My Introvert Husband

My Introvert Husband
teman lama



"assalamualaikum daddy pulang" ucap al yang baru saja masuk kedalam rumah.


"daddy"


dengan penuh antusias starla berlari dan langsung menghambur kedalam pelukan al, sedangakan laras hanya bisa tersenyum melihat interaksi keduanya.


"anak daddy cantik banget sih, padahal cuma nggak ketemu beberapa jam aja. tapi daddy lihat-lihat anak daddy semakin cantik"


"daddy gombal deh"


"daddy nggak ngegombal, daddy serius tauk" ucap al sembari menyelipkan beberapa anak rambut starla kebelakang telinganya.


"kalau star cantik, mama cantik nggak dad?" tanya starla sembari menengok kebelakang dimana laras tengah berdiri.


dan dengan segera al mengalihkan pandangannya menuju laras yang tengah menatap dirinya dan juga starla. wanita itu cantik, baik, tapi entah mengapa al sama sekali tidak memiliki ketertarikan sedikitpun kepadanya. ini al yang bodoh, atau emang mata al yang bermasalah, atau memang hati al yang telah mati rasa. padahal laras sudah bertahun-tahun berada di dekatnya dan juga starla.


"daddy kenapa malah bengong sih" ucap starla sembari menepuk lengan ayahnya.


"ahh iya. mama sama cantiknya dengan star, udah ya daddy mandi dulu" final al sebelum putrinya itu terus bertanya.


blushh


pipi laras rasanya memanas ketika al memujinya cantik. padahal ia tau kalau al mengatakan itu hanya untuk menyenangkan hati starla saja, namun entah mengapa ia masih saja merasa baper.


"mama kenapa? kok pipi mama merah gitu! mama sakit ya?" ucap starla dengan sedikit khawatir.


"ahh nggak kok sayang. mama nggak kenapa-kenapa, udah ayo tidur ini udah malam"


"tapi mama nginep disini kan?"


"mama harus pulang sayang"


"kalau gitu star nggak mau tidur" ucap starla sembari bersidekap dada dan memanyunkan bibirnya.


"hloh kok gitu sih"


"pokoknya star mau mama nginep"


"besokkan weekend sayang. mama janji besok pagi-pagi sebelum star bangun mama udah kesini lagi, terus nanti kita pergi ketaman"


"nggak mau, pokoknya mama harus nginep"


sebenarnya laras mau saja menginap, tapi ia selalu merasa sungkan kepada al. kalau saja ada alice atau pun gisel dirinya pasti akan langsung mengiyakan permintaan starla saat ini.


"mau ya ma. mama harus nginep sini pokoknya" ucap starla sembari bergelayut manja di lengan laras.


"baiklah, mama akan menginap kalau daddy mengizinkan" final laras


"tentu saja daddy akan mengizinkan"


"mengizinkan apa?" tanya al yang baru saja menuruni tangga.


"daddy, mama boleh menginap disini kan dad?"


"boleh dong" jawab al sembari duduk di sisi kanan starla, sedangkan disisi kiri starla terdapat laras.


"star seneng deh bisa duduk diantara daddy dan juga mama"


"kenapa gitu?" tanya laras.


"star jadi kayak punya keluarga yang utuh"


degg


rasanya hati al mencelos mendengar penuturan starla barusan. al merasa gagal menjadi seorang ayah, karena ke egoisannya yang nggak mau mencari pengganti gisa, sekarang starla yang mendapat imbasnya karena nggak bisa merasakan kasih sayang seorang ibu.


"kok star ngomong gitu sih nak?" tanya laras sembari mengelus rambut starla.


"kenapa mama sama daddy nggak nikah aja" ucap starla dengan binar dimatanya.


"star nggak boleh ngomong gitu ya"


"kenapa memangnya dad? apa daddy nggak sayang sama mama?"


"daddy sama mama berbeda sayang, sampai kapan pun kami nggak akan pernah bisa bersama" ucap laras berusaha menjelaskan kepada putri kecil kesayangannya.


"apa bedanya ma? mama sama daddy sama-sama manusia" ucap starla dengan dahi sedikit berkerut menandakan bocah itu tidak paham akan maksud sang mama.


"udah nggak usah difikirkan. nanti kalau starla udah besar, pasti star tau apa maksud mama"


"tapikan star peng....."


"udah jangan aneh-aneh" ucap al menyela.


"daddy nyebelin"


"star daddy mau bicara"


"daddy mau ngomong apa?"


