My Introvert Husband

My Introvert Husband
terpesona



"gisa kau jangan tidur dulu" ucap alice sembari menepuk-nepuk pundak gisa.


"kenapa kak?"


"aku tidak bisa tidur"


"astaga kakak belum minum susu ya?"


"iya" ucap alice sembari menganggukkan kepalanya.


"tunggu sebentar ya, biar gisa buatkan dulu untuk kakak"


"apa kau berani sendirian gisa?"


"berani kak, aku kan sudah terbiasa di rumah ini"


"terimakasih gisa"


"iya kak"


gisa pun segera turun kelantai dasar dan menuju dapur untuk membuatkan susu untuk alice. saat sedang menyeduh susu menggunakan air hangat gisa merasa ada seseorang yang mendekat kearahnya, dengan sedikit keberanian gisa segera menoleh kebelakang. dan benar saja disana ada sebuah bayangan putih tengah berjalan kearahnya, dengan sepontan gisa pun berteriak.


"ahhhh setannnn"


"hey kenapa kau berteriak. dan berani sekali kau menyebutku setan"


"ka kakak al, maaf gisa kira tadi hantu"


"makanya kalau kedapur lampunya nyalakan" ucap al sembari berlalu pergi setelah mengambil segelas air putih.


setelah susu yang ia buat jadi, gisa segera kembali ke dalam kamar alice.


"kak ini susunya minumlah, biar kakak cepat tidur"


"makasih ya sa"


"iya kak sama-sama"


"tapi kenapa wajahmu berubah menjadi pucat seperti itu?"


"tadi aku melihat kakak al"


"kau melihat abang sampai pucat seperti itu? hahaha"


"kakak jangan tertawa, aku sedang takut"


"kenapa kau takut?"


"aku tadi tidak sengaja menyebutnya setan"


"apa? kau menyebut abang setan"


"iya"


"hahaha abang pasti kesal sekali kepadamu sa" ucap alice sembari terus terkekeh.


"aku takut kak"


"sudah-sudah kau tenang saja. abang juga tidak akan memarahimu, sudah ayo tidur"


"iya kak"


********


pagi itu setelah selesai sarapan alice dan gisa segera kembali kedalam kamar untuk bersiap-siap melakukan pemotretan.


"astaga aku sudah selesai berdandan pun kak alice belum selesai mandi. dia itu mandi atau membuat batik sih, kenapa lama sekali" gumam gisa.


"kak alice apa kau masih lama?" tanya gisa sembari mengetok pintu kamar mandi.


"sebentar lagi selesai sa"


"astaga anak ini. ahhh aku haus sekali lebih baik aku turun kebawah mengambil minum"


gisa segera turun kebawah dan menuju dapur untuk mengambil minum, karna di rasanya tenggorokannya begitu kering, namun ketika ia sampai di dapur langkahnya harus terhenti karna di sana ada al yang baru selesai berolahraga dan sedang meneguk orange juice.


dengan susah payah gisa menelan salivanya karna melihat al yang tengah bertelanjang dada, astaga rasanya gisa benar-benar ingin sekali pingsan, ia begitu terpesona melihat ketampanan al.



"gisa sayang, kenapa melamun di sini nak?"


"eh itu mi, gisa haus dan mau mengambil minum. tapi masih ada kakak al"


"memangnya kenapa kalau ada kak al?"


"gisa takut mengganggu kakak al mi"


"al lihatlah wajah dinginmu itu menakuti gadis seimut gisa" ucap mami sembari mencium pipi gisa.


"salah dia sendiri mi. kenapa juga dia takut kepadaku" ucap al sembari berlalu pergi.


"al kau mau kemana? mami belum selesai bicara"


"al mau mandi mi, al mau pergi ke kantor"


"sayang, katanya kau haus"


"iya mi ini gisa juga mau ambil minum"


"lalu dimana kak alice?"


"kak alice tadi masih mandi mi"


"oh iya sudah mami pergi ke butik dulu ya" pamit melati sembari mencium gisa.


"iya sayang"


*******


"hey kalian ini kemana saja, kenapa telat?"


