My Favorite CEO

My Favorite CEO
23. Arimbi



Abimanyu telah meninggalkan kampus Tita, setelah tadi meminta alamat galery dari Axsal, saat ini dengan panduan google map Abi menuju kesana.


Ternyata digalery foto milik Axsal, dia juga menerima para customer yang ingin mengabadikan momen mereka digalery itu. Hingga banyak beberapa spot berbeda untuk mereka bisa bergaya. Dan semua menarik. Abimanyu sangat menyukai perkembangan Axsal ini. Memang belum ada satupun pelanggan yang datang, masih terlalu pagi, hanya beberapa karyawan yang sudah terlihat sedang bersih-bersih ditempat itu. Salah satunya menyambut kedatangan Abimanyu, seorang gadis yang lumayan cantik dan menarik. Mungkin dia juga menjadi salah satu daya tarik galery ini. Fikir Abimanyu


"Selamat pagi k, mohon maaf kami baru bisa melayani pemotretan nanti di jam 09.00. Ada yang bisa kami bantu k?" tanya gadis itu.


"Saya teman dari pemilik galery ini, boleh saya menunggu Axsal sampai dia datang?" jawab Abi sopan.


"Oo teman k Axsal, boleh K.. silahkan tunggu diruangan K Axsal saja. Mari saya antarkan" balas gadis itu. Ruangan Axsal berada dilantai 2, menyatu dengan ruang pengeditan foto dan pencetakan foto, ditata tetap terlihat artristik dan menarik. Gadis itu mempersilahkan Abi duduk disalah satu bangku yang ada disana. Tak berapa lama gadis itu juga membawakan secangkir teh hijau untuknya.


"Silahkan k, teh hijau dengan tambahan sedikit gula batu, baik untuk kesehatan" ucapnya.


"Terima kasih" balas Yoga sedikit terkesima.


Lalu gadis itu mohon izin untuk melanjutkan pekerjaannya, dan ia masuk kedalam ruangan pengeditan foto. Tak berapa lama Axsal datang.


"Weeeeiiii bro.. nggak nyangka gue, loe pagi-pagi sudah sampai sini!" sapa Axsal sambil menjabat dan memeluk Abimanyu.


"Abis anterin Tita kekampusnya, mumpung waktu gue masih banyak, sekalian gue mampir kesini!"


"OOO .... eeh loe sudah dikasih teh hijau sama Arimbi ya?" sela Axsal.


"Gue gak tahu namanya, anaknya masuk tuh ke ruang pengeditan!" jawab Abimanyu.


"Bentar yaa Bro.. gue lihat dulu!" ucap Axsal lagi sambil melangkah ke ruang pengeditan.


Beberapa saat kemudian Axsal keluar lagi dan menemui Abimanyu.


"Itu anak, namanya Arimbi" jelas Axsal


"Bisa...aja loe cari karyawan yang cantik menarik kayak gitu biar banyak pelanggan loe!" ucap Abimanyu.


"Dia bukan karyawan gue men! dia itu anak magang! lebih tepatnya, anak sekolah kebidanan yang minta diizinkan buat belajar fotografi disini!" jawab Axsal.


"Dia bilang, dia kepingin mengabadikan momen indah buat orang tua dan bayinya yang baru lahir!"


"Laah terus.. siapa yang bantu proses melahirkannya kalau dia yang ambil foto?!" jawab Abimanyu sambil senyum-senyum.


"iyaa yaa.. baru kepikiran gue! ntar gue tanya sama tuh anak!" lalu Axsal memanggil Arimbi


"Bi, ke ruangan gue dulu!" ucap Axsal, Abimanyu agak mengerenyit hingga kedua alisnya menyatu mendengar panggilan Axsal kepada Arimbi.


"iyaa K!" jawab gadis diseberang sana


Kemudian gadis itu mengetuk pelan pintu kaca ruangan Axsal. Setelah dipersilahkan masuk, baru membuka pintunya.


"Ya K, ada apa?" tanyanya.


"Jawab yang jujur ya, loe bilangkan mau belajar fotografi karena loe mau mengabadikan momen berkesan buat orang tua dan bayinya yang baru lahir! laaah kan elo bidannya! loe yang nolongin tuh bayi lahir! trus gimana caranya loe bisa mengabadikan! loe mau boongin gue?" tanya Axsal yang disambut raut keheranan dalam senyum gadis itu. Sementara Abimanyu juga jadi tersenyum-senyum mendengar kekonyolan sahabatnya itu.


"Siapa yang boongin kakak, nih yaa k.. momen itu kan bisa diambil saat bayi sudah dibersihkan, atau kalau atas permintaan orang tuanya bisa dilakukan ketika bayi pertama kali menyusui.. banyak momen indah k yang bisa diambil ketika para orang tua menyaksikan bayinya lahir, bisa juga ketika air mata ayah yang menetes ketika pertama kali mengadzani anaknya" jelas gadis itu sambil membayanginya, hingga wajah cantik itu terlihat tersenyum manis kembali.


