
"semenjak aku dan gisa menikah aku belum pernah sekalipun mengajaknya jalan-jalan atau berlibur, hah suami macam apa aku ini"
dengan segera al memeriksa jadwalnya hari ini.
"ahh hari ini aku tidak ada rapat lebih baik aku pulang lebih awal dan mengajaknya jalan-jalan" ucap al sembari tersenyum.
dengan segera al meraih tas kerja dan kunci mobilnya.
"aleta gue hari ini mau pulang lebih awal, tolong loe hendel semuanya ya. kalau ada apa-apa kamu hubungi saja arya atau galih"
"memangnya kamu mau kemana al?"
"aku ada urusan keluarga. aku pergi dulu" ucap al sembari berlalu pergi.
"urusan keluarga apa yang bisa membuatnya meninggalkan pekerjaannya, apa sepenting itu" gumam aleta sembari terus mengawasi punggung al yang kian lama kian menjauh.
*******
ketika diperjalanan al segera merogoh ponselnya yang ia taruh didalam saku jasnya dan dengan segera ia menghubungi istrinya untuk memastikan dimana keberadaan istri tercintanya itu.
"halo sayang" ucap gisa dari seberang sana.
"sayang kamu dimana?" tanya al
"aku dibutik sayang. kenapa memangnya?"
"aku jemput kamu ya"
"mau kemana memangnya?"
"aku mau mengajakmu kesuatu tempat"
"kemana?"
"rahasia dong. sudah kamu siap-siap ya aku sebentar lagi sampai, bye sayang"
setelah hampir 10 menit berkendara al pun sampai dibutik milik sang mami.
"kakak al! kakak al ngapain disini?" tanya billa yang melihat kedatangan al.
"dimana istriku?"
"oh gisa. gisa ada didalam bersama sally sebentar lagi pasti juga keluar"
"sally pria melambai itu?"
"dimana mereka?"
"didalam" jawab billa sembari menunjuk salah satu ruangan dimana disitu adalah ruangan khusus untuk gaun-gaun pernikahan.
dan dengan segera al masuk kedalam ruangan itu, ia sungguh tidak ikhlas melihat istrinya berdua-duaan dengan pria lain dalam satu ruangan. ya meskipun al sendiri tau kalay sally tidak akan mungkin berbuat yang tidak-tidak kepada istrinya, tetapi tetap saja bagaimana pun keadaannya sally tetaplah seorang pria.
"sayang" panggil al begitu ia masuk dalam ruangan itu.
"sayang kamu sudah sampai?"
"iya aku baru saja tiba. ayo kita pergi sekarang"
"sebenarnya kita mau kemana?"
"rahasia dong. kalau aku bilang namanya bukan kejutan lah"
"iya juga sih. tapi tunggu mami sebentar ya, agar semua pesanan tante sally mami yang mengurusnya"
"kenapa harus nunggu mami sih"
"tidak sopan kalau kita membiarkan tamu menunggu sendiri. apa lagi tante sally adalah pelanggan tetap mami"
"sally bagaimana apa kamu puas dengan hasil kerja gisa?" tanya mama sarah yang baru saja masuk kedalam ruangan itu.
"nah ada mama biar mama saja yang tangani masalah sally sayang" ucap al dengan penuh semangat.
"kamu ini ya menyebalkan sekali" ucap gisa sembari berbisik didekat telinga al.
"kalian berdua kenapa?" tanya mama sarah.
"ini ma. al mau mengajak gisa keluar tapi gisanya dari tadi susah sekali dibujuknya hanya karna dia merasa tidak enak meninggalkan sally sendirian"
"oh kalian mau pergi. pergilah, biar urusan sally mama yang urus"
"tidak apa-apa memangnya ma?" tanya gisa.
"tidak apa-apa sayang. lagian lihatlah suamimu dia bela-belain pulang awal hanya untuk mengajakmu jalan loh nak"
"emtt baiklah, kalau begitu gisa dan kakak al pamit ya ma"
"iya kalian berdua hati-hati ya nak"
"iya ma"