My Favorite CEO

My Favorite CEO
Yoga



Tersiksa karena mencintai


Mungkin itu harga yang harus dibayar


Bila kita mencintai dengan segenap jiwa raga ..


Demikian yang dirasakan oleh Yoga terhadap Nindy.


Dia tidak dapat melarang laki-laki lain untuk mencintai Wanitanya.


Justru itu yang membenarkan apa yang menjadi pilihannya.


Wanita cerdas yang serba berkecukupan namun tetap rendah hati, terkenal sebagai gadis yang ringan tangan dan baik hati, sehingga banyak memiliki teman yang menyayanginya.


Wanita yang memilih menunaikan terlebih dahulu kewajibannya sebagai anak, sehingga pendidikannya dapat dia banggakan dan pertanggung jawabkan kepada kedua orang tuanya.


Wanita yang mampu menjaga kehormatannya, hingga hanya Yoga satu-satunya laki-laki yang sudah pasti menjadi calon suaminya sajalah, yang memperkenalkan pada wanita itu apa arti ciuman dan hasrat.


Itulah yang membuat Nindy pantas dicintai oleh dirinya dengan segenap jiwa raga.


Kemurnian gadis itu adalah hadiah besar baginya setelah kehilangan yang amat dalam.


Seperti itulah rahasia Tuhan ...


Ketika kehilangan Rosa, Yoga sepertinya bahkan sudah tidak mampu lagi untuk mencintai secara tulus kepada wanita lain.


Sampai akhirnya dengan cara Tuhan.. Yoga dipertemukan kembali Dengan Nindy, anak sahabat ayahnya yang sedari dulu Yoga menganggapnya gadis polos yang terlalu menyukai dirinya apa adanya, yang kotor karena tanah sawah, yang kulitnya terbakar matahari, yang dengan keadaan wajah belepotannya menerima kedatangan Yoga yang saat itu datang kerumahnya.


Namun karena kemurnian gadis itulah... Yoga menemukan cinta sejatinya.


Gadis seperti ini mana ada yang tidak mencintai?


Karenanya Ia membiarkan matanya melihat semua gelagat Ardi, atau Aris atau bahkan Bimo yang begitu nampak mencintai wanitanya.


Walau hatinya terbakar dan gelisah.


Bahkan.. disaat dia menduga bahwa es kopi gula aren itu adalah buatan Nindy, hanya saja diberikan lewat Waiters ... Yoga hanya bisa merasakan sakit didalam hatinya.


Dan mungkin itu adalah bagian dari karena Dia sangat mencintai Nindy.


Walau hatinya meyakini, wanitanya hanya mencintai dirinya seorang, Yoga tidak bisa memungkiri.. melihat wajah dan senyum Ardi yang terlihat kesenangan karena menduga juga bahwa es kopi gula aren kesukaannya, dibuatkan oleh Nindy, membuat dadanya terbakar cemburu.


" Hon.. kok belum diminum ? aku sudah buatin teh serehnya enggak terlalu panas kok.. jadi pas buat aa minum langsung.."


kata-kata Nindy mengalihkan perhatian Yoga.


" OOO ... aa kira masih panas "


Jawab Yoga sambil menatap dimata Nindy, menemukan seberkas kebenaran namun sekaligus mencari ketentraman didalamnya...


Hatinya gelisah dan tidak bisa menerima kalau benar minuman untuk Ardi adalah buatan Nindy.


Entah.. Nindy merasa ... sepertinya ia melihat kegelisahan dimata Yoga.


Ia menggenggam jemari yoga, mengajaknya mengikuti langkah Nindy.


Nindy memasuki ruangan yang adalah tempat menyimpan semua persediaan cafe.


Sambil menggenggam kedua jemari Yoga dan saat ini mereka sudah berhadapan.


" honey kenapa ? apa yang membuat mata ini keliatan gelisah ? aa nggak nyaman ? mau pulang ? "


Tanya Nindy sambil menyentuh pinggiran mata Yoga.


Nindy terlihat khawatir, karena memang sedari tadi sampai di Cafe She, dia terlalu asik sendiri dengan teman-temannya.


Dia benar-benar tidak melakukannya. Batin Yoga


" Ardi itu.. minuman kesukaannya apa hon ? "


Yoga memberanikan diri.


" Ardi ? kok tiba-tiba jadi minuman kesukaan Ardi ? yaaa mana Nindy tahu a ? "


Jawab Nindy polos.


Jadi bukan dia... benar-benar bukan Nindy.. batin Yoga


Ditangkapnya tengkuk kepala Nindy, dengan gerakan lembut .. Yoga menyapu bibir Nindy yang manis.


Nindy sekarang sangat menyukai bibir Yoga yang lembut itu. Sudah menjadi candu baginya saat ini semua hal mengenai Yoga...


Harum khas tubuh lelakinya itu, Bibirnya, hembusan nafasnya, suaranya bahkan kulit halusnya jika Nindy menyentuhnya.


Semua... membuatnya berjanji akan memberikan yang terbaik.. kelak di malam pertama mereka.


Nindy ingin membuat Yoga tidak menyesal mau dijodohkan oleh dirinya.


Nindy ingin membuat Yoga hanya membutuhkan dirinya, agar tidak berpaling pada wanita lain.


Nindy ingin tunjukan bahwa Yoga adalah hal yang paling berarti dan segalanya bagi Nindy.


Yoga merasakan... wanitanya sudah pandai membalas ciumannya... membuat dia semakin harus menekan hasratnya yang sudah tidak tertahankan.


Yoga meyakini perasaan Nindy padanya.. tidak untuk laki-laki lain.


Yoga merasakan Nindy pun menahan hasratnya. Dia menghentikan perlahan gerakan bibirnya yang membalas bibir Yoga.


Nindy melihat teduh ke mata Yoga


" Jangan meragukan perasaan Nin ke aa.. "


katanya lembut dengan nada suara yang amat menghipnotis Yoga


" tak akan .... "


Lalu hanya sekilas Yoga mencium Nindy lagi dan menggenggam jemari Nindy, mengajaknya keluar dari ruangan penyimpanan.


Aku seharusnya tahu..


Wanita yang kumiliki ini bukan wanita biasa..


Karena memang yang mampu membuat Yoga mencintai setulus hati juga .. pasti bukan wanita biasa