My Introvert Husband

My Introvert Husband
gara sayang starla



setelah menunggu hampir 6 jam akhirnya operasi selesai dengan seorang dokter yang keluar dari dalam ruangan dengan wajah yang terlihat letih dan juga lesu.


Al segera berlari dan menghampiri dokter itu untuk segera menanyakan bagaimana kondisi putri sematawayangnya.


"dok bagaimana kondisi putri saya? operasinya berjalan dengan lancarkan?"


sang dokter nampak menarik nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan, sebelum akhirnya ia menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh al.


"mohon maaf, operasinya tidak berhasil. sepertinya tubuh pasien mengalami komplikasi dan ada penolakan terhadap ginjal yang baru"


bagai di sambar petir, semuanya mematung saat mendengarkan penuturan dokter. sementara itu al langsung berlari masuk kedalam ruangan dan langsung memeluk tubuh starla.


"star bangun nak. ayo bangun, daddy tau kamu anak yang kuat, ayo bangun sayang" ucap al sembari mengecup kedua pipi starla.


sementara itu alice, arya, gisel, riko, galih, aleta, beserta anak-anak pun ikut masuk. mereka semua menangis tak kalah hebatnya dari al.


malaikat kecil kesayangan mereka, bintang mereka yang paling bersinar sekarang benar-benar pergi untuk selama-lamanya.


"sayang bangun jangan tinggalin daddy sendirian nak. ayo bangun, kamu selalu bilang kalau kamu nggak mau lihat daddy sedih. tapi sekarang kamu bikin daddy sedih star, ayo bangun nak. daddy mohon bangun" ucap al sembari terus memeluk tubuh starla dan menciumi kedua pipinya.


saking sibuknya menangis dan kalut dengan keadaan starla mereka semua tak menyedari keberadaan wanita yang berada di blankar disamping starla. wanita itu juga ikut menangis, dia juga ikut merasakan kehilangan seperti yang sedang mereka alami sekarang.


ya, wanita itu adalah laras. gadis itu rela mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan peri kecilnya, gadis kecil yang begitu ia sayangi, gadis kecil yang telah ia anggap seperti putrinya sendiri.


"STAR BANGUN SAYANG, JANGAN BUAT PERJUANGAN MAMA MENJADI SIA-SIA. AYO BANGUN NAK" laras berteriak bagai orang kesetanan, bahkan kini ia sudah berusaha bangun dan turun dari ranjangnya. ia benar-benar tidak mempedulikan kondisi tubuhnya sendiri, yang ada dipikirannya saat ini hanya peri kecilnya, gadis kecil kesayangannya.


"laras" ucap mereka semua secara bersamaan. bahkan mereka semua nampak terkejut, kalau yang mendonorkan ginjalnya untuk starla ternyata adalah laras.


"riko jadi yang mendonorkan ginjalnya adalah laras?" tanya arya berusaha meminta penjelasan dari riko.


"iya mas"


"kenapa kamu nggak bilang sama kita ko" timpal galih.


"laras sendiri yang meminta untuk merahasiakan ini dari kalian semua. karena dia tau kalau kalian tidak akan mendukung keputusannya" jawab riko sembari menatap laras yang terus menangis dan memeluk tubuh starla.


"star sayang bangun nak, jangan tinggalin mama. mama mohon, bangun sayang. star udah janji sama mama, kalau star nggak akan ninggalin mama. star udah janji sama mama untuk bertahan, tapi kenapa star ingkari janji star sama mama" racau laras sembari memeluk tubuh starla.


"huaa calon istri alfin udah nggak ada biru" ucap alfin sembari memeluk biru, air matanya jatuh deras membasahi pipinya.


"bintang kita udah nggak ada fin, kita harus gimana kalau nggak ada star. biasanya dia yang selalu melerai kita kalau lagi berantem" ucap biru dengan suara bergetar.


sementara itu nana dan nono juga menangis dan saling berpelukan. kedua bocah itu juga sama-sama merasakan kehilangan sepupu kesayangan mereka, sepupu yang selalu mereka lindungi sekarang telah pergi. menorehkan luka yang begitu dalam.


sementara itu gara hanya bisa mematung dengan pipi yang kian basah, ia hanya menangis dalam diam. gara masih tidak menyangka kalau peri kecilnya akan pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya.


"gara jangan diam aja, suruh starla buka matanya gar" ucap alfin sembari menggoyang-goyangkan tangan gara.


gara segera berlari menghampiri ranjang starla, dengan segera pria kecil itu naik ke atas ranjang dan memeluk tubuh starla.


"star bangun, ayo bangun star. kalau star pergi gara sama siapa? kalau star pergi siapa yang bakal obati luka-luka gara, ayo star bangun. gara mohon jangan tinggalin gara star, gara nggak mau sendirian. ayo star bangun, kamu nggak akan setega itu kan buat ninggalin aku sama om al. huaaa star bangun, lebih baik gara di pukuli papa terus-terusan dari pada harus kehilangan star. maafin gara, gara cengeng lagi, gara nangis lagi, gara nggak bisa hentiin air mata gara, ayo bangun star jangan tinggalin gara. gara sayang sama star" ucap gara histeris sembari terus memeluk erat tubuh starla.


"DETAK JANTUNG PASIEN KEMBALI!" teriak seorang suster yang hendak mencabut selang infus, dan alat-alat medis yang menempel di tubuh starla.


"star bangun. gara tau star kuat" ucap gara sembari mengeratkan pelukannya.


nafas starla kembali, air matanya menetes dari sudut matanya. dan dengan segera sagara mengusap air mata starla.


"aku tau star, kamu gadis yang hebat"


semua orang yang berada disana nampak menangis haru karena Tuhan masih berbaik hati untuk tidak mengambil bintang mereka.


