
Setelah keterpurukannya, Cindy kini mencoba bangkit lagi. Cindy tidak ingin membuat mama dan sahabatnya bersedih. Selama beberapa waktu ini, mereka selalu menghibur dirinya. Sudah saatnya ia kembali. Tak selayaknya dia tenggelam dalam kegagalan.
Sudah lah nak, mungkin dia bukan jodoh kamu. Lupakan saja dia. kata-kata mamanya kembali terngiang.
Jangan buang energi Lo buat orang yang gak tahu kalau Lo itu berharga. Buktiin sama dia, kalau Lo itu pantas di pilih. Kalau Lo terpuruk terus kaya gini, cowok itu gak akan tahu kalau Lo itu, jauh lebih baik dari cewek yang jadi pilihan dia sekarang. begitupun kata-kata Hana.
Cindy menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan. Berusaha mengembalikan semangat dalam dirinya.
Mama dan Hana benar. Tuhan pasti sudah siapkan jodoh terbaik buat gue. Genta, gue bakal kasih lihat sama Lo, kalau gue itu, cewek yang pantas Lo perjuangin. Come on Cin.... you can do it. Cindy memberi semangat pada dirinya sendiri.
Yes.... I can do it. Gue gak bisa begini terus. Gue pasti bisa. Lagi, Cindy memberi semangat pada dirinya sendiri.
********
Matahari bersinar cerah pagi ini. Secerah hati Cindy. Gadis itu mulai menjalani rutinitasnya seperti semula.
Sudah waktunya untuk memulai magang. Jika dulu ia memilih tempat magangnya ini karena ingin mengikuti Genta, hari ini, ia memilih bersemangat dalam tugas barunya sebagai karyawan magang.
Meski berada di tempat yang sama dengan pujaan hatinya, tak membuat Cindy rendah diri. Cindy bertekad akan menunjukkan performa terbaiknya.
Di tempat lain, seorang pria juga mulai menyiapkan dirinya untuk memulai magangnya. Ya, Genta sudah siap untuk memulai proses menuju dunia baru dalam hidupnya.
Tiba di tempat pilihannya untuk magang, kini Genta memulai pekerjaannya. Genta berada di bagian yang sama dengan Cindy, Hana, dan Bagas. Sebenarnya masih ada beberapa orang lagi dari kampusnya yang magang di tempat itu. Namun, mereka di tempatkan di bagian lainnya.
Tepat pukul delapan, mereka memulai pekerjaan mereka. Genta dan Cindy terlihat serius dengan pekerjaan mereka. Seakan tidak ada konflik yang terjadi pada mereka.
Jika Cindy, berusaha melupakan masalah yang terjadi, Genta sudah menganggap masalah itu selesai.
Jam makan siang, mereka lewati bersama. Hana sendiri merasa cukup aneh dengan perilaku sahabatnya ini. Ia pun mengirim pesan pada Cindy.
//*Cin, Lo baik-baik saja kan?
Baik kok. Emang kenapa?//
//Lega gue dengernya. Gue takut Lo masih down sama keadaan kemarin.
Gak lah. Gue sudah bisa mengatasi masalah hati gue kok. Lo tenang saja ya*.//
Cindy dan Hana pun menyudahi obrolan mereka melalui ponsel itu. Mereka kembali tenggelam dalam pekerjaan mereka. Hari pertama yang mereka lalui, cukup melelahkan.
***********
Di gedung yang sama dengan para mahasiswa dan mahasiswi yang tengah magang tersebut, di jajaran petinggi perusahaan, seorang pria tengah di sibukkan dengan jadwal pekerjaan yang cukup padat.
Sebagai General manager perusahaan yang mengelola beberapa hotel dan resort mewah. Brian Wijaya, akan melakukan kunjungan ke setiap hotel dan resort yang di kelola Wijaya Group.
Pria ini, ingin menciptakan suasana baru di setiap hotel dan resort mewah yang di naungi perusahaan sang ayah. Berharap, dengan inovasi baru yang dia ciptakan, akan semakin menarik pengunjung untuk datang ke hotel dan resort mewah itu.
