
Ditengah lokasi proyek
"Feb! sudah ada informasinya?" tanya Abimanyu pada asistennya. Febri membuka ipednya dan menyerahkan kepada Abimanyu.
Abimanyu membaca informasi yang sudah didapatkan oleh Febry, terkait dokter Annisa. Bahkan beberapa orang kepercayaannya sudah mengkonfirmasi kebenarannya.
Abimanyu termangu dengan semua hal yang dia dapatkan tentang dokter Annisa.
Lama sekali dia menangis sendiri.. menyiksa dirinya dengan semua kesibukan didesa ini untuk menekan semua kesedihannya.
Menerawang jauh mata Abimanyu memandang ... menarik nafas panjangnya .. mengeluarkannya perlahan ... ini semua diluar harapannya.
ini tidak akan mudah...
batin Abimanyu.
Suatu malam..
Hari Istimewa untuk bidan Aisyah, malam itu dokter Annisa mentraktir semua staf dipuskesmasnya makan bersama disebuah tempat makan dipinggir pantai yang ada dikota L. tempat makan yang selalu dijadikan Abimanyu dan stafnya juga untuk makan malam.
Semua hidangan saat itu sudah terhidang didepan mereka, dimulai dengan mendoakan kesehatan dan kebaikan untuk bidan Aisyah, kemudian masing-masing dari mereka memberikan hadiah. Saat itu bidan Aisyah tidak dapat membendung rasa terharunya .. namun semua menghiburnya dengan bertepuk tangan, mereka tak ingin membiarkan bidan Aisyah menangis.
Pemandangan itu tak luput dari pengamatan Abimanyu. Namun perhatiannya hanya tertuju pada dokter Annisa, wajahnya semakin hari semakin terlihat cantik dimata Abimanyu. Senyum dan keceriaan yang ditunjukan perempuan itu.. jauh dari keadaan sebenarnya.
"Feb.. urus semuanya termasuk yang dimeja mereka" Abimanyu menunjuk kearah meja dokter Annisa dan teman-temannya. Febry memahami maksud bos besarnya.
"Kalian teruskan saja makan malamnya, saya kembali terlebih dulu kepenginapan. Nanti supir kembali menjemput kalian!" ucap Abimanyu sambil berdiri dan berlalu dari sana.
Sekilas dokter Annisa menangkap sosok Abimanyu ketika laki-laki itu berdiri dari salah satu meja yang ada di tempat makan itu, dan pergi berlalu dari sana.
Mencoba tidak perduli.. tapi sosok itu mulai mengganggu fikirannya semenjak pertemuan mereka didermaga. Pandangannya tak mampu teralihkan dari punggung yang terlihat atletis itu, sampai menghilang dari pandangan matanya.
Dokter Annisa menundukkan wajahnya.
Bidan Aisyah menangkap itu semua.. diraihnya pundak dokter Annisa dan jemarinya mengusap-ngusap diujung bahunya. Dokter Annisa mengangkat wajahnya, melihat kearah bidan Aisyah. Senyum terkembang dari wajah bidan Aisyah.. membuatnya merasa damai dikasihi lalu...
"Ayooo kita habiskan semua ini! pesan lagi kalau masih kurang! hari ini hari bahagia... kita harus makan enak!" teriak dokter Annisa menyembunyikan tangisnya. Semua menyambut dengan tepuk tangan dan sorak sorai...
Mungkin memang aku terlahir bukan untuk membahagiakan diriku sendiri...
Setidaknya.. aku mampu membuat diriku berarti untuk orang-orang di sekitarku...
Batin dokter Annisa sambil kembali menebarkan senyum dan keceriaannya.
Dipenginapan.
"Assallamualaikum Bunda... sudah makan malam Bun?" sapa Abimanyu dari sambungan telpon selulernya.
"Sudah nak, Alhamdulillah.. kamu gimana? sudah makan malam juga?" tanya Bunda sambil melihat foto besar yang terpampang didepannya.. Abi kecil, dirinya juga suami yang paling dikasihinya.
"Bunda kangen Bi.... kamu masih lama disana? boleh bunda jenguk kamu kesana nak?" tanya bunda.
Abimanyu diam sesaat.. terlalu banyak kekhawatiran yang dia fikirkan seandainya bunda harus berada disini bersamanya.
Dia menarik nafasnya dalam..menghembuskannya perlahan..
"Abi nggak mau bunda jadi terlalu mengkhawatirkan Abi kalau sampai bunda ada disini, sabar yaa Bun... Abi sebentar lagi pulang" jawabnya.
"Baiklah nak.. kalau itu katamu.. jaga diri baik-baik yaa.. Bunda selalu berdoa untuk kamu.. OOO iyaa Handa sudah benar-benar pulih Bi, sudah kerja lagi anak itu!" balas bunda sambil mengusap figura-figura kecil yang didalamnya berbagai macam foto Abimanyu kecil.
"OOO yaa Bun.. syukur kalau begitu. Tante Pipit masih menemani Handa Bun?" tanya Abimanyu lagi.
"Enggak.. dia enggak bisa ninggalin lama-lama usaha diTasik, kasian Tante Lita. Tapi bunda sering berkunjung lihat Handa" jawab bunda.
"Bagus kalau begitu... , Bun.." ucap Abimanyu
"Ya.. nak, ada apa?" tanya Bunda, Ia bisa menangkap keraguan Abimanyu.
"Apakah Abi...pernah mengecewakan bunda dan ayah selama hidup Abi?" pertanyaan itu lolos juga dari mulutnya.
"Enggak pernah Bi.. kamu enggak pernah sekalipun mengecewakan ayah dan bunda.. nak.. kenapa tiba-tiba kamu bicara seperti ini? apakah ada sesuatu yang terjadi disana nak?" tanya bunda penuh kekhawatiran.
"Semua berjalan lancar saja disini Bun..Alhamdulillah.. , Bun...."
"Ya nak.."
"Abi.. sangat sayang Bunda dan Ayah"
"Iyaa nak.. bunda tahu... ayah sama bunda juga sayang sama kamu nak.. kamu segalanya buat bunda dan ayah. Baik-baik disana yaa nak.."
"Iya.. pasti. Tapi bunda jangan ada kekhawatiran sama sekali yaa...disini semua berjalan baik, Abi juga baik-baik saja. I love you mom.." ucap Abimanyu mengakhiri panggilannya.
Ini sungguh tak mudah Niss...
Mencintaimu.... untuk melepasmu...
semua ini akan ...
Membuka kembali kenangan buruk bagi ayah dan bunda...