"Jadiii.. aku ini benar mahasiswi kebidanan yang ingin sekali bisa belajar fotografi K.."


"Hehehehe gue kira loe boongin gue!" ucap Axsal malu.


"Yaa.. udah! coba cetak hasil editan loe, biar gue lihat hasil belajar loe selama disini!"


"Tapikan kakak lagi ada tamu!" jawab gadis itu sambil menunjuk jari manisnya kearah Abimanyu dengan sopan.


"Eeehh iyaa.. " jawab Axsal


"Enggak... gak apa-apa, saya juga penasaran momen indah yang kamu bilang itu yang kayak apa! saya juga mau lihat!" ucap Abimanyu.


"Oke... kalau gitu, sebentar saya cetak dulu!" jawab gadis itu, lalu keluar dari ruangan Axsal.


"Tias tahu, ada makhluk cantik jadi anak magang disini?" tanya Abimanyu kemudian.


"Tahulah... malah mereka berteman baik! sayaaang... Arimbi telat datang dalam kehidupan gue men!" jawab Axsal yang disusul dengan timpukan bantal kursi dari Abimanyu.


"Jangan konyol loe! udah bagus Tias mau sama makhluk kayak loe!" ucap Abimanyu.


"Naah ituu dia men...hehheee!" jawab Axsal sambil nyengir.


"Tias masih sering sal, kumpul bareng sama Tita dan Mely?" tanya Abimanyu lagi.


"Ada sih beberapa kali mereka ketemuan bareng, cuma.. kalau cerita Tias, karena kuliah di kedokteran, Tita jadi agak sulit punya waktu luang buat ketemuan. Jadi kalau pas aja waktunya sama waktu luangnya Tita, mereka baru ketemuan, selebihnya cuma Tias sama Mely yang sering siih" jawab Axsal.


"Kayaknya Tias sama Mely baru pas dipemakaman kakek gue aja yaa mereka ketemunya! berarti.. dugaan gue terlalu berlebihan!" ucap Abimanyu.


"Soal si Tristan maksud loe ya?"


"Iya.. gue jadi malah baru merasa terganggu pas kita kemarin ngobrol!"


"LDR an emang banyak kendalanya men! makhluk lemah kayak Tita, pasti butuh sering-sering ditolong, muncullah tuuh si Tristan!"


"Gue rasa gitu juga sih..." ucap Abimanyu sambil menerawang.. lalu pintu ruangan Axsal diketuk lagi.


"Masuk!" ucap Axsal


Arimbi kemudian masuk.


"Ini K, hasil foto-fotonya" ucap Arimbi sambil menyerahkan beberapa lembar foto kepada Axsal.


Setelah Axsal melihat lembar pertama, kemudian foto diteruskan lagi kepada Abimanyu. Dan memang luar biasa hasilnya. Arimbi benar-benar punya kemampuan dibidang fotografi. Momen yang ditangkap oleh Arimbi benar-benar menyentuh.


Dengan Background hitam putih, Arimbi mengambil momen ketika seorang suami mencium kening dan menggenggam jemari istrinya yang mau melahirkan, ada pula momen seorang bayi didalam box tempat tidur rumah sakit yang tubuhnya dibalut kain woll berwarna merah, kontras dengan warna sekelilingnya, ada pula momen ketika suami mencium kepala istrinya yang baru melahirkan dan si ibu yang baru melahirkan itu mencium kepala bayinya. Tetes air mata kebahagian si ibu ditangkap dalam gambar itu. Semua sangat indah.


Abimanyu ikut membenarkan bahwa kemampuan Arimbi sangat luar biasa.


Dan gadis itu tersenyum manis tanda puas atas hasil belajarnya.


"Kereeeen Bi.. ini kereeen bangeet! loe udah lulus jadi murid gue!" ucap Axsal.


"Yaaah... apa berarti maksud kakak, aku sudah enggak boleh lagi terus belajar disini?" tanya gadis itu dengan raut wajah sedih. Abi tersenyum dengan reaksi gadis itu. Difikirannya gadis itu, ekspresif dan sangat apa adanya.


"Maksud gue, sebagai murid loe sudah mencapai nilai terbaik dari ekspektasi gue Bi! ini luar biasa!" jawab Axsal.


"Iyaaa.. tapi terusnya.. aku sudah enggak bisa tetep belajar disini ? gitu maksud kakak?!" ucap gadis itu lagi.


Abimanyu sudah tidak tahan menahan geli dengan tingkah kedua orang didepannya. Lalu dia tertawa.. tertawa sejadi-jadinya.


"Men! loe ketawa! sumpah....!" ucap Axsal keheranan. Arimbi pun terheran-heran dengan tamu Axsal.


