
Sebelum keluarga Abimanyu meninggalkan rumah kediaman Annisa, Bapak dan Mas Sapto melaksanakan pemasangan Tarub (hiasan dari janur atau daun kelapa muda) yang merupakan kebudayaan Jawa, dipintu gerbang rumah, menandakan bahwa sang keluarga sedang melaksanakan hajatan mantu.
Abimanyu menatap penuh arti pada Annisa. Sebuah fase baru akan dimulai .. segala hal baru akan Abimanyu tapaki bersama Annisa. Rumah tangga, juga usaha yang dirintisnya diatas kakinya sendiri. Jemari Abimanyu menangkap jemari Annisa, membuat gadis itu terkejut namun begitu melihat tatapan Abimanyu .. Annisa pun tersenyum dan membalas tatapan itu.
Mereka saling mengatakan cinta dalam diam.
Setelahnya Abimanyu dan seluruh keluarga mohon diri untuk kembali ke hotel tempat mereka menginap, yang adalah tempat nanti berlangsungnya acara Akad dan resepsi pernikahan Abimanyu dan Annisa.
Setibanya di hotel,
Abimanyu dikejutkan dengan kehadiran Tita yang saat itu sepertinya memang menanti benar kehadiran Abimanyu diruang tunggu lobby hotel.
Kecantikan dan penampilan Tita yang juga mengundang decak kagum serta tatapan tamu lain dihotel tersebut membuat rasa tidak nyaman bagi Abimanyu.
Terus terang, Abimanyu lebih memperhatikan keselamatan Tita daripada usaha yang coba dilakukan Tita dengan cara berpenampilan untuk menggoyahkan hatinya.
Mencoba membawa kenangan diantara mereka kembali pada waktu dimasa Abi begitu memuji dan ingin melindungi Tita.
"Abi ...." sapa Tita lembut.
Abimanyu mendekat kearah Tita, dan meminta kedua orang tuanya untuk kembali terlebih dahulu bersama keluarga lain ke kamar mereka masing-masing. Bunda dan Handa sangat tidak menyukai kehadiran Tita. Bahkan Bunda dan Handa tidak membiarkan Tita menyalami mereka.
"Penampilan kamu itu bisa membahayakan untuk diri kamu sendiri Ta! aku hanya ingatkan, jangan sia-siakan sepasang mata yang kamu terima dari pendonor yang tidak mempunyai kesempatan hidup seperti yang kamu miliki!" ucap Abimanyu sambil mengambil posisi duduk disalah satu bangku tunggu di lobby hotel yang mewah itu.
"Kamuuu masih memperdulikan apa yang aku pakai .. Bi ? lihaaaat .. hati kamu itu masih tergetar melihat aku ..." balas Tita besar kepala.
Abi tidak ingin membantah kata-kata gadis didepannya itu, Ia hanya tidak ingin menarik perhatian orang banyak yang saat ini ada di lobby hotel. Dan Ia tidak juga dalam rangka ingin berkata-kata kasar apalagi menghindar dari mantan yang masih belum juga bisa move on.
Ini bukan peristiwa pertama, Tita mencoba untuk terus membuat Abi kembali padanya. Dan ini harus diselesaikan sampai ke akar-akarnya dihati Tita.
"Kita bicara diresto saja!" Ucap Abimanyu sambil berdiri dan melangkah terlebih dulu tanpa menunggu Tita yang tersenyum merasa memenangkan trik pertamanya melemahkan hati Abimanyu.
Abimanyu mencari sudut disalah satu sisi resto agar membuat dirinya dan Tita, tidak menjadi pusat perhatian.
Mereka duduk berhadapan, membuat Tita mempunyai kesempatan untuk lebih berani mengambil kesempatan ini.
Ia menyentuh jemari Abimanyu, menunggu reaksi laki-laki itu karena sentuhannya. Abimanyu diam saja, Ia tak bergeming .. membiarkan apa yang ingin dilakukan Tita terhadap dirinya.
Tita begitu kesenangan melihat reaksi Abi yang menerima sentuhannya.
"Bi.. kamu masih punya kesempatan untuk tidak menjalani pernikahanmu dengan Annisa ... lihat ... aku berusaha sampai dititik ini .. karena aku benar-benar mencintai kamu ... aku masih Tita yang kamu cintai sayang ...." begitu lembut Tita mengatakan itu, mengingatkan Abimanyu dengan cara bicara Tita yang dulu membuat dadanya bergemuruh.
