
hari yang telah di tunggu-tunggu pun tiba, ya hari ini adalah hari pernikahan alice dan arya.
pagi ini alice sudah sangat cantik dengan kebaya putih yang melekat di tubuhnya.
"kak alice cantik banget" ucap gisel sembari memeluk alice.
"iya dong kakak kamu ini memang selalu cantik" jawab alice sembari mengelus kepala gisel.
"kak alice"
"bella, sini dek" ucap alice sembari melambaikan tangannya.
"kakak cantik"
"apa kamu baru menyadarinya"
"sudah dari dulu"
"sini peluk, kakak kangen banget sama kamu" ucap alice sembari memeluk bella.
"aku juga kangen kak alice"
"kamu melupakanku" ucap gisel sembari mencebikkan bibirnya.
"tentu saja tidak, mana mungkin aku melupakan sahabat baikku" jawab bella sembari memeluk gisel.
"aku juga sangat merindukanmu bella" ucap gisel sembari membalas pelukan bella.
*"aku sangat lega, meskipun aku telah bersama-sama dengan alexs tetapi gisel tidak berubah kepadaku. aku harap persahabatan kami akan baik-baik saja"* gumam bella dalam hati.
"ada yang melepas rindu nih"
"kak gisa, aku juga rindu kakak" ucap bella sembari melepaskan pelukan gisel, dan langsung berlari menuju ambang pintu untuk memeluk gisa.
"kakak juga kangen kamu dek. gimana kuliah kamu disana? semuanya lancarkan?"
"alhamdulilah lancar kak"
"syukur alhamdulilah"
"anak-anak ayo kita turun acara akad akan segera di mulai" ucap mami melati yang baru saja datang bersama mama sarah, dan juga mama liyla.
"mami, mama aku gugup sekali"
"heyy sayang jangan gugup anggap saja kamu sekarang sedang pemotretan, tidak ada yang perlu kamu takutkan" ucap mama sarah sembari memeluk alice.
"iya kak, benar apa kata mama sarah. semuanya akan baik-baik aja"
"sudah ayo turun anak cantik'' ucap liyla sembari tersenyum.
kini mereka semua mulai berjalan keluar kamar dan menuju lantai dasar. ketika mereka semua menuruni tangga, mereka dapat melihat semua orang terpesona melihat kecantikan sang mempelai wanita.
mami segera menuntun kak alice menuju kursi pelaminan, sedangkan gisel, bella segera bergabung bersama teman-temannya.
"kak alice cantik banget" ucap riko kepada gisel yang duduk di sampingnya.
"iya"
"tapi kamu juga cantik"
"yaelahh buambang, sempet-sempetnya ye lu ngegombalin anak prawan orang" ucap angga sembari menoyor kepala riko.
"romantis tau"
"ngga mira juga pengen loe gombalin, jangan loe ajak berantem terus" timpal darwin sembari terkekeh.
"udah-udah jangan berisik, acaranya mau di mulai nih" lerai gisel.
"maaf bu nyai"
"apa kedua mempelai sudah siap?" tanya penghulu kepada kedua mempelai.
"sudah pak" jawab arya lantang.
"mempelai wanita?"
"siap pak"
"baik kalau begitu acara akan saya mulai sekarang"
"pak varo mau saya wakilkan atau bapak sendiri yang akan menikahkan putri bapak?" tanya pak penghulu kepada papi
"biar saya saja pak"
"baik silahkan"
dengan segera arya menjabat tangan papi.
"saya nikahkan engkau arya pratama dengan putri saya alice zhafira atmaja binta alvaro tristan efendi, dengan maskawin seperangkat alat solat dan uang sebesar 100 juta dibayar tunai"
"saya terima nikah dan kawinnya alice shafira atmaja binti alvaro tristan efendi, dengan maskawin tersebut dibayar tunai" jawab arya lantang hanya dengan satu tarikan nafas.
"bagaimana para saksi?"
"SAH" jawab mereka secara bersamaan.
setelah acara akad selesai acara dilanjutkan ke acara resepsi pernikahan, tamu yang datang kebanyakan adalah rekan kerja papi, dan juga teman-teman alice di dunia intertaiment.
"alexs gue kangen sama loe mament"
"yaelah si kampret, gue kan nggak kemana-mana kenapa loe kangenin gue sampai segitunya"
"habisnya kampus sepi nggak ada loe"
"yang pasti kampus juga kehilangan mahasiswa ganteng kayak gue"
"huhh pala otak kau itu lexs"
"sayang nih aku bawakan kamu cake kesukaan kamu" ucap bella sembari memberikan cake yang dia bawa kepada alexs
"makasih sayang"
"aduhh mata gue ternodai melihat ke uwuan kalian berdua"
"makanya cari pacar''
"mira apa kabar ngga? buruan di resmiin" goda bella.
