My Husband, My Brother Personal Bodyguard

My Husband, My Brother Personal Bodyguard
Extra part: Happy Ending



Tiga tahun kemudian


Sepasang balita tengah berlari di belakang rumah keluarga Wijaya di negara X. Satu balita berjenis kelamin laki-laki berusia hampir tiga tahun dan satu balita berjenis kelamin perempuan berusia dua tahun.


Hari ini, keluarga Bramantio Wijaya tengah berkumpul bersama untuk menanti kelahiran seorang bayi. Bram dan Sofia terlihat bahagia melihat kedua cucu serta anak dan menantu mereka berkumpul.


Setelah Dewi melahirkan beberapa tahun lalu, Sofia dan Bram memang kembali menikah. Sofia kembali menerima Bram, karena hatinya masih mencintai Bram. Setelah beberapa kali penolakan, bahkan Bram yang sempat merasa insecure karena mendengar ucapan Sofia kala Dewi tengah hamil muda dulu, akhirnya Sofia kembali menerima Bram.


Bukan semata karena permintaan Dewi, tetapi karena di hatinya Bram masih menempati posisi itu. Setelah menikah, Bram dan Sofia pergi ke negara X untuk menemani Kinanti melanjutkan studinya.


Dan sepuluh bulan yang lalu, Kinanti pun dipersunting oleh seorang pria yang berasal dari negara itu. Pernikahan mereka sangat meriah. Dewi dan Genta, serta Brian dan Cindy pun turut hadir dalam pernikahan mereka.


Dan kini, Kinanti sedang menunggu waktu persalinan.


"Bagaimana rasanya hamil anak kembar?" tanya Dewi penasaran.


Pasalnya, Kinanti sedang mengandung bayi kembar menurut hasil USG. Apalagi, suaminya memang memiliki seorang saudari kembar.


"Sangat menyenangkan. Meski aku harus mengalami sedikit kesulitan setelah perut ku membesar." ucapnya.


"Wah... Aku jadi ingin punya anak kembar." ucap Cindy.


"Itu mudah, konsultasikan saja dengan dokter." Sofia menimpali.


Sofia datang membawakan beberapa camilan untuk Kiara serta kedua cucunya yang tengah bermain Lego di dekat orangtua mereka.


"Apa bisa ma?" tanya Cindy.


"Tentu saja. Ilmu kedokteran saat ini sudah semakin maju. Karena itu, jika kamu menginginkan anak kembar, ajak Brian ke dokter." saran Sofia.


Cindy pun mengangguk antusias. Sementara itu, di ruang tamu, para pria tengah berbincang masalah bisnis dan mendengarkan keluh kesah drai calon ayah di samping Genta.


"Jadi, Kinanti melakukan hal itu saat mengidam?" tanya Brian.


"Benar. Papa sangat ingat. Saat tengah malam, Kinan menginginkan sop buah dan harus di dapatkan malam itu juga. Papa menawarkan bantuan. Tapi Kinan bilang, dirinya ingin Edward sendiri yang membelikannya. Dan saat Edward mendapatkannya, justru Edward yang harus menghabiskannya di depan Kinan." Brian dan Genta tertawa mendengar cerita Bram.


Ada-ada saja memang kelakuan ibu hamil di dunia ini. Genta teringat saat Dewi tidak ingin di dekati olehnya. Bahkan Dewi akan muntah saat Genta mendekat.


"Kau tahu, Genta lebih tersiksa." Edward tertarik mendengar ucapan mertuanya itu.


"Oh ya, coba ceritakan padaku." ucapnya antusias.


"Tidak mau, itu memalukan." tolak Genta.


Seketika tawa Brian dan Bram meledak. Hanya Edward yang merasa bingung. Setelah tawa mereka reda, Brian yang menceritakannya.


"Dewi tidak mau di dekati olehnya. Jadi, dia selalu bermain solo selama tiga bulan." Edward pun tertawa mendengarnya.


"Jangan tertawa." hardik Genta.


"Kau pun sama. Cindy menyiksamu kan?" kali ini Genta memancing rasa penasaran Edward.


Edward sudah memasang telinga suap mendengar cerita lainnya. "Saat itu, Cindy bahkan memintanya berdandan ala girlband yang tengah naik daun. Tidak hanya itu, Brian juga di suruh menggerakkan tubuhnya layaknya girlband itu." Brian sudah menunduk malu.