"Aku rela melakukan apapun demi kamu sayang .." ucap Tita lagi masih sambil memainkan jemarinya dijemari Abimanyu. Abimanyu hanya diam melihat kearah jemari itu bermain-main.
Tita merasa kali ini Abi bisa dipengaruhi hatinya. Niatnya untuk hanya melakukan dengan kelembutan yang Abimanyu sukai dari dirinya ternyata berhasil. Sampai saat ini Abi hanya diam saja, tidak membantah kata-katanya.
Disudut lain, seseorang yang begitu gemas dan tidak suka melihat pemandangan didepannya seakan ingin merobek-robek pakaian wanita yang saat ini ada dihadapan Abimanyu karena sangking kesalnya. Tapi ia teringat pesan Bunda, hanya untuk mengamati dan mengambil tindakan jika itu sangat dibutuhkan.
"Bi ... kamu sudah mengerti soal aku bukan? kita coba lagi sayang .. semua dari awal .. aku janji .. aku akan menjadi Tita kamu yang dulu ... jawab aku .. sayang ..." ucap Tita memainkan suaranya yang dulu membuat Abimanyu tersenyum bahagia.
"Kamu sudah selesai dengan semua yang ingin kamu katakan Ta ..?" tanya Abimanyu tidak kalah lembut. Membuat Tita begitu menyukainya. Inilah yang Ia harapkan. Abimanyu yang selalu lembut padanya ..
"Iyaa .. sayang .. sudah .. " jawab Tita terus mengambil kesempatan untuk menyentuh hati Abimanyu.
"Ta ... aku dulu sangat mencintai kamu .." ucap Abimanyu yang membuat Tita tersenyum manis dan mengangguk membenarkan.
"Aku juga dulu berharap, bahwa kisah kita akan berakhir di pelaminan .. cita-citaku bahkan menyertakan dirimu didalamnya" Tita semakin mengeratkan jemarinya menggenggam jemari Abimanyu .. kata-kata Abi semakin membangkitkan cintanya.
"Tapi kamu tahu Ta .. segalanya .. kamu sendiri yang merusaknya. Aku masih berusaha bahkan ketika itu .. mengesampingkan fakta yang aku temui demi cintaku padamu ... tapi semua tidak berubah ternyata Ta ... kamu tidak berubah, dan itu justru yang membuat aku yang harus berubah!" mimik wajah Tita mulai berubah, ia menarik perlahan jemarinya yang menggenggam jemari Abimanyu.
Ditempat lain didalam kamar Annisa, tiba-tiba gadis yang sedang menunaikan sholat Ashar itu terlintas fikirannya tentang Abimanyu. Annisa sujud dalam sholatnya sambil mendoakan kekasih hatinya itu. Agar selalu diberi keselamatan dan penjagaan oleh Allah SWT.
"Karena kamu sekarang tahu, bahwa aku sudah berubah .. aku berharap, cukup sampai disini usahamu Ta .. untuk membuat aku kembali padamu. Semoga .. kamu mendapatkan segala yang terbaik dalam hidupmu.." ucap Abimanyu lagi untuk terakhir kalinya. Abi tetap berada ditempatnya .. namun kemudian Tita yang berdiri .. mencoba berjalan dengan sisa ketenangan dihatinya yang sudah hancur berkeping-keping dan meninggalkan Abimanyu.
Abimanyu menarik nafasnya dalam-dalam ... mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. Cara inilah yang sudah Ia fikirkan untuk membuat Tita tidak pernah akan menyentuhnya lagi. Dan bahkan benar .. dirinya pun sudah tidak memberikan reaksi apapun terhadap sentuhan Tita.
Abimanyu langsung meraih telpon genggamnya, Ia menghubungi Annisa.
Sementara gadis yang sedari tadi mengintai Abimanyu dan Tita dari kejauhan sudah memastikan kepergian Tita dari hotel itu dengan airmatanya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Ya .. mas .." suara Annisa menyahut lembut dari seberang sana.
"Hari ini aku sudah bilang cinta belum yaa sama kamu ?" balas Abimanyu menggoda Annisa, hatinya melembut ketika mengingat calon istrinya itu.
"Kalau mas Abi mau mengucapkannya lagi .. Nisa senang kok ... I always want to hear it 1000 times a day from you ..."
"I love you honey ... " ucap Abimanyu penuh kesungguhan hati.
"I love you more Mas Abi ..." jawab Annisa bahagia
.
.
.
.
.
.
.