
Apa itu !! senyum-senyum nggak jelas, menghayal apa dia !! batin Yoga
Senang sekali sepertinya dia ketemu laki-laki itu ! lihat itu... wajahnya masih senyum-senyum, matanya juga berpendar penuh kebahagiaan seperti itu !!
Bisa yaa dia perlihatkan wajah itu, tanpa perduli muka masamku ini yang sudah jelas-jelas kuperlihatkan !!
eheeem...
Yoga berdehem..
Nindy yang masih tersenyum-senyum melihat wajah cemburu Yoga, pura-pura tak mendengar.
Papa tau, Nindy sedang mempermainkan Yoga juga saat ini.
Biar tau rasanya kamu cemburu nak.. xixxiii
Papa tersenyum
" KK kelasmu tadi, pasti populer yaa dikalangan anak-anak perempuan Nin?"
Tanya Papa yang menyambut sikap pura-pura Nindy.
" xixxiii iyaaa pah... K Aris itu dulu bintangnya dilapangan basket "
Nindy menjawab.. Dia tersenyum mengetahui calon mertuanya tau kalau dia saat ini sedang suka melihat Yoga cemburu.
" Pantas... gagah dan tampan " sambut papa lagi
" Halaaaah orang biasa gitu aja .. ". sambut Yoga kesal
" Suaranya itu looh pah... berkarisma.. " Nindy pura-pura lagi tidak mendengar Yoga.
Tiba-tiba Yoga menepikan kendaraannya mendadak. membuat Nindy dan Papa tidak siap mengantisipasi mobil yang tiba-tiba berhenti.
Yoga langsung keluar dari Mobil, menutup pintu mobil dengan keras dan pergi kearah belakang mobil, mencoba menghirup udara sebanyak-banyaknya.. menahan kesal dan marahnya melihat perubahan Nindy sambil bertolak pinggang... mondar mandir dibelakang mobil.
Papa dan Nindy melakukan Tos.. mereka berhasil menjahili Yoga.
Tak berapa lama Yoga kembali kedalam mobil, menatap lurus dikemudi. Lalu menjalankan kembali mobilnya.
Sampai mereka sudah tiba dirumah, Yoga masih memasang wajah acuh, walau dia tetap membukakan pintu untuk Nindy juga Papa.
Dan Dia melangkah duluan masuk kedalam rumah, membiarkan Papa hanya ditemani Nindy masuk kedalam rumah.
" xixxii gawat Nin, serius sepertinya si Yoga itu marah.. kamu harus merayunya biar kembali baik padamu "
Kata Papa
" iyaa.. Pah.. xixxiii tapi Nindy senang.. A Yoga bisa cemburu .. kemarin.. seharian juga Nindy sudah menahan cemburu .. sama Nena"
" Ya.. sudah.. sana, kamu harus bisa mengambil hatinya lagi. Papa mau istirahat dulu yaa.. rasanya mengantuk "
" Iya .. Papa.. "
Setelah Nindy mengantar papa Iwan sampai ditempat tidurnya, lalu Dia keluar kamar papa Iwan dan memberanikan dirinya ke kamar Yoga.
Dilihat dikamarnya, Yoga tidak ada..
Nindy sampai mencari kekamar mandi yang ada didalam kamar Yoga, calon suaminya juga tidak ada disana.
Lalu Nindy mencoba mencari Yoga keruang meja makan, juga tidak ada.
sampai kehalaman belakang, laki-laki yang dicintainya itu juga tidak ada.
Panggilan Nindy ke Handphonenya pun tak dihiraukan.
Kemana perginya a Yoga.... batin Nindy
Lalu dia mencoba mengetik pesan di WA untuk Yoga..
" Sayaaang.. kamu dimana?"
Pesan masuk diterima dan dilihat oleh Yoga
Tapi Tak dibalasnya.
Nindy menyerah terus mencari Yoga, mungkin dia karena masih marah nggak mau menemui ku dulu.
xixxii biarkan saja dulu...
Akhirnya nindy memilih melangkahkan kakinya masuk kedalam kamarnya.
Baru saja dia masuk ke kamarnya, Tiba - tiba tubuhnya di tarik berputar dan sudah berada dalam pelukan Yoga.
" terima hukumanmu karena sudah bersekongkol sama papa mengerjai ku tadi !"
Lalu dengan kasar, Yoga merenggut bibir Nindy.. mempermainkannya dengan kejengkelan yang tertahan.. namun perlahan.. gerakannya semakin melembut.. dan melembut, membuat Nindy kehilangan nafasnya..
Dihentikan sejenak ciuman itu, sambil masih memeluk Nindy, melihat ke arah bibir Nindy yang menjadi lebih memerah karena kekasarannya tadi..
Sambil menyentuh bibir Nindy yang memerah dengan ibu jarinya.. Yoga berkata
" sakiit sayaaang ? "
" sedikit.. ". Jawab Nindy dengan senyum
" Untungnya aku akhirnya menyadari, kalian bersengkokol menjahili aku dengan semakin membuat aku cemburu tadi kan... !!"
