
Pernikahan ..
Bukan hanya tentang aku..
Tapi juga tentang Dia
Yang keberadaannya
Menjadi Doa, Tanggungjawab dan Tempatku
Pulang..
( Yoga _ Menikahimu )
\=\=\=\=
Setelah makan malam, papa mengajak Yoga untuk duduk-duduk santai dibalkon.
Dan memintaku juga mama membawakan buah dan pudding ke atas.
Ketika mama dan aku tiba diatas, sepertinya papa dan Yoga dalam pembicaraan serius. Dan menghentikan obrolannya ketika kami mendekat.
Yoga berdiri, membukakan kursi untuk mama, lalu untukku.
" serius amat pah ngobrolnya" kata mama
" Pembicaraan Mertua ke Menantunya.. biasalah mah " canda papa
Yoga tersenyum... dan menatap kearah Nindy.
Yang diperhatikan tidak melihat karena sedang memotong beberapa slice pudding dan memindahkan ke piring-piring kecil.
" kemarin kata Tante Emma kalian ke butiknya ya?" tanya mama.
" iya mah.. hanya untuk souvenir dan kain yang yoga dan Nindy mau pakai, selebihnya akan diurus oleh Lita dan Pipit" jawab Yoga.
" iyaa ... Tante Emma cerita, kesenangan dia tuuh.." kata mama lagi.
" Sesuai lah mah, yoga juga senang sama hasil batik tulisnya "
" Puddingnya hon.. " kata Nindy
" Terima kasih " jawab Yoga
Sambil bercengkaram, mereka menikmati pudding brownmilk Oreo buatan Nindy.
beberapa saat kemudian papa dan mama pamit lebih dulu untuk beristirahat, memberikan waktu dan kesempatan pada Yoga dan Nindy untuk saling belajar memahami satu sama lainnya.
Tiba-tiba Yoga mendapatkan panggilan di handphonenya.
" Maaf .. Pak Yoga, saya mendadak harus mengabarkan bapak, karena undangannya baru kami terima sore ini pak."
" iyaa.. ada apa Fer?"
" Pak Bachtiar mengundang diacara ulang tahunnya pak, besok jam 07.00 malam di Bandung. Apakah Bapak bersedia hadir ?"
" Sebentar " kata Yoga
" Hon.. besok kamu ikut ya " kata Yoga ke Nindy
"iya" jawab Nindy tanpa bertanya apa-apa
" ok Fer, besok saya datang dengan Nindy, kamu lebih pagi ke Bandungnya kan?"
" iya pak, saya lebih pagi untuk cek lokasi acaranya dimana, mengatur penginapan Bapak dan menyiapkan hadiahnya."
" Hadiah biar calon istri saya yang pilihkan, sudah tidak usah kamu lagi." ujar Yoga
" Baik pak kalau begitu. maaf mengganggu waktu istirahat bapak, selamat malam pak." jawab ferdy lagi
" malam "
" Sudah mulai dingin ... kita masuk yuu " ajak Yoga sambil mengulurkan tangannya pada Nindy untuk berdiri."
Nindy menyambutnya. ketika mereka berdiri berhadapan.. Yoga tidak bisa tidak menyicipi bibir Nindy yang manis.
Nindy pun menyambut dengan kehangatan yang sama.
Sekujur tubuh mereka tiba-tiba menghangat..
Yoga selalu merasa ada rasa baru setiap merasakan bibir Nindy .. membuatnya sulit untuk menghentikan apa yang dia mulai.
keadaan seperti ini membuat Yoga tak sabar memiliki Nindy Secara Sah.
Nindy yang terlebih dulu menghentikan ciumannya. dadanya rasa ingin membuncah.. nafasnya memburu.
Ia begitu menyukai pengalaman barunya ini. tapi ia harus menghentikannya sebelum keinginan lainnya muncul diotaknya, yang saat ini selalu datang semenjak Ia diperkenalkan candunya bibir yoga.
Kening mereka masih saling mengadu..
Yoga menangkup wajah Nindy dengan kedua tangannya. Menatap mata cantik gadis itu.
" Besok.. aku baru mulai ingin mengenalkan duniaku.. supaya kamu perlahan-lahan bisa belajar menyesuaikan diri."
" iyaa... A"
" Besok, kita beli hadiah dulu untuk kolega penting Aa sebelum kita ke Bandung ya.."
" Iya "
" Dingiiiin lagi hon... " kata Yoga
" aa.. mau lagi?" jawab Nindy heran dan malu-malu
" Hahhhaaaa aa mau ngajak kamu masuk kedalam sayang..."
Yoga masih tertawa bahagia, sedangkan Nindy sangat malu hingga Pipinya terlihat merona.
Lalu dengan merangkul bahu Nindy, mereka masuk kembali kedalam rumah.
\=\=\=\=\=
Besok siangnya setelah mendapatkan hadiah untuk Pak Bachtiar, Yoga dan Nindy meminta izin kepada papa mama untuk ke Bandung.
Yoga menjelaskan perihal undangan salah satu kolega pentingnya, dan mengapa Nindy sudah diajak Yoga untuk ikut serta.
Papa Mama memberikan persetujuannya.
Sepanjang perjalanan ke Bandung, Yoga menjelaskan pada Nindy siapa pak Bachtiar, kolega pentingnya itu bagi perusahaannya.
Termasuk perihal Nena, anak pak Bachtiar.
Sampai pada cerita Nena, Nindy bertanya
" Cantik yaa hon Nena itu ?"
" Iya.. dia Cantik, pandai bersosialisasi dan pintar" jawab Yoga sambil menatap kearah Nindy, dan masih terus menggenggam jemarinya.
Mata Nindy terlihat risau .. mendengar perkataan Yoga
Dan Yoga menyadari itu. Dan berkata
" Nena memang sepertinya tampak sempurna... tapi buatku kamu yang paling sempurna dan yang paling ingin aku miliki"
Jawaban Yoga membuat Nindy tertunduk malu
Dan Pak Budi yang memperhatikan tingkah Bos nya dari kaca spion tersenyum - senyum.
Pak Bos jadi puitis semenjak jatuh cinta.
Batinnya.
\=\=\=\=\=
Cinta ..
Ketika Aku memilikinya
Aku menjadi manusia yang paling egois
Karena Aku tak ingin membaginya.
( Yoga _ Mencintaimu )
\=\=\=\=\=
teruslah bersemangat memberiku like kalian yaa...
terima kasih