
Pagi dirumah Bunda Nindy
Diluar sedang hujan deras, Abimanyu dan Annisa baru saja menyelesaikan rutinitas mandi mereka yang penuh drama romantis, membuat keduanya saling melempar senyum ketika sedang berpakaian.
"Kamu semakin sexy dengan kehamilanmu .. sayang" puji Abimanyu ketika Annisa baru saja mengancingkan kemeja suaminya. Annisa tersipu malu dipuji seperti itu. Pipinya memerah.
"Masa? kan aku makin genduut" tanya Annisa manja.
"Gendut.. sexy .." jawab Abimanyu ditelinga Annisa
"I love you sayang ..." ucap Abimanyu sambil menautkan jemarinya ke jemari Annisa membawa kening istrinya untuk dicium.
"I love you too honey ..." balas Annisa sambil menatap kedua mata Abimanyu.
"Lihat ... twins senang sekali kita saling mengucapkan cinta" ucap Annisa sambil memperlihatkan tonjolan-tonjolan yang terus bergerak didalam perutnya. Abimanyu tersenyum dan dalam hatinya bahagia.
Abi menopang tubuh diatas lututnya ia mendekatkan pipinya diperut Annisa.
"Ayah dan Ibu juga sayang kalian ..." ucap Abimanyu sambil membelai perut Annisa, lalu ia merasakan gerakan-gerakan itu ditelapak tangannya.
"Jagoan ... jaga saudaramu didalam sana ya, Ayah akan melakukan yang terbaik buat kalian" ucap Abimanyu sambil mencium perut Annisa.
Abimanyu lalu berdiri lagi dihadapan Annisa.
"Kita sarapan dulu sayang .." ucap Abimanyu yang dibalas anggukan kepala Annisa.
.
.
.
.
.
.
"Pagi .. bunda" sapa Annisa sambil mencium pipi ibu mertuanya. Bunda Nindy membalas dengan pelukan, kecupan dikening Annisa dan usapan menyapa si kembar diperut menantunya. Bunda tersenyum bahagia dan terus menerus mengucapkan dan memuji 99 nama Allah ketika ditelapak tangannya dia merasakan kedua cucunya melakukan banyak gerakan.
"Ayo .. kita sarapan yaa, bunda pagi ini buatkan zupa sup. biar hangat perut kamu" ucap bunda pada Annisa, lalu menantu yang penuh pengertian itu membantu mertuanya menaruh setiap mangkuk zupa Sup di meja makan.
"Hmmmm harum sekali Bunda .." ucap Annisa penuh bahagia melihat zupa sup dihadapannya.
"Semakin besar, nafsu makan Annisa semakin banyak Bun" ucapnya lagi yang disambut tawa ayah, bunda dan suaminya.
"Twinskan semakin besar, mereka sepertinya juga semakin banyak makannya didalam situ" jawab bunda Nindy sambil tersenyum.
"Hari ini kalian jadi foto ditempat Axsal" tanya Bunda
"Jadi Bun, aku sudah janjian jam 10.00 ini malah terus yang lain ikut minta kumpul-kumpul" jawab Abimanyu.
"Jagain Nisa .. Bi, ayah kurang senang terakhir pertemuan dengan Tita waktu itu!" ucap ayah tiba-tiba. Ternyata ayah selama ini memperhatikan juga bagaimana Tita bersikap.
"Pasti yah!" janji Abimanyu sambil mengusap jemari Annisa. Annisa hanya membalas dengan tersenyum.
Diluar masih hujan, membawa Annisa, Abimanyu, ayah juga bunda duduk bersantai setelah sarapan diruang keluarga. Mereka sedang menonton beberapa Chanel TV yang memberitakan perihal saham dan berita terkini. Sementara bunda Nindy dan Annisa sedang berbicara santai.
Bunda selalu mengamati pergerakan twins didalam perut Annisa.
"Kamu hebat iih sayang .. kecil-kecil kuat bawa twins. Bunda waktu hamil Abi aja rewel Nis" ucap Bunda sambil mengusap perut Annisa lembut.
"Dikasih satu, kamu bisa tetap tegar aja dengan persoalan yang aku hadapi waktu itu aku sudah bersyukur sekali!" ucap Ayah lagi.
"Maafin keluarga Nisa.. Bunda.. Ayah.." sela Nisa tiba-tiba lirih. Ayah dan Bunda juga Abi jadi merasa tidak enak.
"Sayang... maaf .. bukan maksud ayah sama bunda jadi menyinggung perasaanmu .. itu sudah masa lalu, sudah kami maafkan.. dan mereka juga bukan keluarga kamu yang sesungguhnya. Kita lupakan yaa ... maafkan ayah dan bunda ya ..." ucap Bunda langsung memeluk Annisa.
Abimanyu mengusap pangkal kepala istrinya, dia tidak ingin hal yang tidak disengaja menambah kesedihan dihati Annisa. Cukup dengan kesedihan Istrinya saat ini yang sedang berjuang agar Basma ketika dilahirkan dengan keadaan jantungnya sudah sempurna saja yang dirisaukan oleh istrinya itu.
