My Favorite CEO

My Favorite CEO
99. Dua



♥️♥️♥️


*Dirinya memang


belum bernyawa dan belum lagi berbentuk


tapi hatiku sudah mencintainya ...


Bahagiaku ... pasti ia rasa ..


Karenanya disemenjak permulaan ini ..


Aku hanya akan bahagia.


Ia akan tumbuh didalam ragaku ..


Aku bahkan akan selalu berbagi bersamanya...


Kami akan selalu bersama*.


♥️♥️♥️


Hari masih begitu pagi, ketika Abimanyu terbangun dan menyadari diperut Annisa kini telah ada buah hati mereka.


Abi tersenyum bahagia, lalu turun membawa wajahnya tepat berada diperut Annisa.


"Haiii...baby-nya ayah, acallammualaikum..." sapa Abimanyu pada janin diperut istrinya sambil diciumnya.


Annisa yang merasakan geli pada perutnya, akhirnya terbangun. Ia tersenyum karena sepagi ini Abi sudah mengajak calon baby mereka bicara.


"Baik-baik bersama ibu ya ... pagi ini sayangnya ayah pasti ikut banyak bergerak kayak ibu .. jadi yang kuat yaa nak ..." ucap Abimanyu lagi.


"Mas mau ikut dulu nggak pagi ini ke PONED?" tanya Annisa dengan suaranya yang masih serak karena baru bangun tidur.


PONED merupakan kepanjangan dari Pelayanan Obstetri Neonatus Essensial Dasar. PONED dilakukan di Puskesmas induk dengan pengawasan dokter. Petugas kesehatan yang boleh memberikan PONED yaitu dokter, bidan, perawat dan tim PONED Puskesmas beserta penanggung jawab terlatih.


"Iyaaalah..pasti ayah ikutlah ...nanti kalau ibu sudah boleh terbang, kita periksanya dirumah sakit kakek yaa sayang ..." ucap Abimanyu lagi.


Annisa mengusap kepala suaminya.


"Iyaa ayah..." jawab Annisa manja. Yang kemudian mendapatkan ciuman sekilas dari Abi, yang setelahnya ia langsung beranjak kekamar mandi.


Annisa bangun dengan hati-hati, kemudian menyiapkan pakaian untuk suaminya. Begitu ia beranjak ke dapur, Bi Iim sudah menyiapkan roti bakar dan segelas susu murni beserta air mineral. Annisa langsung tergiur melihat susu murninya dan langsung meminumnya habis beserta roti bakar manis yang dibuat Bi Iim.


"Mmmm terima kasih banyak yaa Bi ..." ucap Annisa yang ditanggapi Bi Iim dengan wajah keheranan. Karena Annisa tidak menunggu Abi lagi untuk menyantap sarapannya.


"I..iya Bu.." jawab Bi Iim.


"Mmm.. tolong Nisa yaa Bi .. iris daun bawang dan sosis black papernya yaa, Nisa mau buat nasi goreng deeh .." ucap Annisa sambil sudah menyiapkan membuat telur omlet.


"Baik Bu" jawab Bi Iim sambil menyiapkan semua yang diminta oleh Annisa.


Abimanyu sudah keluar dari kamarnya dan menghampiri Annisa.


"Sayaang ... kasih Bi Iim saja, kamu jangan cape-cape .." ucap Abimanyu khawatir.


"Ini nggak berat .. mas, ini juga maunya baby.. kepingiiin banget nasi goreng .." jawab Annisa sambil mencicipi nasi goreng yang dibuatnya.


"Mmm... sudah pas. Ok ayaaah... kita sarapan yaa.." ucap Annisa lagi sambil menyiapkan nasi goreng diatas piring, dan omlet dipiring kecil.


"Sayang nggak mandi dulu?" tanya Abi yang melihat Annisa tidak seperti biasanya.


"Nasinya enak kalau panas-panas yah dimaemnya.. nanti abis maem baru ibu mandi ya .." jawab Annisa manja.


"Ok deeeh ... gimana baby-nya aja.." jawab Abi sambil tersenyum karena ia mulai melihat perubahan pada Annisa.


Selesai sarapan, Annisa pamit pada suaminya yang sedang menerima telpon dari bunda Nindy untuk segera membersihkan dirinya.


"Nisa gimana nak? muntah-muntah nggak?" tanya bunda khawatir, mengingat dulu dirinya sewaktu mengandung Abi setiap malam pasti muntah-muntah dan hanya wangi Yoga yang membuat mualnya hilang.


"Alhamdulillah Bun, Nisa nggak ada mualnya.. dia baru aja selesai sarapan nasi goreng dan roti panggang ditambah segelas susu murni!" jawab Abi tertawa bahagia.


"Oooo yaa ampuun syukurlah nak, bunda tadinya khawatir, tapi senang juga dengarnya kalau Nisa malah senang makan!" jawab Bunda lagi sambil tersenyum.


"Yaa sudah, kamu yang sabar yaa kalau nanti Nisa mau dibelikan sesuatu atau melakukan sesuatu yang bikin kamu repot. Ingat .. Nisa sedang mengandung anakmu!" nasehat Bunda.


"Iyaa.. Bun, insyaallah" jawab Abimanyu.


Beberapa saat kemudian Annisa sudah sangat rapih untuk berangkat bersama Abimanyu memeriksakan kehamilannya.


