My Introvert Husband

My Introvert Husband
gara mulai sekolah



"selamat pagi anak-anak"


"pagi bu" jawab siswa-siswi kelas 1 SD lima sila.


"hari ini kalian kedatangan teman baru, ayo perkenalkan diri kamu sagara" ucap bu nindi sembari menatap sagara yang berdiri disampingnya, sedangkan gara hanya menjawabnya dengan menganggukkan kepala.


"hai teman-teman perkenalkan nama saya sagara samudra, saya pindahan dari bandung"


"sagara kamu bisa duduk di samping nando"


"apa saya boleh duduk di sebelah starla saja bu?"


"boleh, terserah kamu saja. yang penting kamu merasa nyaman"


dengan segera gara duduk di bangku kosong samping starla, dan bu nindi segera memulai pelajarannya.


"star kamu kenapa?" ucap gara lirih supaya tidak terdengar oleh bu nindi.


"aku ngantuk gara"


"astaga tapi ini masih jam pelajaran star"


"setiap mata pelajaran bu nindi aku pasti akan mengantuk. bukan hanya aku saja, kamu lihat anak-anak yang lain mereka juga sama ngantuknya dengan diriku"


dengan segera gara menatap sekelilingnya, dan gara dapat melihat wajah lesu mereka.


"astaga kenapa bisa seperti ini star?"


"entahlah aku juga nggak paham, tapi aku rasa bu nindi punya sihir deh"


"kamu ini ada-ada saja"


teng.... teng... teng


suara bel istirahat telah berbunyi dan itu di sambut dengan penuh antusias oleh anak-anak.


"oke anak-anak pelajaran kali ini ibu tutup, terimakasih untuk waktunya" ucap bu nindi sembari berlalu meninggalkan kelas.


"akhirnya kita bebas" ucap nana dan starla secara bersamaan.


"gara ini buat kamu" ucap nono sembari memberikan kotak bekal kepada gara.


"kalau ini kamu kasih aku, kamu makan apa no?"


"tenang, tadi aku suruh mama buatin dua bekal" ucap nono sembari mengangkat kotak bekal yang satunya lagi.


"makasih nono kamu baik banget sama aku"


"kita kan teman" jawab nono sembari tersenyum hingga menampilkan eyes smilenya.


"yaudah ayo kita makan, star juga udah lapar" ucap starla sembari mulai menyendok bekalnya.


"makannya hati-hati star nanti kamu keselek" ucap nana sembari mengelus puncak kepala starla.


"iya nana, maaf star lapar"


"obatnya kamu bawa kan?"


"bawa dong"


"yasudah sekarang di minum" ucap nono.


"aku kapan sembuh ya no, aku nggak mau bergantung sama obat-obat ini" ucap starla sendu.


"star jangan sedih gitu dong, kalau kamu sedih kita juga ikut sedih" ucap nana.


"iya star. aku yakin om al, papa, om riko, sama om galih pasti berusaha buat cari donor buat kamu" ucap nono sembari mengelus lembut tangan starla.


"memangnya star sakit apa?" tanya gara yang sedari tadi bingung mendengarkan percakapan nono, nana, dan juga starla.


"gagal ginjal" jawab nono.


"astaga, star sakit separah itu. star harus kuat ya, star pasti bisa sembuh" ucap gara sembari memeluk starla.


"ehh ciee sosweet nya" goda nana ketika gara memeluk starla, dan hal itu langsung membuat gara melepaskan pelukannya.


*****


"laras aku kangen kamu" ucap virda ketika baru saja masuk kedalam ruangannya dan laras.


"virda kamu udah pulang?"


"iya, apa kamu merindukanku?"


"tentu saja, kamu pergi hampir satu bulan virda. bagaimana keadaan ayahmu?"


"alhamdulilah ayah sudah sembuh ras"


"syukurlah, aku turut senang mendengarnya vir"


"oh iya ras. gue masih penasaran, sebenarnya siapa anak angkat loe?"


"loe masih penasaran tentang hal itu?"


"iyalah. gue selalu kepikiran hal itu tau, tapi gue mau nanya sama loe secara langsung"


"mau tau aja, atau mau tau banget?"


"laras gue serius ya" ucap virdan sembari mengerucutkan bibirnya.


"iya-iya jangan cemberut gitu dong"


"makannya jawab, siapa anak angkat loe"


"starla, namanya starla" jawab laras.


"kenapa namanya sama kayak keponakannya pak riko!"


"memang dia keponakannya pak riko vir"


"loe serius?"


"iya"


"atau jangan-jangan loe demen ya sama bapaknya. pak al kan duda ras"


"siapapun yang mengenal pak al, pasti akan menyukainya vir. dia laki-laki yang baik"


"ciee pepet terus ras, jangan kasih kendor. apalagi putrinya juga suka sama kamu"


"gue serius ras. kalau loe sama pak al, gue bakal dukung loe"


"udah ah, nggak usah ngaco. ayo ikut gue"


"mau kemana?"


"nanti loe juga tau" jawab laras sembari menarik tangan virda.


*****


teng... teng.... teng


"oke anak-anak jangan lupa tugasnya, setiap kelompok beranggotakan 4 anak. kalian bebas memilih siapa anggotanya. pelajaran hari ini selesai, kalian pulangnya hati-hati ya"


"iya bu" jawab seluruh siswa-siswi kelas 1 SD lima sila.