Dia akan membuktikan, bahwa dirinya memang pantas menduduki posisi yang di berikan sang ayah padanya. Dan posisi yang di dapatnya, tidak akan di sia-siakan.
Banyak asisten yang sudah di tunjuk untuk membantunya. Hasilnya, tidak ada yang bertahan lama.
Bagaimana tidak, menurut mereka, cara kerja Brian berada di luar nalar mereka. Bagi Brian, setiap asisten harus tahu apa keinginan atasannya. Namun, di mata pria tampan itu, tidak ada satupun yang memenuhi standardnya.
Di saat Brian berjalan menuju loby perusahaannya, ia bertemu dengan Genta. Genta tersenyum dan menganggukkan kepala ke arah Brian. Brian hanya tersenyum.
Setiap karyawan sebenarnya menyukai Brian. Selain tampan, pria itu tergolong pria ramah dan sopan. Pernah sekali sekertaris ya menggunakan pakaian yang menurutnya tidak sopan. Dengan tegas Brian menegurnya.
"Jenny, besok saya tidak ingin melihatmu menggunakan pakaian seperti itu ke tempat kerja. Jika kamu ada di bagian lain, saya tidak akan peduli. Karena saya, tidak selalu melihat kamu. Tapi, karena kamu sekertaris saya, gunakan pakaian yang sopan." ucap Brian tanpa menoleh pada Jenny.
Jenny terperangah. Ia memandang pakaian yang di gunakan nya. Blazer press body dan rok span di atas lutut sedikit. Tidak ada yang aneh menurutnya. Brian tahu kegundahan wanita itu.
"Baju bagian dalam dari blazer mu, terlalu tipis dan transparan. Sementara kancing blazer mu berada di bawah dada. Itu membuat setiap pria hidung belang akan mengincar mu. Gunakan celana panjang jika kau tidak nyaman dengan rok. Atau, rok di bawah lutut. Jika sepanjang itu, ketika kau duduk, rok itu akan naik dan terlihat lebih pendek." Brian menilai dengan menunjuk setiap pakaian yang di gunakan Jenny.
Jika beberapa orang merasa tidak masalah dengan pakaian sekretarisnya, maka itu tidak berlaku bagi Brian. Menurut Brian, setiap wanita harus bisa menghargai dirinya sendiri jika ingin di hargai orang lain.
Hingga hari ini, Jenny selalu menjaga caranya berpakaian. Bagi Jenny, mendapat bos seperti Brian adalah sebuah anugerah.
Genta yang ingin mengantar berkas ke lantai bawah, merasa sedikit canggung berada satu lift dengan atasannya. Hingga Brian memecah keheningan.
"Kamu karyawan baru di sini ya?" tanya Brian. Genta menoleh padanya.
"Saya karyawan magang pak." jawab Genta. Brian mengangguk.
Lift berbunyi, Genta menganggukkan kepala sopan dan keluar. Begitupun Jenny dan Brian.
"Jen, menurutmu apa dia bisa ku jadikan asisten?" Jenny mengerutkan dahinya.
Kirain bapak sudah tidak perlu asisten? pikirnya.
"Bapak coba saja. Saya tidak berani menilai. Karena bapak punya kriteria sendiri." Brian mengangguk setuju. "Tapi, dia bukannya karyawan magang ya pak?" lanjutnya.
Brian terdiam. Benar juga apa kata Jenny. Anak itu masih baru. Masih perlu banyak belajar. Biarkan saja waktu berjalan. Nanti akan ku nilai hasil kinerjanya. batin Brian.
Brian dan Jenny melanjutkan perjalanan mereka menuju hotel dan resort yang akan mereka kunjungi.
🌹🌹🌹🌹
Hai... hai semuanya.... Bagaimana kabarnya hari ini? Author harap semua sehat-sehat ya.
Terimakasih banyak buat kalian yang masih setia menunggu aku update cerita. Jangan bosan untuk klik like👍, komen🗯️, dan lovenya❤️.
Thank you all....
Saranghae......