My Introvert Husband

My Introvert Husband
tidur bersama daddy



"sayang gimana kabar kamu disana? maaf ya aku belum sempat jengukin kamu. kangen nggak sama aku? kalau aku sih kangen banget" monolog al sembari mengelus bingkai foto milik istri kesayangannya.


"daddy" panggil starla sembari masuk kedalam ruang kerja milik ayahnya.


"hai sayang. putri daddy kok belum tidur sih? apa belum ngantuk" tanya al sembari membawa putri kesayangannya duduk keatas pangkuannya.


"belum dad. star pengen bobok bareng daddy"


"ada apa nih kok tumben banget princessnya daddy pengen bobok bareng daddy"


"star kangen daddy, makannya star pengen bobok sama daddy"


"oke kalau gitu kita bobok sekarang ya"


"nanti dulu dad"


"kenapa?"


"star belum ngantuk daddy"


"tapi ini udah jam 10 sayang, ayo tidur"


"star pengen telfon om ganteng dulu dad, star kangen sama om ganteng"


"star kangen om felix?"


"iya daddy"


"ya udah sekarang kita bobok, mumpung besok weekend daddy akan ajak star main kerumah om ganteng sama nenek rani"


"daddy serius?"


"serius dong"


"asik makasih daddy" ucap starla sembari mencium pipi sang ayah.


"tapi besok sebelum kerumah om ganteng kita jengukin mommy dulu ya"


"oke daddy"


"yaudah sekarang bobok ya cantik" ucap al sembari mencium pipi gembul starla.


******


pagi ini sesuai dengan janjinya kemarin al benar-benar mengajak starla pergi kerumah rani, namun sebelum itu mereka menyempatkan diri untuk mengunjungi makam gisa.


"mommy lagi apa ya dad? apa mommy sekarang lagi ngumpul sama tante dan mama" ujar starla sembari mengelus nisan sang mommy.


"maafin daddy ya sayang. daddy gagal jagain mommy kamu, hingga mommy kamu ninggalin kita berdua"


"daddy jangan minta maaf dong, kan mommy pergi karena dipanggil sama Tuhan. Tuhan panggil mommy lebih dulu, karena Tuhan lebih sayang sama mommy dad" ucap starla sembari memeluk sang daddy dari samping.


"star nggak marah sama daddy?"


"no, buat apa star marah! star justru bangga karena punya ayah sehebat daddy"


"daddy juga beruntung punya putri secantik starla. yaudah pulang yuk"


"kan mau kerumah nenek rani dulu dad"


"ohh iya ya daddy lupa sayang" ucap al sembari menggaruk tengkukknya yang tak terasa gatal.


"mommy star dan daddy pulang dulu ya" ucap starla sembari mencium nisan gisa, sebelum akhirnya ia bangkit dan berjalan mendahului sang daddy.


"aku sama putri kita pulang, kamu yang tenang di atas sana sayang" ujar al sebelum akhirnya menyusul starla.


*********


setelah menempuh perjalanan hampir 15 menit akhirnya al dan starla sampai di kediaman rani.


"nenek" panggil starla begitu melihat rani yang tengah asyik menyirami tanamannya.


"ahhh cucu nenek kemari!" ucap rani sembari membuang selang air yang tengah ia bawa dan segera berlari untuk memeluk starla.


"iya nenek. star kangen nenek dan om ganteng"


"nenek lebih kangen sama star"


"nenek kenapa nggak main kerumah star?" ucap star sembari mengurai peluknya.


"maafin nenek ya. nenek baru pulang dari luar kota jadi belum sempat mampir kerumah star"


"iya deh"


"nenek punya hadiah lo buat star" ucap rani sembari menoel hidung starla.


"apa tuh nek"


"kita masuk dulu yuk"


"al ayo masuk nak" ucap rani sembari menggandeng tangan starla menuntunnya masuk kedalam rumah


"iya tante" jawab al sembari mengikuti langkah rani.