Ia sangat malu saat itu. Namun, demi putrinya saat mandi berada di kandungan istrinya, mau tak mau Brian melakukannya.


Tak lama, para wanita itu masuk dan duduk di samping suami mereka. Sementara Sofia, sudah memangku Briana, putri Brian dan Cindy. Sementara Bram, memangku Pangeran.


Tawa canda pun terdengar di ruangan itu. Setelah itu, mereka beralih ke meja makan untuk makan siang bersama. Baru saja mereka selesai menyantap makan siang, mereka di buat tegang dengan raut wajah Kinanti yang berubah tegang.


Setelah berjuang selama hampir dua jam, akhirnya kedua bayi mungil itu pun terlahir ke dunia. Satu berjenis kelamin perempuan, dan satu lagi berjenis kelamin laki-laki.


Sofia memeluk Bram dengan rasa haru dan bahagia.


*****


Beberapa hari kemudian, Kinanti sudah kembali ke rumah. Kedua bayi mungil itu sudah mencuri perhatian banyak orang. Hingga kedua balita itu terlihat sedikit cemburu. Dewi pun menggendong putranya dan memperkenalkannya pada sepupunya.


"Pangeran, mereka ini adik pangeran yang harus pangeran jaga ya. Yang ini namanya Arka, dan yang itu namanya Arina." ucap Dewi.


Cindy pun melakukan hal yang sama pada baby Briana. Kini, kedua balita itu pun tertawa. Entah mereka mengerti atau tidak maksud pembicaraan ibu mereka.


Di taman belakang.


"Terimakasih kau sudah menerimaku kembali." ucap Bram.


"Mas, kau sudah mengucapkannya lebih dari seribu kali." protes Sofia.


"aku tidak akan bosan mengucapkan terimakasih padamu." Bram y


tersenyum tulus.


Sofia memeluk pinggang Bram. Kebahagiaan mereka kini lengkap dengan kehadiran anak serta menantu dan ke empat cucu mereka.


Saat ini, mereka bahkan sudah bisa menikmati hari tua mereka dengan kebahagiaan dan membimbing rumah tangga ketiga anak mereka. Serta menikmati tumbuh kembang setiap cucu mereka. Jika Tuhan berbaik hati, mereka di berikan umur yang panjang hingga mereka bisa melihat cucu mereka melahirkan cicit bagi mereka.


..."TAMAT"...


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


Yey... Kali ini, benar-benar selesai ya. Kenapa Sofia memutuskan kembali, karena dia memang masih mencintai Bram. Dan cinta, pasti bisa memaafkan sebesar apapun kesalahan pria yang di cintainya. Apa lagi, jika orang itu berubah menjadi lebih baik ya....


Terimakasih semua yang sudah mengikuti perjalan Dewi dan Genta, serta Sofia dan Bram. Untuk sekuel Brian dan Cindy, nanti dulu ya. Aku sedang memikirkan alurnya. Dan juga sedang berusaha menyelesaikan kisah lain di platform ungu. Jangan lupa mampir di kisah ku yang lain ya. Komentar dan like kalian, menjadi semangat untuk aku berkarya.


Di NT/MT:


1.My husband, my brother personal bodyguard: status\=> TAMAT


2. Pernikahan Impian: status\=> TAMAT


3. He is my boyfriend: status\=> TAMAT


Other story' ini other platform:


1. Affair with my boss: status\=> on Going.


Terimakasih genks untuk setiap dukungan kalian. Tanpa kalian, aku tak akan berarti apa apa. I love you all....


Sampai jumpa di cerita lainnya...


Affair with my boss:


Kiara terpaksa bekerja demi membantu keuangan keluarganya yang tengah mengalami krisis. Sayangnya, sejak pergantian pemimpin di perusahaannya bekerja, membuatnya jatuh dalam sebuah kesalahan. Mampukah Kiara lepas dari pesona Mike yang ternyata juga jatuh hati padanya meski dia tahu Kiara telah menikah? Ataukah Kiara memilih mengakhiri pernikahannya dan bersatu dengan Mike? Bagaimana dengan dua malaikat kecil yang telah hadir antara dirinya dan Kevin sang suami?


Yuk di kepoin di platform ungu......


BYE genks......😘😘😘😘😘