelan formal dan wajah garangnya"


"kampret" ucap al sembari menoyor kepala galih.


"atau jangan-jangan karena ada laras ya!" goda aleta.


"nah iya bener tuh. jangan-jangan karena ada laras" timpal alice sembari terkekeh.


"bicara sembarangan saja. sudah ayo kita berangkat, alice kau mau ikut denganku atau dengan riko?"


"aku bareng riko sama gisel aja bang. abang sama laras dan starla saja"


"baiklah"


********


setelah menempuh perjalanan hampir 40 menit akhirnya mereka semua telah sampai di taman bermain yang di inginkan oleh starla.


"yey akhirnya sampai juga" ucap starla sembari keluar dari mobil dan berlari menghampiri juno dan nana.


"starla jangan lari-lari nanti jatuh" ucap laras memperingatkan.


"iya mbak"


"ayo masuk" ucap al sembari melangkah pergi terlebih dahulu.


"biarkan boss besar terlebih dahulu yang masuk. jadi kita tidak perlu membayar tiket masuknya" ucap galih.


"kau benar, apa fungsinya boss besar kalau kita semua masih harus keluar duit" timpal aleta.


"sudah ayo, keburu boss besarnya ngamuk" ucap alice sembari berjalan mengikuti langkah al.


setelah masuk ke area taman bermain al, galih, dan riko hanya duduk-duduk santai di kursi taman. sedangkan alice, gisel, aleta, dan laras menemani anak-anak bermain.


"tidak bertemu beberapa tahun, laras semakin terlihat dewasa" ucap galih sembari terus memandang ke arah laras.


"jelas dia sudah dewasa, sekarang dia sudah lulus S1"


"al apa kau tidak berkeinginan menjadikannya istri?"


"kau ini bicara apa"


"aku bertanya serius"


"kau kan tau aku tidak memikirkan hal itu"


"kalau kau tidak mau menikahinya, maka aku akan menjadikannya istri ke duaku nanti"


"memangnya kau yakin aleta akan menerimamu?"


"ya kagak sih"


"lantas kenapa kau bilang istri kedua?"


"ya siapa tau aja aleta mau sama gue al"


"mas galih tebal muka. nggak usah tebar pesona, aku lihat tadi mbak aleta cemburu"


"benarkah?" tanya galih karena ia tidak percaya jika aleta mencemburuinya.


"iya. aku bilang mencium bau cuka, itu karena mbak aleta cemburu, tapi kau malah tidak faham maksudku"


"jomblo akut seperti dia mana paham begituan ko"


"ah kau benar kak"


Daddy Al



Starla



Mbak Laras



.


.


.


.


.


.


.


.


*jadi gimana menurut kalian, daddy al bakal tetep setia sama mommy gisa. atau malah belajar membuka hatinya buat mbak laras?