"dua hari lagi kata om riko star harus menjalani operasi, jadi daddy minta star persiapkan diri star ya. jangan sampai kecapean"


"secepat itu dad?"


"iya. kan semakin cepat semakin baik nak, daddy juga nggak mau lihat anak kesayangan daddy kesakitan terus"


"tapi star takut"


"star kenapa takut kan ada daddy, ada mama laras, tante gisel, tante alice, tante aleta, tante bella, om arya, om riko, om galih, om alexs, nana, nono, alfin, biru, dan juga...."


"stop, daddy kenapa malah seperti absen keluarga" ucap starla sembari menutup gemas mulut sang daddy dengan telapak tangan mungilnya, sedangkan laras hanya terkekeh melihat interaksi ayah dan anak itu.


"hehe dan juga gara" kekeh al sembari melanjutkan ucapannya yang sempat terhenti karena ulah starla yang menutup mulutnya.


"iya deh star juga mau sembuh. star masih mau menikah dengan alfin dan juga gara" ucap starla songong sembari menaikkan dagunya.


"WHAT?" ucap laras dan Al secara bersamaan, mereka benar-benar dibuat terkejut dengan apa yang baru di bilang bocah kecil itu.


"ciee daddy sama mama kompak banget" ucap starla sembari cengar-cengir.


"star kenapa ngomong gitu nak. siapa yang ngajarin?''


''nggak ada ma"


"terus yang ngajarin buat nikah-nikah seperti itu siapa?" tanya al dengan alis yang sedikit bertaut.


"kata gara sama alfin mereka mau nikahin star dad, jadi star putuskan untuk menikahi dua-duanya biar nanti star dapat jatah ice cream yang banyak" ucap starla sembari menengadah, mungkin bocah kecil itu tengah membayangkan kalau di udara ada begitu banyak ice cream.


"mau gue bilang bukan anak gue, tapi nyatanya dia darah daging gue. kalau gue akui dia anak gue, tapi sungguh-sungguh memaluk" gumam al sembari mengusap kasar wajahnya.


sedangkan laras tak henti-hentinya tertawa karena ucapan polos starla. andai saja menikah segampang itu, andai saja menikah senikmat memakan ice cream. laras juga akan menikah lebih dari sepuluh kali, tapi sayangnya tak satu pun pria yang berhasil menaklukan hatinya kecuali seorang Alfian akbar efendi.


ya setelah insiden yang dilakukan oleh mantan kekasihnya dulu laras belum pernah menjalin hubungan dengan pria manapun. selain karena trauma, ia juga beranggapan bahwa semua laki-laki itu sama saja, mereka hanya bisa melukai hati wanita saja.


"daddy" panggil starla.


"iya sayang kenapa?"


"star punya permintaan. apa daddy mau mengabulkannya?"


"apa sayang?"


"star ingin besok pergi ke taman. tapi cuma bertiga sama daddy, dan mama"


"oke princess. sekarang tidur ya udah malam"


"siap kapten" ucap starla sembari hormat kepada sang ayah.


"ya udah ayo tidur nak" ucap laras sembari menggandeng tangan starla dan mengajak anak itu menuju kamarnya.


"makasih laras. berkat kamu starla merasakan kasih sayang seorang ibu" gumam al sembari tersenyum dan terus memandang punggung laras dan starla yang mulai menjauh.


*********


"mama daddy mana? lama banget sih, star udah nggak sabar pengen makan ice cream di taman"


"sabar nak, kan daddy lagi siap-siap"


"hih daddy selalu aja seperti ini"


"daddy kenapa memangnya?" tanya al yang baru saja menuruni anak tangga dan sudah di suguhi dengan starla yang memberengut kesal.


"daddy lama"


"iya maaf. ya udah ayo berangkat sekarang, nanti keburu nana sama nono datang. kalau nggak di ajak nanti ngambek"


setelah semuanya masuk kedalam mobil dengan segera Al melajukan mobilnya menuju taman yang letaknya tak begitu jauh dari rumahnya. al sendiri juga merasa heran dengan putrinya itu, kenapa hanya meminta pergi ketaman.


"kita sampai" ucap al begitu mereka sampai di taman, dan al sudah memarkirkan mobilnya.


"yeeeaay" sorak starla dengan heboh, bocah kecil itu langsung beringsut turun dari dalam mobil dan segera berlari masuk kedalam taman, hingga membuat laras harus ikut berlari dan mengejarnya takut-takut kalau bocah kecil itu jatuh, karena bagaimana pun kondisinya sekarang tidak sesehat dulu.


