
"Hari ini aku sudah bilang cinta belum yaa sama kamu ?" balas Abimanyu menggoda Annisa, hatinya melembut ketika mengingat calon istrinya itu.
"Kalau mas Abi mau mengucapkannya lagi .. Nisa senang kok ... I always want to hear it 1000 times a day from you ..."
"I love you honey ... " ucap Abimanyu penuh kesungguhan hati.
"I love you more Mas Abi ..." jawab Annisa bahagia
"Adakah sesuatu yang mas Abi mau ceritakan?" tanya Annisa setelah ia tersenyum-senyum sendiri mengingat bagaimana mata Abimanyu menatapnya penuh sayang.
"Kenapa tidak kamu yang cerita, ehmmm... kenapa tersenyum-senyum seperti itu ... apa yang kamu bayangkan? hayooo terus terang ..." balas Abimanyu menggoda.
Dia tidak ingin menceritakan yang sebenarnya, Abimanyu tidak ingin membuat Annisa khawatir.
Pernikahan mereka sudah didepan mata. Abimanyu hanya inginkan Annisa dengan hati yang sebahagia sekarang melalui hari-hari menjelang pernikahan mereka.
Dan seharusnya Tita sudah tidak akan menjadi persoalan bagi mereka berdua lagi.
Annisa melebar senyumannya ketika Abi menggodanya seperti itu.
"Aku nggak ngebayangin apa-apa .. mau senyum aja ... karena bahagia ... mas juga bahagiakan?" jawab Annisa
"Sangat bahagia ... aku sangat bahagia Nisa ... hidupku berubah jauh lebih baik karenamu, segalanya berjalan menjadi begitu sempurna dan membuat hatiku nyaman ... sebentar lagi .. kamu resmi menjadi istriku ..."
"Jangan salah menyebutkan nama nanti diijab kabul ..." ucap Annisa lirih setelahnya.
"Hiiii ... kalimat apa seperti itu?!" suara Abi meninggi, tidak suka.
Entahlah ... kalimat itu hanya ingin saja dilontarkan oleh Annisa ... bukannya menjawab Annisa malah menangis.
Membuat Abimanyu kebingungan. Annisa juga tidak mengerti kenapa terjadi perubahan emosi yang begitu mendadak pada dirinya. Dia tadi baik-baik saja, tapi kemudian sekarang dia sepertinya begitu sedih.
Lalu Annisa malah mematikan begitu saja ponselnya dan mulai menangis ...
Abimanyu langsung menghubungi Febry lagi untuk menyiapkan mobil. Dia ingin lekas kembali menemui Annisa. Abimanyu ingin memastikan segalanya baik-baik saja.
Satu jam kemudian, Abimanyu sudah berada dirumah Annisa kembali.
Mba Suci yang membukakan pintu juga merasa bingung dengan kedatangan Abimanyu lagi. Namun setelah dijelaskan, akhirnya mba Suci mempersilahkan Abimanyu untuk menemui Annisa.
Mba Suci yang membukakan pintu kamar Annisa, disana juga sudah ada Aisyah yang sedang menenangkan Annisa. Gadis itu juga tidak mengerti kenapa sahabatnya itu tiba-tiba saja menjadi sedih dan menangis dibalik bantal.
Mba Suci meminta Aisyah bersama-sama memberikan kesempatan untuk Abimanyu berbicara berdua dengan Annisa.
Akhirnya mba Suci dan Aisyah keluar dari kamar, Abimanyu bertopang pada kedua lututnya disisi tempat tidur Annisa.
"Sayang ... hii .. kenapa ? ada apa ini? kok tiba-tiba jadi aneh kayak gini. Ada apa hmmmm?" bujuk Abimanyu sambil mengusap punggung Annisa yang tertelungkup menyembunyikan wajahnya dibawah bantal.
"Ayo.. kita bicarakan baik-baik .. jangan seperti ini, aku bisa mengambil kesimpulan yang salah kalau kamu kayak gini" Abimanyu masih berusaha membujuk.
Lalu Annisa mulai mengeluarkan wajahnya dari balik bantal. Perlahan mendudukan tubuhnya menyilangkan kakinya diatas kasur, Abimanyu mengambil posisi untuk duduk diatas kasur Annisa, juga sambil menyilangkan kakinya.
Abi menangkupkan kedua lengannya ke wajah calon istrinya, kemudian mengangkatnya perlahan. Menatap kedua mata Annisa dalam diam.
"Katakan ... ada apa hmmmm?" Abimanyu lembut bertanya.
"Nisa takuuut ...." jawab Annisa sambil membalas tatapan Abimanyu.
"Apa yang kamu takuti?"
"Nisa takut ... Mas Abi berubah fikiran, Nisa takut mas Abi enggak ingat nama Nisa, enggak ingat nama bapak ... Nisa ta.."
Belum lagi kalimat Annisa selesai, Abimanyu sudah membawa tubuh gadis itu didalam pelukannya.
"Bagaimana aku nggak ingat nama wanita yang aku cintai, yang akan menjadi satu-satunya istriku? apalagi nama calon mertuaku? yang sudah hampir 3 bulan ini aku sering telponan sama bapak dan mas Sapto ... jangan pernah meragukan cintaku padamu Nis, walau waktu kita saling mengenal cukup singkat. Kamu satu-satunya wanita yang paling kuingini dalam hidupku" ucap Abimanyu penuh keyakinan.
Lalu Abimanyu melepaskan pelukannya .. membawah wajah Annisa mendekat kewajahnya ..
"Aku sudah sangat ingin memiliki dirimu ...
selama ini .. aku menjaganya untuk malam pertama kita ... percayalah ... aku menginginkan mu ..." ucap Abimanyu lalu meninggalkan jejak rasa manis Annisa dibibirnya .. juga rasa manis bibir Abimanyu untuk Annisa.
Annisa begitu terhanyut akan manisnya rasa mereka berdua ... dan itu membuat dirinya seakan melayang menjauh dari bumi. Debaran jantungnya memburu seperti juga irama debaran didalam dada Abimanyu yang dia rasakan dikedua telapak tangannya.
Lalu Abimanyu menghentikannya. Mengecup pangkal hidung Annisa, kemudian mengecup kening Annisa.
"Jangan pernah meragukan aku ..." ucap Abimanyu sambil mengusap lembut pipi Annisa dan tersenyum melihat gadisnya begitu memerah wajahnya karena bibirnya tadi.
"Aku pulang dulu ... bersiaplah .. aku akan mengambil semuanya ketika kamu sudah sah menjadi istriku .." Annisa mengangguk dan membiarkan Abimanyu keluar dari kamarnya dan berpamitan untuk kembali ke hotel.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Mohon maaf yaa atas keterlambatan up nya, semoga kalian tetap menunggu dan tetap suka dengan episode MFC kali ini ππ terima kasih untuk selalu dukung aku melalui like, komen dan pointnyaπππ