"om ganteng" panggil starla begitu melihat felix yang tengah duduk di ruang keluarga dengan laptop dipangkuannya. sedangkan rani naik kelantai atas menuju kamarnya untuk mengambil oleh-oleh untuk starla.


"hai sayang, kamu kesini?"


"iya star kan kangen sama nenek, sama om ganteng"


"om juga kangen sama kamu"


"gimana keadaan loe lix?"


"jauh lebih baik al. gimana keadaan keponakan gue yang cantik ini, dia baik-baik ajakan?"


"star baik"


"om kenapa nggak pernah jengukin star sih?" tanya starla sembari mencebikkan bibirnya.


"maafin om ya, habisnya kerjaan om banyak. jadi belum sempet jengukin cantiknya om"


"huh star sampai kangen tauk"


"iya-iya maaf ya cantik. nantik kalau kerjaan om udah nggak banyak, om pasti sempatin waktu buat main kerumah star"


"janji ya om" ucap star sembari mengangkat jari kelingkingnya.


"janji" ujar Felix sembari menautkan jari kelingkingnya dengan jari mungil starla.


"lagi ngomongin apa nih kelihatanya kok seru banget!" ucap rani yang baru saja kembali dari kamar sembari membawa sebuah paperbag ditangannya.


"nggak ngomongin apa-apa kok nek"


"yaudah nih hadiah buat star" ucap rani sembari memberikan paperbag yang ia bawa kepada starla.


"apa ini nek?"


"buka aja sayang"


dengan segera starla membuka paperbag pemberian rani. matanya berbinar begitu melihat isi didalamnya sebuah boneka barbie yang begitu cantik.


"bilang apa sama neneknya star?" ucap al menyadarkan starla yang kini tengah fokus pada boneka barbienya.


"makasih nenek" ucap starla sembari memeluk rani.


"sama-sama sayang, gimana star suka?"


"suka nek"


"syukurlah nenek seneng dengernya"


"lagi ngerjain apa sih lix serius bener? hari libur gini masih aja kerja"


"ada beberapa file yang harus gue kerjain al karena schedulenya besok"


"kerjaan mulu loe fikirin, nikah gih biar ada yang ngurusin"


"ckkk jangan bahas itu" ucap felix malas.


"lihatlah al dia selalu aja kayak gitu, tante sampai capek sama si gila kerja itu" ucap rani mendramatisir.


"tante yang sabar ya"


"loe nyuruh gue nikah, tapi loe juga nggak nikah-nikah oncom"


"gue udah nikah, loe lupa kalau anak gue udah sebesar itu"


"tapi dia juga butuh sosok mama kalau loe lupa"


"star nggak kekurangan itu. dia punya wanita-wanita hebat yang selalu ada disampingnya. ada alice, gisel, bella,aleta, mami, mama sarah, dan juga tante rani. apa masih kurang kasih sayang mereka semua"


"tapi tetep aja beda al. gadis sekecil star memang butuh kasih sayang seorang ibu, kali ini tante setuju dengan felix. belajarlah membuka hati nak" ucap rani sembari menatap starla yang kini berada ditaman belakang memainkan boneka barunya.


"nggak ada yang beda tante. dan sampai kapanpun mommynya star ya cuma satu gisa, dan mamanya juga cuma satu laras, nggak akan ada yang lain lagi. sampai kapan pun al nggak akan pernah mencari pengganti gisa, karena bagi al menikah itu hanya sekali seumur hidup"


"kamu begitu mencintai gisa al?" tanya rani sembari mengelus pundak al.


"sangat tante"


"gisa beruntung bisa memiliki suami sehebat kamu, dia diatas sana pasti senang dan juga bangga sama kamu"


"semoga begitu"


"itu pasti" ucap rani sembari tersenyum.


sekarang rani tau kenapa laras sangat mencintai al. pria yang ada disampingnya ini memang hebat, tak salah kalau putrinya bisa jatuh cinta kepada seorang Alfian Akbar Efendi.