Pagi ini mereka harus ke kota K terlebih dahulu, karena hanya dipuskesmas induk yang memiliki fasilitas USG 4 dimensi. Dan itu butuh waktu 1 jam perjalanan.


Sepanjang perjalanan Abi menempatkan kursi Annisa setengah posisi tidur. Ia meletakan bantal yang begitu nyaman dikepala Istrinya hingga sepanjang perjalanan Annisa tertidur dengan nyenyak. Semalam Abi membaca sedikit literatur yang menyatakan pada kehamilan muda, biasanya seorang ibu cenderung suka mengantuk.


Ditambah perjalanan mereka butuh waktu 1 jam untuk sampai ke PONED membuat Abimanyu ingin Annisa merasa nyaman sampai ditujuan.


Akhirnya mereka sudah sampai, dan rekan sejawat Annisa sudah menyambut mereka.


"Haaaiii... selamat pagi pak Abi .." sapa dokter teman sejawat Annisa.


"Selamat pagi" balas Abi sambil menangkupkan kedua tangannya.


Suami Annisa yang terkenal kaya dan ganteng itu sudah tersebar kemana-mana, sehingga kedatangannya pagi ini ke PONED sudah dengan cepat tersebar. Dan sepertinya sudah banyak yang menunggu karena penasaran ingin melihat suami dokter Annisa.


Lalu mereka dipersilahkan masuk kedalam PONED, dan Abimanyu menangkupkan terus tangannya untuk mengucap salam dan membalas salam tenaga medis di PONED tersebut sambil terus tersenyum. Membuat semua rekan-rekan Annisa menjadi sangat senang melihat benar apa yang dikatakan bahwa suami dokter Annisa memang benar-benar ganteng seperti yang diceritakan.


Kemudian Annisa diminta berbaring ditempat tidur periksa. Abimanyu menggendong istrinya keatas tempat tidur periksa, membuat yang digendong menjadi sangat bersemu merah wajahnya.


"Lebih aman aku yang tidurin kan ..." goda Abimanyu membuat dokter teman sejawat Annisa tertawa.


"Didaerah seperti ini pak Abi, terbatas.. tapi kami berusaha memberikan pelayanan terbaik" ucap dokter yang akan memeriksakan kehamilan Annisa.


"Insyaallah saya tidak masalah dok, mudah-mudahan kalau sudah bisa saya bawa terbang, Annisa juga akan saya periksakan dirumah sakit besar" jawab Abimanyu sambil memperhatikan sang dokter yang mengoles gel dialat periksa kemudian juga meletakan gel tersebut diperut istrinya.


"Iya... pastilah, suaminya pemilik rumah sakit terkenal diJakarta kok!" jawab rekan sejawat Annisa sambil tersenyum. Abi dan Annisa juga tersenyum.


"Naaaah ... ini dia calon baby-nya, sepertinya anda tidak memiliki satu pak Abi, tapi akan punya dua dok !" ucap rekan dokternya Annisa.


"Dua dok? kembar ?" tanya Abi takjub.


"Iyaa ... dan sejauh ini semua normal yaa Dokter Nisa, sesuai dengan Minggu kehamilanmu"


Abimanyu menggenggam jemari Annisa lalu menciumnya.


"Saya boleh merekam USG ini dok?" tanya Abi.


"Boleh... silahkan, saya perbesar yaa.. biar terlihat calon baby kembarnya" lalu yang terpampang dilayar monitor USG itu terus Abi rekam di ponselnya.


"MasyaAllah .." ucap Abi, yang kedua sudut matanya sudah basah karena bahagia.


"Sayang ... ada dua didalam rahimmu.. Alhamdulillah .." ucap Abi lagi sambil melihat kearah Annisa.


Nanti kita terus lihat dan jaga perkembangannya yaa, jangan kecapean karena ini dua loh, dokter Nisa akan sangat mudah kelelahan karena badanmu kecil" ucap dokter yang memeriksa Annisa lagi.


"Iyaa ... dok. saya akan sangat hati-hati" jawab Annisa, ia pun menangis bahagia.


Abi mencium kening Annisa dan menghapus air mata bahagia istrinya.


"Terima kasih ..." ucap Abimanyu pada Annisa lalu membersihkan sisa gel diperut istrinya dengan tissue yang diberikan oleh perawat.


"Selamat yaa dokter Nisa ... pak Abi.. semoga semua selamat sampai dilahirkan yaa .." ucap rekan sejawat Annisa.


"Terima kasih banyak yaa dok" jawab Annisa dan Abi bersamaan. Setelahnya Abi membantu dengan menggendong Annisa lagi untuk turun dari tempat tidur periksa.


Kemudian dengan haru yang tidak bisa terkatakan, Abi memeluk istrinya dan bertubi-tubi mengucapkan terima kasih.



"Aduuuh ... aku kok yang jadi baper ini!" ucap rekan sejawat Annisa melihat pemandangan dihadapannya.


"Aduuuh maaf ini dok, soalnya saya antara bahagia dan cemas kalau lihat tubuh Annisa yang kecil ini' ucap Abimanyu jujur dihadapan Annisa dan rekan dokternya.


"Insyaallah .. aku kuat sayang ... " jawab Annisa sambil mengusap-ngusap bahu lengan Abimanyu


"Jangan khawatir ..." lanjut Annisa. Yang dibalas senyuman oleh Abimanyu.