
Yoga meminta kembali handphonenya yang sedari tadi siang disita oleh Mili.
Mili benci melihat benda itu yang sudah menyita perhatian Yoga yang saat ini baru saja bersamanya, setelah lama sekali mereka tidak bertemu.
Dan itu bahkan dipertemuan yang membawa duka yang teramat dalam bagi mereka berdua.
Yoga sudah beberapa kali meminta handphonenya dikembalikan, tapi Mili malah menggodanya dengan memasukan Handphone itu kedalam saku bajunya.
Akhirnya dia tidak berani meminta handphonenya kembali.
Ternyata Mili bisa berada dirumah sakit itu karena menjenguk mamanya Rosa yang beberapa tahun belakangan ini sudah kembali lagi ke Indonesia.
Kemudian Mili mengajak Yoga untuk sama-sama melihat ke ruang perawatan.
Bertemu dengan seseorang yang pernah begitu sangat berarti dan membantu Yoga melewati masa-masa sulit sekolah diluar negeri seperti tak cukup waktu untuk berbagi cerita dan kerinduan.
Itulah yang dirasakan Yoga ketika akhirnya mereka (Mili, Yoga dan Mamanya Rosa ) bisa bertemu kembali dan mengulang cerita lalu yang pernah mereka lewati bersama-sama.
Beberapa tahun diluar negeri tanpa sanak saudara, membuat Yoga seperti bertemu keluarganya sendiri ketika dikenalkan Rosa dengan mama papanya dan sepupunya yang berasal dari Indonesia juga.
Terlebih, Yoga sudah teramat lama ditinggal pergi oleh ibundanya tercinta, kehadiran dan penerimaan mama Rosa terhadap dirinya.. membuat ia seolah-olah juga memiliki seorang ibu lagi.
Dan Yoga teramat terluka dan merasa sangat bersalah terhadap mamanya Rosa ketika kecelakaan itu menimpa dan merenggut nyawa Rosa, putri satu-satunya yang sangat Ia cintai.
Butuh bertahun-tahun lamanya Yoga meyakinkan dirinya bahwa keluarga Rosa telah benar-benar memaafkannya dan sebenarnya keluarga Rosa merasa itu bukanlah kesalahan Yoga.
Bahkan dipertemuan terakhir Yoga ketika itu dengan mamanya Rosa, wanita paruh baya itu pernah menasehatinya untuk segera melanjutkan hidup, sewajarnya sebagai seorang laki-laki.
" Masa berdukamu sudah terlalu panjang yoga.. Tante malah sedih dan tidak senang melihat keadaan kamu kayak gini"
" Berbahagialah Nak.. itu akan membuat Tante dan Rosa sangat bahagia juga"
Setelah pertemuan terakhir itu, Yoga berusaha untuk bahagia, tapi memang seperti yang papanya katakan.. semua wanita yang didekati atau yang mendekatinya memang wanita baik-baik, hanya saja Papa tidak pernah melihat ketulusan yang sebenarnya pada diri mereka.
Karena bagaimanapun posisi Yoga sebagai pemilik Dirgantara Aviation melebeli dirinya sebagai perjaka yang mumpuni baik dari segi paras, penampilan apalagi soal harta dan keuangan.
Dan papanya tidak ingin Yoga tidak bahagia secara batin..
Ia ingin melihat anaknya bahagia karena benar-benar dicintai dan mencintai .. seperti dirinya dulu dengan mama Yoga.
Maka dari itu, mengapa Yoga dijodohkan papanya dengan Nindy.
Putri dari sahabatnya sendiri, yang selalu dari jauh papa pantau dan ikuti perkembangannya.
Dan papa sangat yakin Nindy lah Jodoh Yoga yang paling tepat.
Mengingat wanitanya.... Yoga sudah sangat ingin mengetahui kabarnya, tapi saat ini handphone itu masih ada dalam saku baju Mili.
Dan mereka bertiga sedang sangat asik mengulang cerita-cerita lalu yang lucu dan membahagiakan.
Hingga mamanya Rosa merasa terhibur.
Sampai ketika itu jam sudah menunjukan pukul 5 sore dan mamanya Rosa ingin bersih-bersih dan beristirahat. Barulah Mili dan Yoga pamit pulang.
Reuni kecil-kecilan itu telah membuat Yoga lupa waktu dan mengabari Nindy akan keberadaannya.
Jam sudah menunjukan pukul 11.00 malam waktu Mili mengembalikan handphone Yoga.
Mereka berpisah di depan Cafe salah satu hotel terkemuka di Jakarta.
Dan ketika Yoga sudah didalam mobil bersama pak Budi, barulah Yoga melihat pesan-pesan yang masuk dan nomor-nomor yang dari siang tadi menghubunginya.
Termasuk pesan dari Nindy yang baru saja bisa ia lihat.
" Nindy... Pulang?"
Batinnya menyesal.
Yoga langsung melihat keberadaan Nindy dari GPS di handphonenya.
" Sudah di Rancaekek... Shit!! "
Batin Yoga.
" Sepanjang perjalanan dari rumah sakit ke rumah tadi bagaimana keadaan Bu Nindy Bud?"
" Tadi ibu hanya diam dan memaksa memejamkan matanya pak sepanjang perjalanan pulang, Sampai tiba dirumah ibu juga tidak mengabarkan ke ibu mertua bapak, kalau ibu baru saja pingsan."
Jawab pak Budi menjelaskan.
" Pasti dia sudah sangat kesal sekarang !! "
"Aarrrggghhhh"
Yoga mengacak-ngacak rambutnya dan wajahnya dengan kasar.
" kita pulang kerumah atau bagaimana pak?"
" huiiifffff .... "
Yoga menarik nafas panjang
" Kita pulang pak Budi, besok pagi jam 09.00 saya ada meeting dengan Mr. Lorenzo "
jawab Yoga
\=\=\=\=\=\=
Katakanlah aku salah
Caramu menghukumku
membuat kita berdua sengsara.....