''star jangan lari-lari nak nanti kalau jatuh" teriak laras dengan nafas sedikit tersengal.


"MAMA STAR MAU ICE CREAM" teriak starla heboh karena jarak dirinya dan laras yang lumayan jauh dan kondisi taman yang lumayan ramai.


"star jangan lari-larian. mama capek ngejarnya nak" protes laras begitu ia sudah berada di dekat starla.


"hehe maaf mama" ucap starla dengan cengiran tanpa dosa. "mama star mau ice cream"


"ahh baiklah anak cantik, ambil sesuai dengan yang starla inginkan"


"mama mau?"


"boleh"


"mama mau rasa apa?"


"strawberry"


"cuma mama nih yang ditawarin, daddy nggak ditawarin" protes al yang baru saja datang.


"daddy juga mau?"


"tentu saja"


"daddy mau rasa apa?"


"daddy mau yang rasa coklat"


"oke baiklah"


setelah membeli ice cream dan membayarnya al segera mengajak starla dan laras duduk di sebuah bangku kosong yang ada di taman itu. mereka menikmati ice cream dengan sesekali bercanda gurau.


"laras. loe laras kan?"


"iya. maaf siapa ya?"


"gue nina, loe lupa?"


"astaga nina, apakabar?" ucap laras sembari menghambur kedalam pelukan nina.


ya nina adalah sahabat baik laras sewaktu masih duduk di bangku SMP.


"gue baik. oh iya ini siapa? anak dan suamimu?"


"ehmmt mereka...."


"hai tante. kenalin aku starla, putri mama laras yang paling cantik" ucap starla dengan tersenyum manis.


"astaga laras putrimu sungguh manis sekali, sangat-sangat menggemaskan"


"dia memang manis" ucap laras sembari membelai lembut pipi starla.


"loe nggak ngenalin suami loe ke gue?" tanya nina.


"ehmmt itu,,,,, itu dia...."


"hai perkenalkan saya alfian" ucap al sembari mengulurkan tangannya, ia paham betul kalau gadis disampingnya itu sedang kebingungan saat ini. terlihat jelas dari ekspresi wajah laras saat ini, tapi entah mengapa menurut Al laras terlihat sangat lucu ketika sedang kebingungan seperti itu.


"aku nina sahabat laras waktu masih SMP"


"senang berkenalan denganmu" ucap al sembari kembali duduk.


"gila suami loe cakep banget ras" bisik nina tepat di telinga laras.


"apaan sih, dari dulu masih aja suka genit" ucap laras sembari mencubit perut nina.


"awww,,,,, sakit bege" ucap nina ngegas.


"tante kenapa?" tanya starla ketika melihat nina merintih kesakitan.


"ahh gapapa sayang, tadi kaki tante di gigit semut"


"oh" ucap starla membulatkan mulutnya seraya mengangguk-angguk.


"oh iya nin loe sekarang tinggal dimana?"


"gue tinggal di LA ras. ini gue pulang karena sepupu gue nikahan, besok juga udah balik lagi ke LA"


"yah padahal gue masih kangen"


"loe bisa ke tempat gue kalau lagi gak ada kerjaan, ajak juga anak loe yang cantik ini. oh iya mana hp loe"


"buat apa?"


"mau nyimpan nomornya cewek cantik"


"masih aja kepedean" ucap laras sembari memberikan ponselnya kepada nina


"biarin orang fakta"


"sakkarepmu"


"nih, nanti kita ghibah-ghibah cantik. gue pergi dulu masih ada urusan"


"oh oke, hati-hati dijalan"


"iye. alfian gue pamit, starla tante pamit ya" pamit nina kepada al dan starla sebelum akhirnya pergi meninggalkan area taman.


kini laras kembali duduk disamping starla, di usapnya kepala starla penuh sayang. kalau di fikir-fikir gadis kecil itu adalah anugrah terindah yang ada didalam hidupnya.


"star"


"kenapa ma?"


"star janji ya jangan tinggalin mama" ucap laras sendu sembari menatap manik kecoklatan milik starla.


"mama kok ngomong gitu sih?" tanya starla tidak mengerti.


"starla janji ya" ucap laras dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"iya ma star janji. star nggak akan ninggalin mama, mama jangan sedih lagi ya" ucap starla sembari menghambur kedalam pelukan laras.


"makasih sayang" ucap laras sembari membalas pelukan starla dengan erat.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


jadi kalian tim mana?



daddy Al & mommy gisa


daddy Al & mama laras