"gara kamu pulang naik apa?"


"aku bawa sepeda, kemarin papa beliin gara sepeda"


"gara kita kan masih kecil, kenapa gara bawa sepeda ke sekolah. star takut gara kenapa-napa"


"gara gapapa kok star, gara kan anak cowok. kata star gara nggak boleh lemah"


"gara, mulai besok kita berangkat bareng ya. aku akan suruh mama, atau pun tante gisel buat jemput kamu juga waktu ngantar aku dan juga nana"


"tidak perlu no, aku tidak mau merepotkan"


"aku tidak menerima penolakan"


"iya gar, sekarang kamu pulang bareng sama kami sekalian ngerjain tugas. nanti sepeda kamu taruh bagasi mobil aja"


"iya gar, jangan pergi ke sekolah naik sepeda lagi ya. star nggak mau gara kenapa-kenapa, apalagi jalanan menuju sekolah ramai gara"


"baiklah. maaf ya kalau gara merepotkan kalian" ucap gara sembari menunduk.


"gara jangan pernah ngerasa sungkan"


"yaudah ayo pulang"


dengan segera mereka berempat keluar meninggalkan kelas.


"mama belum jemput" ucap nana begitu belum melihat mobil mamanya di depan gerbang sekolah.


"paling bentar lagi"


"nono ponselmu bunyi" ucap starla.


"ah iya" dengan segera nono mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelfonnya.


"siapa?" tanya nana.


"biru"


"cepat angkat"


"halo biru ada apa?" tanya nono begitu sudah mengangkat panggilan telfon biru.


"hari ini saudara kembar gara sudah masuk, aku sungguh kesal karena dia satu kelas sama aku dan alfin. kenapa juga guru tidak menempatkannya di kelas sebelah. rasanya aku ingin mengulitinya ketika ingat luka yang telah dia berikan pada gara" ucap biru berapi-api dari seberang sana.


"biru, tapi kamu tidak mengganggunya kan?" tanya gara dengan sedikit cemas.


"kau masih saja menghawatirkannya. aku tidak apa-apakan saudaramu yang seperti setan itu"


"ahh syukurlah, aku lega mendengarnya"


"ya sudah aku pulang dulu ya bye-bye" ucap biru sembari memutus sambungan telfonnya.


"gara kenapa kamu dan kala bersekolah di sekolah yang berbeda?" tanya nana dengan sedikit heran.


"aku kan sudah bilang na, kalau mama dan papa tidak mengizinkanku dekat-dekat dengan kala"


"ah iya juga aku lupa"


"anak-anak maaf ya mama telat jemputnya" ucap gisel yang baru saja datang dan langsung turun dari mobil.


"iya gapapa tante" jawab nono.


"oh apa ini yang namanya gara?"


"iya tante, saya gara"


"anak manis. nana sudah ceritakan semua tentang kamu"


"tante apa gara bisa bareng kita kalau berangkat dan pulang sekolah? papa dan mamanya benar-benar tidak mempedulikannya, lihatlah bahkan hari ini dia berangkat pakai sepeda" ucap nono sembari menunjuk sepeda gara.


gisel yang mendengar itu hatinya hancur, bagaimana ada orang tua yang memperlakukan anaknya dengan sekejam itu.


"gara, gara nggak perlu takut ya. ada tante disini, mulai sekarang gara pergi sekolah bareng nana, nono, dan juga starla ya nak. gara anak yang kuat, meskipun begitu banyak luka yang gara dapat tapi gara masih bertahan, tante sayang sama kamu nak" ucap gisel sembari memeluk gara, tanpa terasa air matanya jatuh begitu saja. bagaimana bisa anak sekecil gara mengalami kekerasan seperti itu.


"makasih tante, karena tante udah sayang sama gara" ucap gara sembari membalas pelukan gisel.


"gara harus janji sama tante, kalau gara harus selalu kuat. tante akan bilang sama papanya nana, papanya nono, dan juga daddynya starla buat lawan papa kamu"


"jangan tante"


"kenapa sayang?"


"gara nggak mau kalau papa sampai di penjara. gara gapapa dipukuli sama papa, yang penting keluarga gara tetap utuh"


"gara hati kamu terbuat dari apa sebenarnya nak"


"tante jangan nangis, gara jadi ikut sedih" ucap gara sembari menghapus air mata gisel.


"gimana tante nggak sedih. tante juga seorang orang tua gara. harusnya orang tua kamu nggak sekejam itu sama kamu, itu terlalu kejam untuk anak seusia kamu nak"


"gara gapapa tante. tolong jangan kasihani gara, gara gasuka di kasihani"


"gara anak yang pintar. gara boleh anggap tante sebagai mama gara, dan nana sebagai adik gara"


"beneran tante?"


"iya sayang"


"gara beruntung Tuhan pertemukan gara sama starla. karena berkat starla gara bisa menemukan orang-orang baik yang bisa menerima gara"


*"kalau aja gue bisa adopsi gara. pasti udah gue lakuin, tapi seberapa jahatnya kedua orang tuanya sama gara. gara begitu menyayangi orang tuanya"* gumam gisel dalam hati.