"Sumpah! gue nggak tahan sama tingkah kalian berdua!" ucap Abimanyu masih tertawa.


.


.


.


.


.


.


.


.


Ditempat berbeda.


"Huuufff akhirnyaaa.. selesai juga!" ucap Tita sambil menggeliat. Tubuhnya seperti sangat pegal dan letih. Tristan memperhatikan dari jauh.


Lalu Tita mengambil ponselnya, dia menghubungi Abimanyu.


"Ya.. Ta" jawab Abimanyu diseberang sana


"Ujian sudah selesai Bi... mau nungguin sampai aku selesai ngerjain tugas dulu nggak?" ucap Tias.


"Kamu ngerjain dimana?" jawab Abi


"Diperpustakaan kampus" balas Tita.


"Ok, aku kesana buat nemanin kamu!" ucap Abi lagi, lalu dia pamit pada Axsal dan Arimbi.


Sebelum sampai dikampus Tita, Abimanyu menghentikan mobilnya disalah satu restoran besar yang menyajikan hidangan laut. Abi memesan beberapa jenis masakan untuk dia bawa.


Beberapa saat kemudian, Abi sudah berada dikampus Tita.


"Yaa 'Yang, kamu sudah sampai?" tanya Tita.


"Iya, aku sudah sampai. Aku harus ambil arah kemana untuk ke perpustakaan?" tanya Abimanyu.


"Aku yang keluar dulu aja! kalau kamu yang cari tempat ini bisa-bisa mahasiswi yang tadi pagi, histeris lihat kamu jalan sendirian!" jawab Tita


"Ok, aku tunggu diparkir mobil ya!" jawab Abi tersenyum.


.


.


.


Jendela mobil Abi diketuk Tita


Kemudian Abi membuka kunci pintu mobil, dan Tita masuk kedalam mobil.


"Uuuhhhh capeee... 'yang" ucap Tita sambil menggeliat lagi.


"Laper nggak?" tanya Abi yang memperhatikan Tita sedari tadi.


"Lapeeer.." jawab Tita manja sambil merebahkan tubuhnya dikursi mobil lalu dia menggeliat lagi.


Abi tersenyum melihat gadis yang dicintainya itu.


"Aku bawa makanan, kamu makan dulu baru nanti kamu ngerjain tugas. Gimana?" tanya Abi.


"Tapiiii... suapin yaa....mata Tita maunya mereeeem Biii.." jawab Tita sambil menatap Abimanyu manja.


"Iyaaaa... aku suapin" balas Abimanyu sambil mengambil makanan yang tadi dia pesan. Setelah menaruh beberapa lauk dan sayur diatas nasi merah, Abimanyu menyuapi Tita yang masih tetap menutup matanya.


"mmmm enak Bi masakannya, Tita sukaaa..." ucap Tita.


"Syukurlah kalau kamu suka, selama persiapan ujian ini pasti kamu kurang istirahat yaa?" tanya Abi masih terus menyuapi Tita.


"Iyaa... rasanya semakin lama semakin berat Bi.. apalagi semester depan sudah mulai rutin dirumah sakit.. aku ngebayanginnya aja sudah lemeees.." jawab Tita sambil mengunyah makanannya.


"Semua memang terasa beratnya sekarang, nanti juga kalau sudah terbiasa kamu sudah bisa menikmatinya.." ucap Abimanyu.


"mmmm kamu enggak ngerasainnya siiih... dirumah sakit malah akan semakin sulit istirahat. Apalagi buat mahasiswa yang masih belajar!"


Abimanyu terhenyak sesaat dengan kata-kata Tita.


"Anak.. pintar..! kamu sudah menghabiskan makanannya! minum dulu!" ucap Abimanyu menyingkirkan keresahannya.


"Aku ngabisin semua ini?" tanya Tita histeris sambil memperhatikan 3 tempat makanan kosong diatas dasboard mobil. "Kok enggak terasa yaa?"


"Kamu enggak kerasa karena dari tadi matamu itu menutup, ini semua kamu yang makan!" ucap Abimanyu. Lalu Abi menghapus noda sisa makanan dan minuman dibibir Tita dengan Tissue.


Gerakannya melambat diatas bibir Tita. Ingin rasanya dia menyentuh bibir itu, tapi niat itu diurungkannya. Tita juga merasakan debaran kuat didalam dadanya ketika Abimanyu menyusuri bibirnya. Namun ketika Abi menghentikan niatnya, Tita hanya menggigit bibirnya.


"Ayooo... kita ke perpustakaan! kamu masih harus menyelesaikan tugasmu bukan?" tanya Abi memecahkan kebisuan mereka.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Lagi puasa .. dilarang membuat tulisan yang membatalkan xixxxiiiii 🤣🤣🤭


Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komen kalian yaa.. terima kasih🙏