
"Awaaas.. pada netes tuuh air liur! jangan nganga gitu dong Mel..!" ucap Axsal ketika saat ini mereka semua sedang memperhatikan Abimanyu yang sedang menjelaskan jawaban yang benarnya dari tugas mereka, setelah dirasa Aryo sudah salah dengan jawabannya.
"Diem daki!" balas Mely dan Tias bersamaan. Yang disambut mimik wajah memberengutnya Axsal.
Setelah Abimanyu selesai dengan penjelasannya kemudian Aryo berkata
"Oooo iya ya.. bener penjelasan loe Bi, gue jadi ngerti letak kesalahan gue tadi"
"Abi.. loe pantesan jadi guru deh kayaknya. Cara elo nerangin masuk banget ke otak gue!" lanjut Daffa.
"Lanjut ke nomor selanjutnya!" balas Abimanyu dengan sikapnya yang biasa..acuh.
"Nomor selanjutnya Tita yang ngerjain Bi" jawab Tita.
"hmmm" balas Abi, Tita senyum saja dengan balasan Abi itu. Kemudian Tita menerangkan bagaimana menyelesaikan soal selanjutnya. Setelah selesai tidak ada yang menanggapi.
"Bener nggak jawaban Tita? kok diem? tanggapannya dong!" ucap Tita.
"Gue kesihir sama auranya Tita cantiik.. apa aja bener deeh kalau dari Tita!" canda Axsal. Langsung buyar semua konsentrasi yang lain karena candaannya Axsal.
"Aaaa.... dasar kropak mesjid bisa ae!" balas Daffa.
"Tiap hari emak loe ngasih makan apa sih Sal! otak loe koplak dah!" sambut Bima.
"Gue sama kok Ta jawabannya sama elo!" sahut Tias.
"Sudah benar!" ucap Abimanyu singkat tapi tegas. Tita membalasnya dengan senyuman manis.
"Adeeeh... Ta.. ada gula tuh dibibir kamu!" ucap Axsal.
Lalu Tita spontan memegang bibirnya dan meraba-raba disana. Dia takut terlihat belepotan didepan Abimanyu.
"Perasaan aku enggak makan gula deeh.." jawab Tita.
"Kalau enggak makan gula kok senyum kamu manis bangeet sih Tita cantik.." canda Axsal yang langsung disambut cibiran dan teriakan dari teman-temannya yang lain. Cuma satu orang saja yang enggak ada ekspresinya dan sebenarnya lebih jengkel dengan Axsal yang mampu seenaknya mengatakan kata-kata gurauan yang penuh rayuan.
"Iiiihh dasar daki!" balas Tita yang disambut tawa teman-temannya.
"Biar... aku rela jadi daki. Kan jadi bisa nempel terus deket kamu!" balas Axsal lagi.
"Tita mah nggak bakal ada dakinya cumiii, emang elo?" sela Mely, dan semua tertawa lagi.
"Bi, senyum kek.. ini dari tadi si Axsal lucu banget loh!" ucap Tias.
"Senyum Mamas Abimanyu maaah cuma buat Tita... Tias sayangnya akuuuu" balas Axsal.
"iiiiihhh ..... Axsal mulai stress..!" balas Tias lagi dan semua tertawa terbahak-bahak. Yang dicela malah senyum-senyum manis nggak tahu malu.
"Yayangnya babang Axsal emang pinteeer deeh aaah! Goda Axsal. Yang disambut sorakan teman-temannya. Dan seperti biasa yang satu ini tebal muka dan malah bermimik sok kegantengan, sementara yang ganteng beneran mimiknya teteeeep... dataaaaar....Flaaaaat.
Yang akhirnya mereka menyudahi belajar bersama, karena suara Adzan sholat Magrib telah terdengar dari masing-masing handphone mereka.
Abimanyu merenggangkan otot-otot tubuhnya yang terasa pegal, tersenyum sebentar setelahnya dan kemudian menutup semua buku dan laptopnya. Ia akan bergegas mengikuti ayahnya untuk sholat berjamaah bersama bundanya juga.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Menarilah khayalku karena senyummu.
Nikmati saja.. Jika esok ..
Belum tentu jawabnya...
.
.
.
.
.
Terima kasih untuk kalian yang selalu setia membaca tulisan recehku ini. Semangat selalu... jaga kesehatan yaa.. dan selalu berdoa dan optimis Covid ini akan segera berlalu.