My Introvert Husband

My Introvert Husband
korban sinetron



"apa kamu benar-benar yakin dengan keputusan yang telah kamu buat?" tanya riko kepada orang yang akan mendonorkan ginjalnya untuk starla.


"saya yakin mas"


"kamu tau kan kalau nyawa kamu menjadi taruhannya. manusia memang masih bisa hidup dengan satu ginjal, tapi satu ginjal kamu mengalami kerusakan. dan kemungkinan untuk kamu bisa bertahan sangatlah kecil"


"saya tidak mempermasalahkan itu"


"lalu bagaimana dengan ibu?" tanya riko kepada ibu si pendonor.


"sebenarnya saya juga nggak mau kehilangan putri saya mas, tapi mau bagaimana lagi. saya tau betul bagaimana putri saya, sekuat apapun saya melarangnya, dia tidak akan pernah mendengarkan saya. jadi mau tidak mau saya harus mendukungnya"


"apa ibu siap dengan kemungkinan terburuknya?"


"saya nggak tau mas" ucap ibu itu sembari terus terisak.


"mama jangan sedih dong, aku gapapa"


"gimana mama nggak sedih nak, kamu putri kesayangan mama"


"apa benar kemungkinan hidup teman saya sangat kecil mas. apa nggak ada cara lain untuk menyelamatkannya?"


"nggak ada. satu-satunya cara, teman kamu juga harus dapat donor ginjal. atau kalau kamu nggak mau terjadi apa-apa sama teman kamu, larang dia untuk mendonorkan ginjalnya"


"nggak,saya akan tetap donorkan ginjal saya. setidaknya di sisa hidup saya, saya bisa melakukan hal yang berguna bagi orang lain"


"terserah kamu. coba kamu fikirkan lagi secara baik-baik, kalau kamu sudah memikirkannya secara matang-matang saya rasa kamu tau harus cari saya kemana. kalau begitu saya permisi dulu" ucap riko sembari bangkit dari duduknya, dan segera meninggalkan rumah si pendonor ginjal.


********


"assalamualaikum"


"walaikumsalam. kamu dari mana aja sih? kenapa jam segini baru pulang!"


"aku ada urusan tadi yank"


"urusan apa. ohh atau jangan-jangan kamu ada main sama wanita lain ya!"


"astaga sayang kamu ngomong apa sih"


"halah ngaku kamu. kamu udah bosan sama aku ya! riko anak kita udah besar, kamu nggak mungkin hianatin aku kan? kamu nggak kasihan apa sama putra kita?"


"kamu ini bicara apa? kenapa bisa nuduh aku yang nggak-nggak gini sih"


"menurut sinetron yang aku tonton kalau suami sering pulang telat dia pasti punya wanita idaman lain"


"memangnya sinetron apa yang kamu tonton? bisa-bisanya sampai buat kamu nuduh suami kamu kayak gini"


"itu sinetron yang di Tv yang ada ikan terbangnya"


"astagfirullah, mulai sekarang kurang-kurangi nonton sinetron. kamu makin bodoh gara-gara sinetron gisella anastasia aroran, udah ahh aku mau mandi. capek, pulang kerja bukannya disambut. ehh ini malah di tuduh yang bukan-bukan"


"sayang maaf"


"udah ayo"


"kemana?"


"bikin adik buat nana"


sementara itu nakula tengah asyik memasukkan popcron kedalam mulutnya sembari menonton drama yang telah dibuat oleh papa dan juga mamanya.


kadang-kadang nana suka heran dengan mamanya, bisa-bisanya mamanya itu selalu mencurigai papanya. sedangkan nana sebagai anaknya saja tau betul gimana bucinnya sang papa kepada mamanya.


******


"star makan dulu ya sayang, habis itu di minum obatnya"


"iya tante. tante maafin star ya, star jadi ngerepotin tante"


"sayang, kamu sama sekali nggak ngerepotin tante" jawab bella sembari membelai lembut puncak kepala star.


"tante mama kok nggak kesini sih"


"mungkin mama laras sedang sibuk sayang"


"iya kak, mungkin tante laras lagi sibuk. tante laras kan seorang dokter" ucap abel.


"nah betul tuh kata abel. seorang dokter itu harus sigap di rumah sakit sayang. karena bagi dokter pasien adalah yang nomor satu, harusnya star bangga dong karena punya mama seorang dokter yang bisa membantu banyak orang"


"iya tan, star bangga banget sama mama"


"star ngapain sih manggil pembunuh itu mama?" tanya alexs yang baru saja masuk kedalam kamar star.


"om alexs kenapa sih selalu sebut mama laras pembunuh"


"ya karena gara-gara dia mommy kamu meninggal"


"mommy meningal bukan gara-gara mama laras, mommy meninggal pas lahirin star om" ucap star dengan mata berkaca-kaca.


"alexa stop. star nggak tau apa-apa , kenapa kamu bentak dia kayak gini"


"aku nggak bentak dia bel. aku cuma mau buka mata starla, kalau laras itu bukan orang yang baik"


plak


satu tamparan mendarat mulus di pipi alexs. ini adalah untuk pertama kalinya bella berani menampar suaminya, rasanya kesabaran bella benar-benar sudah habis.


"kamu tampar aku?" tanya alexs sembari memegangi pipinya yang terasa kebas.


"iya karena kamu benar-benar keterlaluan lexs. star masih terlalu kecil untuk mencerna perkataan kamu, kamu boleh benci sama laras, tapi tolong jangan hasut star untuk ikut-ikutan membencinya. kamu keluar dari sini"


ini benar-benar untuk pertama kalinya alexs melihat bella semarah ini, bahkan terlihat sangat jelas dari mimik mukanya kalau wanita itu tengah kecewa terhadap dirinya.


"aku bilang keluar, ya keluar alexs"


"oke aku keluar" ucap alexs sembari berlalu pergi.


"aku nampar dia. maaf Tuhan aku benar-benar nggak bermaksud kurang ajar kepada suamiku, tapi dia benar-benar sudah keterlaluan" gumam bella sembari menatap jari jemarinya yang telah ia gunakan untuk menampar alexs tadi.


"tante maaf. gara-gara star, tante dan om alexs jadi berantem"


"ahh nggak kok sayang. ini bukan salah kamu, om alexs nya aja yang keterlaluan. yaudah ayo dimakan makanannya, habis itu minum obat trus istirahat"


"iya tante"