"Tapi awas ! kalau benar sampai Isi kepalamu ini (lalu memberi ciuman dikening Nindy) sampai berani-beraninya memikirkan laki-laki itu ! "
" Dan Bibir ini ( memberi lagi ciuman yang lebih lembut dan hangat pada bibir Nindy ) semakin dalam dan bermain-main lama disana membuat Nindy juga memberi lebih sehingga Yoga menyukai keberanian Nindy kali ini .... awas saja kalau sampai menyebut dengan mesra nama laki-laki lain selain namaku !"
Lalu ujung hidung mereka saling menyatu.
" berapa lama lagi .. kamu menjadi istri sahku Anindya Kasih ? "
" hanya tinggal kurang dari 2 bulan sayang..."
" Selama itu.. setelah hari ini... jangan pernah menggodaku lagi... aku bisa khilaf.. aku sudah menahan diri .. demi kesucianmu dimalam pengantin kita... "
" Jawab aku.. ". ucap Yoga lagi dengan merdu
" iya.. aku janji.. Maafin yang tadi yaa... " Jawab Nindy dengan suara manjanya.
" Dan.. satu lagi..."
".apa? "
" Nada suara itu.. milikku! jangan pernah berbicara dengan nada seperti itu dengan siapapun !! "
Sekali lagi Yoga mendaratkan ciuman lembut nya.. menguji keberanian Nindy lagi .. gadis itu tau.. jika Ia membalas keinginan Yoga.. semua bisa berakhir mendahului dari waktu yang seharusnya.
Jadi dia memilih jalan aman.
\=\=\=\=\=\=
Setelahnya Yoga dan Nindy beristirahat dikamar mereka masing-masing.
Sore harinya
Nindy sudah merasa segar kembali, setelah tidur siangnya yang menjadi sangat nyenyak lalu mandi dengan kesegaran air sore itu.
Dengan sedikit memoles wajahnya Nindy keluar kamar hendak menuju ke dapur, membuatkan makan malam
Tapi langkahnya terhenti ketika diruang tamu dia melihat Yoga sedang menerima kedatangan Ferdi.
Sepertinya pembicaraan mereka sangat serius. Nindy berdoa semoga tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan perusahaan Yoga.
Lalu dia mengambil langkah melanjutkan menuju dapur.
" Sayang... kamukah itu?".
Panggil Yoga.
" Iya "
Jawab Nindy, Lalu dia memutar langkah menghampiri Yoga
Ketika Nindy sudah didekat Yoga
" Malam ini, kita makan malam diluar saja ya.. biar kamu nggak terlalu cape, besok Subuh aa sudah harus antar kamu pulang.. Papa tadi sudah menelpon"
" Iya.. sayang "
" Sebentar aa selesaikan urusan kantor dulu baru kita keluar yaa.. "
Nindy memberikan anggukannya, kemudian melangkah meninggalkan Yoga bersama Ferdi, kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap makan malam diluar.
\=\=\=\=\=
Ternyata urusan pekerjaan yang akan ditinggal Yoga 2 hari untuk mengantarkan Nindy pulang belum juga selesai, sehingga Yoga juga membawa Ferdi ketempat makam malam mereka.
Setelah memilih beberapa menu makanan dan minuman, Yoga kembali konsentrasi kepekerjaannya bersama Ferdi.
Dan Nindy asik dengan Handphonenya.
Demi Tuhan.. kenapa dia tersenyum-senyum lagi dengan Handphonenya ?
Apa laki-laki itu sudah berkabar lagi ?
Ekor mata Yoga memperhatikan gerak gerik Nindy, memecah konsentrasinya
" Sayang... mendekat kesini " pinta Yoga
Nindy langsung mendekat ke kursi yang lebih dekat dengan Yoga.
" Pinjam Handphonemu sayang.." kata Yoga lagi kepada Nindy.
Dengan heran Nindy menyerahkan Handphonenya.
" Fer... tolong kamu ambil gambar kami dari sana !"
Kenapa bos ku ini tiba-tiba mau difoto. Batin Ferdi
Dengan melingkarkan tangannya di bahu Nindy, Yoga berpose dan Ferdi mengambil beberapa gambar seperti perintah Bos nya.
Lalu dengan beberapa gambar yang dirasa membuat dirinya terlihat Macho melindungi Nindy, Yoga merubah Foto profil di WA, IG, FB, Tweeter dan semua media sosial yang dimiliki Nindy.
Nindy heran dengan apa. yang dilakukan Yoga dengan Handphonenya, tapi dia tidak berani untuk merebut handphonenya dari Yoga.
Lalu dengan Handphonenya sendiri, Yoga menelponn ke Handphone Nindy.
Keluarlah identitas MY SOUL .
Yoga tersenyum sendiri lalu melihat kearah Nindy.
Menatap manja, kemudian kembali mengotak ngatik di Handphone Nindy dan di Handphonenya sendiri.