"maaf kak lisa tadi habisnya kak alice sedang belajar membuat batik" jawab gisa sembari tersenyum.


"what, belajar membuat batik?" ucap lisa memastikan.


"iya kak. habisnya kak alice mandi hampir satu jam sendiri"


"astaga, apa yang kau lakukan di dalam kamar mandi alice?"


"mandilah kak"


"dasar kau ini. sudah ayo ganti kostum, dan segera mulai pemotretannya"


"iya kak" jawab alice dan gisa bersamaan.


setelah hampir satu jam pemotretan mereka pun telah selesai.


"gisa kita mau pergi kemana dulu?"


"nggak tau kak"


"gimana kalau kita shopping" usul alice.


"kakak hari senin kemarin kita baru saja shopping dan bahkan baju, sepatu, dan juga tas yang kita beli saja belum kepakai"


"ahh kamu benar juga sa"


"bagaimana kalau kita kebutik bantuin mama sama mami kak"


"ahh ya kau benar sa"


setelah mendapat persetujuan dari alice meraka pun segera menuju ke butik untuk membantu para emak-emak dibutik.


"mama" panggil gisa ketika melihat mama sarah.


"gisa sayang kamu kemari nak?"


"iya ma, kak alice yang mengajak"


"lalu dimana anak itu?"


"alice disini ma" ucap alice yang baru saja masuk, dan langsung menghampiri mama sarah dan gisa.


"alice, mama kangen kepadamu nak"


"alice juga kangen sama mama sarah" jawab alice sembari memeluk mama sarah.


"apa adikmu tadi malam merepotkanmu nak?"


"sama sekali tidak ma, justru aku yang selalu merepotkan gisa"


"kalian keatas saja sana. mami mel dan mama liyla ada di atas"


"iya ma" jawab alice dan gisa bersamaan.


*********


"woyy bengong aja pak?" ucap arya yang baru saja masuk kedalam ruang kerja al.


"loe tu ya masuk ruangan orang kebiasaan banget nggak ngetok pintu dulu, nggak sopan"


"yaelah sob sama calon adik ipar jangan galak-galak dong"


"terserah gue"


"tapi ngomong-ngomong kenapa sama wajah loe, kenapa sudah kayak gorengan yang dihangatkan kusut dan berminyak?" tanya arya.


"nyinyir banget sih loe ar"


"yaelah al, gue itu sahabat loe. gue cuma mau bantu masalah loe aja, ya kalau gue bisa sih. tapi setidaknya bagilah masalah loe sama gue"


"gue lagi bingung ar"


"bingung kenapa?"


"loe kan tau gue pengen menikah nanti ketika gue berumur 36 tahun, tapi sekarang orang tua gue, adik-adik gue, atau pun oma gue pengen gue segera menikah"


"iya jelas, loe harus pikirin nasib gue dan alice dong al"


"itu yang sedang gue fikirin ar, gimana caranya gue bisa ngebujuk papi"


"itu akan sulit al, loe kan tau kalau om varo keras kepala seperti dirimu. lagian apa lagi sih yang loe cari? loe udah punya perusahaan, loe tampan, mapan, banyak duit. ayolah al loe sudah begitu sempurna sob, hanya kurang istri aja yang loe belum punya"


"loe tu sama aja sama alice"


"hehe yakan namanya usaha sob"


"lagi bicarain apa sih? kok serius banget" tanya aleta yang baru saja masuk kedalam ruangan al.


"nggak bicarain apa-apa kok ta. ini cuma si al agak pusing aja katanya" dusta arya kepada aleta, karna arta tau aleta mempunyai perasaan khusus kepada al.


"apa kamu sudah minum obat al?" tanya aleta dengan mimik wajah khawatir.


"sudah"


"syukurlah kalau begitu"


*"astaga al kenapa kau selalu saja bersikap dingin, apa kau tidak mempunyai perasaan sedikitpun kepadaku? apa selama ini aku hanya sebatas teman saja bagimu, apa tak ada kesempatan sedikit pun untukku al"* gumam aleta dalam hati.