********


"nana minum" ucap starla.


nakula yang mendengar itu segera mengambilkan minum untuk starla. starla sudah siuman setelah tiga hari memejamkan matanya.


nono dan gara yang kini berdiri di samping ranjang starla tak henti-hentinya mengucap syukur. entah ini sebuah keajaiban atau bukan, intinya nono dan gara sangat bersyukur karena starla tidak meninggalkan mereka semua.


"star janji ya jangan sakit lagi, jangan pernah berfikir buat ninggalin kita semua" ucap nana sembari mengelus lembut pipi starla.


"maafin star ya na, nana pasti sedih waktu star nggak sadarkan diri. nana tenang aja, star udah janji sama mommy kalau star nggak akan ninggalin daddy dan juga kalian semua"


"janji sama mommy!" ulang nono.


"iya no"


"emang star ketemu tante gisa?" tanya nana


"iya"


dengan segera starla menceritakan mimpinya kepada nana, nono, dan juga gara.


disebuah taman yang berisikan berbagai macam bunga yang begitu indah, disana juga terdapat sebuah telaga yang berisikan susu, seorang gadis bergaun putih tengah berjalan bingung untuk mencari jalan keluar. kaki polosnya berulang kali menginjak ribuan bunga yang berada disana.


kakinya sudah berdarah-darah karena terkena tusukan duri, matanya sudah sangat basah karena ketakutan.


"starla putriku"


starla menoleh ke belakang, menatap dua wanita cantik di belakangnya, mereka seperti seorang ratu dari sebuah kerajaan, sangat cantik dan begitu anggun.


"mommy, tante billa" starla berkata sembari terus menatap kedua wanita yang ada di depannya. "mommy, star kangen sama mommy. kenapa mommy ninggalin star? star mau ikut sama mommy" ucap starla sembari menghambur memeluk sang mommy.


"maafin mommy ya sayang, mommy nggak bisa jagain starla. mommy belum bisa jadi ibu yang baik buat starla"


"nggak mom. mommy adalah ibu paling baik di dunia ini" ucap starla sembari menggelengkan kepalanya.


"star ayo pulang nak, disini bukan tempat starla" ucap billa sembari berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan starla.


"star pengen disini sama mommy dan juga tante"


"star sayang, ini belum saatnya nak. suatu saat nanti kita pasti akan berkumpul, tapi bukan sekarang"


"kenapa mom? kenapa nggak sekarang? star capek mom, star sakit. tapi star selalu berusaha buat nahan karena nggak mau bikin daddy sedih" ucap starla dengan suara bergetar.


"star. tante dan mommy juga pengen kumpul sama star, tapi memang ini belum saatnya sayang. apa star nggak kasihan sama daddynya star, kalau star pergi sekarang. daddy al akan sendirian sayang" ucap billa sembari membelai surai hitam legam milik starla.


"yang di bilang tante billa benar sayang, apa star tega ninggalin daddy sendirian? cukup mommy aja yang pergi nak, kamu jangan ikut-ikutan pergi. kalau kamu pergi separuh hidup daddymu akan hancur"


"tapi star pengen bareng-bareng terus sama mommy, sama tante billa juga"


"star sayang. daddy lebih butuh kamu nak, apa star nggak kasihan sama mama laras?"


"memangnya mama laras kenapa mom?"


"mama laras korbanin hidupnya biar star bisa sembuh, dan star kan udah janji sama mama laras kalau star nggak akan pergi ninggalin mama laras, kalau star ikut mommy sama tante billa nanti mama laras pasti sedih nak. apa star mau bikin mama laras sedih?"


"nggak mau mom"


"maka dari itu star kembali ya. daddy masih butuh star, dan juga pangeran kecil itu juga masih butuh star"


"pangeran kecil!" beo star.


"iya sayang, sagara. sagara masih butuh kamu, kalau star pergi sagara akan seperti apa"


"ahh iya star harus jagain gara mom. star nggak mau gara di pukul lagi sama om andre"


"makannya star kembali ya"


"iya mom. tapi sedari tadi star nggak nemuin jalan keluarnya mom"


"pintunya ada disana sayang" ucap gisa dan billa secara bersamaan dan menunjuk sebuah cahaya putih yang bersinar terang.


"tapi star masih ingin bersama mommy dan tante billa"


"cepat pergi star, waktu kamu nggak banyak. pintu itu bisa hilang kapan saja" ucap billa sembari menghapus air mata starla.


dengan segera starla memeluk gisa dan billa secara bersamaan, air matanya semakin deras. rasanya starla benar-benar tidak ingin pergi dari sini, ia tidak ingin berpisah lagi dari mommynya. tapi star harus segera pergi, daddynya dan juga gara masih membutuhkan dirinya.


"star pergi ya mom, tan" pamit starla.


"iya sayang" jawab gisa dan billa.


dengan langkah berat akhirnya starla berlari kencang untuk mencapai pintu keluar yang di maksud oleh mommy dan juga tantenya.


"STAR SAYANG MOMMY DAN TANTE BILLA" teriak starla ketika ia sudah sampai di ambang pintu.


"kami juga menyayangimu starla" jawab gisa dan billa secara bersamaan.


"jadi kamu bermimpi ketemu tante gisa, dan juga tante billa?"


"iya na"


"makasih star. makasih karena star masih bertahan" ucap gara sembari memeluk starla.


"gara jangan sedih lagi ya"


"iya gara janji nggak akan sedih lagi"


"nana dan nono juga"


"iya janji kita nggak akan sedih lagi" jawab nana dan nono secara bersamaan, sebelum akhirnya mereka berdua ikut-ikutan gara memeluk starla.