"sialan ya lu pade" ucap angga sembari mendengus.
"oh iya ngga, itu yang bareng sama gisel siapa?"
"beneran pacarnya gisel?''
*"waduh kenapa alexs nanya ginian ke gue. kalau gue jawab bukan nanti di kiranya gisel belum move on, kalau gue jawab iya berarti gue bohong dong. ahh gapapa deh bohong demi kebaikan juga, lagian temen-temen juga pada ship-shipin gisel sama riko"* gumam angga di dalam hati.
"woii di tanya malah ngelamun"
"iya itu cowoknya gisel, cakep kan? loe lewat"
"sialan loe, dia mahasiswa di kampus kita juga?"
"kita! gue aja kalik elo nggak"
"heh bambang gue nanya serius ini"
"iya dia mahasiswa baru di kampus, setelah loe keluar riko masuk"
"berarti mereka pdktnya singkat ya"
"iyalah itu namanya cowok sejati. settt,,,, setttt,,,, settt langsung jadian. kagak kayak elu kenal belasan tahun tapi baru berani nyataiin perasaan ketika udah tuwir"
"berisik" ucap alexs sembari menyumpal mulut angga dengan cake.
"sialan ya lu lexs, bener-bener tega lu ama temen sendiri"
"apaan sih heboh banget?" tanya mira yang baru saja datang dengan sebuah cup cake ditangannya.
"ini nih si alexs, sekate-kate banget mulut gue di sumpel pakai cake"
"salah sendiri mulutmu selalu kayak beo nggak bisa di kondisikan"
"huu maemunah sama aja lu, demen banget nistain gue"
"emang bener mir?"
"apanya yang bener?"
"kata angga, riko itu cowoknya gisel"
"iya bener. ganteng ya"
"iya riko dan gisel serasi banget. apalagi baju mereka couple gitu makin gemes" ucap bella sembari menatap gisel dan riko yang tengah menikmati makanan bersama agnes dan darwin.
"iya couple favorit gue tuh bel"
"semoga mereka berdua langgeng sampai kakek da nenek ya mir"
"amin"
ya riko dan gisel memang menggunakan baju couple, itu riko yang mengajak. katanya biar alexs dan bella benar-benar mengira kalau mereka berdua memang sedang pacaran.
"abang kado untukku mana?"
"nih kadonya masih di dalam perut kakak iparmu" jawab al santai.
"maksudnya?"
"iya al maksud kamu apa?" ucap mami.
"gisa hamil ma. dan sebetar lagi mami, dan mama akan menjadi oma, dan alice akan menjadi seorang tante"
"benarkah?" tanya mami, mama sarah, mama liyla, dan alice secara bersamaan.
"iya untuk apa aku bohong"
"kalian tau sejak kapan kalau gisa hamil?"
"sekitar satu minggu lalu mi, saat kita ada pertemuan keluarga buat bahas pernikahan alice"
"kenapa kamu nggak bilang sama mami sih bang" protes mami.
"iya kalian juga nggak kasih tau mama" ucap mama sarah juga ikut-ikutan protes.
"maaf ma, mi. aku hanya mau buat kejutan aja"
"kalian berdua ini menyebalkan sekali"
"jadi hadiah pernikahanku adalah kabar kehamilan gisa nih bang?"
"iyalah, memangnya kau mau minta apa. ini namanya itung-itung berhemat dek"
"dasar abang pelit" ucap alice sembari menjulurkan lidahnya.
"siapa bilang aku pelit?"
"aku yang bilang"
"tapi istriku tidak pernah mengatakan kalau aku pelit"
"itu karna gisa takut sama abang"
"udah-udah jangan berdebat. kak alice selamat menempuh hidup baru, ini kad dariku dan juga kakak al"
"apa nih, kecil banget?"
"buka aja" ucap gisa sembari tertawa.
"gapapa kecil siapa tau dalamnya berlian edisi terbaru"
"jangan halu" ucap al sembari mencubit pipi alice.
"sakit bang"
"bodo"
"kunci apa ini?" tanya alice ketika sudah membuka kotak pemberian gisa.
"satu unit rumah di pondok indah buat saudara kembarku tersayang"
"serius bang?"
"iya"
"satu komplek sama abang kan?"
"nggak, kalau satu komplek kamu pasti buat rusuh"
"abang nyebelin banget sih. tapi makasih ya, aku sayang abang" ucap alice sembari memeluk al.
"abang juga sayang kamu" jawab al sembari membalas pelukan alice.