"Maafin ayah juga yaa nak, tadi benar-benar bukan disengaja, ayah menyayangi kamu sudah seperti ayah menyayangi Abimanyu" ucap ayah juga sambil mengusap bahu Annisa.
"Ayah dan bunda nggak salah ... Bagaimanapun yang dilakukan keluarga angkat Nisa memang sangat keterlaluan, dan itu juga Nisa rasakan ... terima kasih .. bunda sudah kuat dan tegar menghadapi semua .. sehingga Nisa sekarang bisa dipertemukan dengan Abi .." ucap Annisa sungguh-sungguh.
"Sekarang kita semua bahagia .. dan harus tetap seperti itu .." ucap bunda lagi, semua tersenyum.
.
.
.
.
.
.
Mobil Abimanyu sudah terparkir digalery foto Axsal, hujan sudah berhenti semenjak tadi Abimanyu memutuskan keluar rumah.
Dengan hati-hati Abimanyu membimbing masuk Annisa, lalu Ia keluar lagi untuk mengambil tas yang isinya adalah pakaian yang akan digunakan untuk sesi foto pagi ini. Kemudian Abi kembali masuk ke galery Axsal dan Annisa saat itu sudah sedang berbincang-bincang dengan Handa dan Tyas.
Annisa sedang menggendong putra Tyas sambil mereka berbincang-bincang, Abimanyu memandang dengan khawatir, ia mendekat lalu mencoba memindahkan putra sahabatnya itu kedalam gendongannya.
"Cobaaa.. om Abi juga maaau belajar gendong kamu yaa..." ucap Abimanyu mengalihkan putra sahabatnya itu dari gendongan istrinya.
Anak batita itu dengan ucapan bamblingnya membuat Abimanyu gemas dan terus membuat dirinya asik sendiri.
"Abi sepertinya bisa banyak membantu nanti kalau twins lahir Nis .. beruntung kamu!" ucap Tyas.
"Mudah-mudahan yaa .. aku kasian juga kalau sampai ganggu jam istirahatnya mas Abi, karena dia kan harus konsentrasi full dipekerjaannya" jawab Annisa.
"Oo iya.. jadi rencananya bagaimana nanti nis? kamu akan melahirkan disinikan?" tanya Handa.
"Iya, aku akan melahirkan disini. Dan aku sedang berfikir untuk melepas pekerjaanku untuk murni merawat twins" ucap Annisa yang disambut terkejut oleh kedua sahabat suaminya.
"Kamu sudah fikirkan matang-matang Nis? maaf .. kamu jangan tersinggung, dengan semua yang dimiliki Abimanyu, kamu bahkan bisa membayar Dua atau bahkan enam sekaligus baby sister yang akan membantumu, sehingga kamu enggak perlu mengurusnya sendiri. Dan ilmu yang kamu miliki masih bisa tetap bermanfaat untuk orang banyak!" ucap Handa.
Annisa tersenyum
"Itulah, didalam fikiranmu aku malah ingin mengurusnya sendiri. Jadi kalaupun ada baby sister, ia hanya akan sekali-kali saja membantuku" jawab Annisa sambil mengusap perutnya.
Abimanyu tidak sepenuhnya asik sendiri, ia mencuri dengar apa yang dibicarakan tiga wanita di sampingnya.
"Sekarang .. aku sudah menemukan kebahagiaan yang melengkapi jiwaku ... rasanya sudah saatnya aku mengabdikan diriku sepenuhnya pada keluarga, sudah cukup lama juga kalau diingat-ingat pengabdianku. Dan sekarang adalah kewajibanku yang sesungguhnya, pertanggungjawabanku dunia dan akhirat .." ucap Annisa kembali sambil tersenyum melihat perutnya yang bergelombang karena gerakan twins.
Abimanyu tersenyum mendengar pengakuan istrinya walau ia masih mengajak main putra sahabatnya itu.
"Nisa ... apa yang ada didalam dirimu itu sungguh seperti yang Abimanyu cari. Aku setuju dengan keputusanmu, untuk ukuran financial kalian berdua, memang seharusnya kamu tinggal mensyukuri segala yang kalian miliki dan menjaganya. Lakukan Nis, bicarakan dengan Abi ini langkah yang sangat baik" ucap Tyas penuh dukungan.
"Kalau sudah bicara kewajiban dunia akhirat ... aku tidak pantas memberikan pertimbangan selain ikut mendukung keputusanmu Nis. Lakukanlah!" ucap Handa pun memberikan dukungan.
"Terima kasih ... kalian sudah menguatkan, aku semakin yakin dengan apa yang akan aku lakukan.." jawab Annisa yang mencoba memeluk bahu Tyas dan juga Handa bersamaan.
"Aduuuuhhhh .... aku kayaknya ketinggalan momen niih ... kok ada peluk pelukan segala.. ada apa ini?" Seru Tita yang dengan penampilan memukau karena keseksiannya sepagi itu telah memecahkan suasana.