My Favorite CEO

My Favorite CEO
18. Flashback off



"Abimanyu, bisa kamu keruangan guru sekarang?" Ucap Bu Diah Walikelasku.


"Baik Bu" lalu aku keluar kelas untuk mengikuti langkah Bu Diah masuk keruang guru. Ternyata didalam ruang guru itu sudah lengkap hadir semua staf sekolah dan guru-guru juga ayah dan bunda.


"Duduk disamping ayah dan bundamu nak" ucap kepala sekolah. Lalu Abimanyu menghampiri kedua orang tuanya dan mengambil duduk diantara keduanya.


"Kami atas nama sekolah berterima kasih banyak, atas prestasi diterimanya beasiswa Abimanyu di luar negeri, hal ini turut mengharumkan nama sekolah kita. Kami seluruh staf dan guru-guru hanya bisa turut mendoakan agar Abimanyu sukses dan dapat menyelesaikan studynya dengan prestasi yang memuaskan juga. Selamat yaa Abimanyu.." lalu kepala sekolah menjabat tangan Abimanyu diikuti oleh semua guru-guru.


Setelahnya,


"Kami juga mengucapkan terima kasih untuk Ibu dan Bapak Yoga atas sumbangsihnya demi kemajuan sekolah kita. Ini sangat berarti bagi kami. Terima kasih banyak" ucap kepala sekolah lagi.


"Kami juga sangat berterima kasih atas dukungan dan motivasi yang terus guru-guru berikan demi kemajuan dan prestasi putra kami. Sehingga apa yang hari ini saya dan istri berikan untuk sekolah tidak sebanding dengan apa yang sudah diterima oleh putra kami" ucap ayah. Lalu ayah menepuk bahu Abimanyu agar putranya juga mengucapkan terima kasih kepada guru-gurunya. Kemudian Abimanyu angkat bicara.


" Saya juga ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak dan ibu guru yang selama ini sudah sangat membantu dan membimbing saya. Semoga semua menjadi amal kebaikan buat bapak dan ibu guru semua diakhirat nanti. Abi mohon maaf sebesar-besarnya, jika selama ini Abi sudah merepotkan dan berbuat salah kepada ibu dan bapak guru semua"


"Kami juga mohon dimaafkan yaa Bi, terutama Ibu selama menjadi wali kelas kamu, mohon dibukakan pintu maaf seluas-luasnya" ucap Bu Diah.


"Sama-sama Bu.." balas Abimanyu sambil mencium tangan wali kelasnya.


"Baiklah..Bapak dan Ibu, sekali lagi saya dan bundanya Abimanyu mengucapkan banyak terima kasih, dan kami mohon diri dulu bapak.. ibu.."


"Tidak sekalian bersama kami makan dulu ini bapak dan ibu? waa..ini banyak sekali loh pak, bu.. lezat-lezat lagi ini" ucap kepala sekolah dan Bu Diah.


"Silahkan-silahkan.. semoga berkenan buat bapak dan ibu, kami permisi dulu. Assallamualaikum" ucap ayah yang diiringi oleh bunda dan didampingi oleh kepala sekolah dan Bu Diah menuju pelataran parkir sekolah. Abimanyu memcium tangan ayah dan bundanya sebelum kedua orang tuanya meninggalkan sekolah.


Tias menggenggam jemari Tita yang termenung dan sudah menangis semenjak tadi mendengarkan percakapan antara orang tua Abimanyu dan guru-guru dari balik lemari arsip sekolah yang tertutup lemari-lemari lainnya. Tadi Tita dan Tias sempat dimintai tolong oleh salah seorang guru untuk menyimpan raport kelas lain yang tadi dikumpulkan keruang arsip.


"Yas.." lirih Tita berucap.


"Ya.. Ta.." jawab Tias sendu


"Cukup kita berdua aja yang tahu yaa... biar Abi yang langsung bicara dan pamit sama kita." balas Tita lagi.


"Iya Ta.." jawab Tias sendu.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Beberapa hari setelah itu, Abimanyu masih hanya menampakan sikapnya yang biasa-biasa saja, penantian Tita bahwa Abimanyu akan bicara mengenai beasiswanya berujung kekesalan gadis itu. Karena Abimanyu masih tetap tidak bicara apa-apa.


Hingga rasa kesal itu berubah menjadi prilaku Tita yang mulai menjauh dari Abimanyu. Tita selalu menghindar dan tidak mau membalas ataupun menjawab setiap panggilan Abimanyu.


Abimanyu hanya memperhatikan Tita diam-diam gerak gerik, tawa dan candaan Tita hanya Abimanyu perhatikan dari jauh. Karena jika dia berusaha mendekat maka hanya akan membuat gadis itu berlalu pergi menghindar.


Abimanyu meyakini, Tita akan sangat baik-baik saja setelah dia pergi.. karena Tita yang supel punya banyak teman untuk diajaknya tertawa.


Abimanyu tidak pernah menduga bahwa hal itu sangat menyakiti hati Tita. Setiap kali dia menghindar dari Abimanyu, tiap kali itu juga hatinya menangis. Tita berharap Abimanyu akan dengan kesadarannya menyampaikan perihal kepergiannya ke luar negeri itu kepada dirinya, tapi ternyata tidak. Hingga dia harus memperlakukan Abi seperti ini, berharap laki-laki itu membaca keinginannya.Tapi sikap Tita seperti itu malah menjadi kesimpulan lain bagi Abimanyu.


Dan terjadilah peristiwa disore itu.


Tias dan Mely memaksa Tita untuk datang dan menghantarkan kepergian Abimanyu.


Flashback Off


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Dears para pembaca setia and Dfriend, Bulan suci Ramadhan segera tiba.. dengan kondisi pendemi Covid 19 yang belum juga musnah .. Author berharap kalian semua bisa menjaga kesehatan dan selalu diberi keikhlasan dengan fenomena yang sekarang terjadi. Banyaknya teman-teman yang terpaksa di PHK, atau terpaksa menerima gaji hanya 50% dan lain sebagainya.


Semoga spirit Ramadhan yang sesungguhnya hadir memberikan oase keagamaan kita. Berbuka dan sahur dengan yang sederhana hingga kita bisa terus bersyukur, sedikit atau berlimpahnya rezeki halal yang kita miliki. Hingga menyambut kemenangannya nanti dengan keimanan yang semakin baik dan terbaharui.. bukan baju baru atau makanan mewah yang berlimpah.


Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan bagi yang melaksanakannya🙏🙏