My Favorite CEO

My Favorite CEO
110. Kelahiran Twins



Semalaman Abi tidak bisa tidur, ia tidak ingin sedetik pun berpaling dari wajah istrinya. Rasa kantuknya seperti terkalahkan oleh kerisauan akan kehilangan wanita yang paling dicintainya.


Pagi itu kedua orangtuanya juga orang tua Annisa sudah datang menemani. Namun Annisa masih terlelap dalam tidurnya, setelah subuh tadi mereka sempat berdoa bersama.


Bunda memaksa Abimanyu untuk menyantap sarapan paginya terlebih dulu, yang sengaja dibuat dan dibawakan oleh Bunda. Hari ini akan menjadi hari yang panjang dan Bunda tidak ingin putranya menjadi sakit.


Suara orang yang sedang berbincang-bincang akhirnya membangunkan Annisa. Perlahan ia membuka matanya. Yang langsung disambut senyum Abimanyu, kemudian ia mencium pipi istrinya.


"I love You" ucap Abimanyu


"I love you too" balas Annisa tersenyum sambil menggeliat.


Abimanyu tersenyum melihat istrinya itu.


"Aku mandikan ya?" tanya Abimanyu yang ingin membantu istrinya bersiap-siap.


"Iyaa .." jawab Annisa sambil tersipu malu.


Abimanyu membantu Annisa untuk duduk sebentar diatas tempat tidurnya, Ia membelai rambut istrinya, Annisa menengadahkan wajahnya sambil tersenyum. Abi mencium kembali kening Annisa.


Kemudian membantu Annisa berjalan beriringan masuk kedalam kamar mandi. Beberapa saat kemudian, Annisa dan Abimanyu sudah keluar kembali dari kamar mandi, dan mendudukkan kembali Annisa ditepi tempat tidurnya kemudian menyisirkan rambut Annisa.


Baru saja Abi selesai memakaikan jilbab dikepala istrinya, dua orang perawat masuk untuk memeriksa dan mempersiapkan Annisa.


"Suster .. kami mau berdoa dulu ya" ucap Abimanyu ketika melihat semua sudah siap dan akan membawa Annisa keruang bedah.


"Baik, Bapak silahkan" jawab salah seorang perawat.


Abimanyu memimpin doa untuk istrinya, setelah itu Ia mencium kening istrinya, Annisa mencium punggung tangan suaminya, kemudian Annisa juga mencium punggung tangan Ayah dan kakak kandungnya, bunda dan ayah mertuanya.


"Bismillah.." ucap Annisa kemudian, lalu perawat mulai mendorong tempat tidur Annisa keluar kamar, Abimanyu menemani disampingnya.


Mereka berpisah dipintu ruang berbeda. karena Abimanyu dipersilahkan untuk masuk dan duduk disalah satu ruangan yang didalamnya sudah duduk Ayah, bunda, mertua dan kakak iparnya, juga dua orang direksi rumah sakit yang akan menyaksikan persalinan Annisa dari sebuah kaca besar yang membatasi ruangannya saat ini dengan ruangan dimana Annisa akan dibedah.


Abimanyu melihat Annisa seperti sedang berdoa. Dan semua tenaga medis yang membantu proses persalinan istrinya sudah siap pada posisi masing-masing. Abimanyu turut terus melafalkan doa-doa untuk istri dan anak-anaknya.


Ia begitu miris hingga menutup mulutnya, melihat dari layar monitor kecil di ruangannya, saat ini bagian perut bawah istrinya sudah disayat. Kemudian seorang bayi laki-laki yang ditarik keluar kemudian, sesaat ketika dengan sigap perawat menerima dan langsung seperti menyedot semua cairan dari mulut bayinya yang kemudian setelah itu terdengarlah tangisan yang sangat kuat memecah ruangan.


Ayah dan Bunda saling berpegangan tangan bahagia namun masih tak bersuara.


Kemudian dokter sesaat agak membenarkan lilitan tali pusar dari Basma, dan akhirnya Bayi perempuan itu bisa dikeluarkan dan diambil oleh dokter Liliana, beberapa saat hati Abimanyu dan kedua orang tuanya begitu gelisah menanti kabar baik dari Basma.


Kemudian tangisan keduapun terdengar, dan akhirnya Bunda berlari memeluk Abimanyu. Abimanyu berulang kali terus masih melafalkan doanya, ia melihat airmata Annisa.


Dokter Ria, masih menyelesaikan tugasnya, demikian juga dokter Liliana terhadap Basma.


Beberapa saat kemudian, semua selesai lalu Kedua bayi mungil itu dipertemukan oleh ibunya. Perawat membantu kedua kembar menyusui pertama kali, ereola telah tertutup sempurna dan keduanya memulai pembelajaran baru mereka. mengenali pu*ing susu ibunya.


Annisa tak henti-hentinya meneteskan airmata, demikian pula dengan Abimanyu dan bunda. Mereka begitu bahagia dan lega karena semua berjalan sesuai seperti yang diharapkan.


Bunda dan ayah saling berpelukan, mereka mengucapkan terima kasih kepada tim medis yang hari ini membantu menantu dan kelahiran cucu-cucu mereka dari Microphone yang terhubung diruangan itu dengan ruangan bedah.


Kemudian berterima kasih kepada direksi rumah sakit yang menemani kedua kakek dan nenek baru itu. Demikian pula yang dilakukan oleh Ayah dan kakak Annisa.


Abimanyu dipersilahkan untuk memasuki ruangan bayi. Kemudian kedua anaknya tiba dan dengan berlinangan air mata Abi menciumi keduanya, baru mengadzani dan melafalkan Iqamah bagi keduanya.


Dr. Liliana menyampaikan bahwa keadaan Basmah saat ini terkontrol, bahkan si kecil mampu beradaptasi dengan lingkungan baru diluar perut ibunya. Ia berharap kemajuan ini juga akan berjalan baik sejalan dengan perkembangan dan pertumbuhan Basmah.


Segala beban dan kegelisahan selama ini terasa diangkat dari bahunya, mendengarkan penjelasan dokter Liliana dan melihat dengan nyata keadaan kedua anaknya.


Abimanyu mengucapkan terima kasih yang teramat sangat pada dokter Liliana. Dan berharap dikemudian hari keadaan Basmah semakin membaik ditangani oleh dokter Liliana. Satu buket bunga mawar putih disertai tiga tiket perjalanan wisata ke Roma menjadi ucapan terima kasih yang lain dari Abimanyu dan Annisa. Sehingga dr.Liliana bersama suami dan putrinya bisa menikmati liburan tanpa mengkhawatirkan biaya apapun.


Sudah satu jam Annisa diruang observasi, saatnya ia diantarkan lagi keruang rawatnya. Keadaan Annisa sangat baik, hingga Ibu baru itu kini disambut tatapan haru dan bahagia dari suaminya, ayah dan kakaknya, mertuanya juga sahabat-sahabat suaminya ketika ia didorong diatas tempat tidurnya keluar dari ruangan observasi.


Jemari Annisa digenggam erat oleh Abimanyu, tatapan penuh cinta Abi ditangkap Annisa dalam bahagia. Kedua mata mereka beradu penuh rasa cinta dan memuja. Ucapan selamat pada keduanya membuyarkan tatapan kedua insan saling mencintai itu.


Mereka kini sudah diruang rawat VVIP tempat Annisa melakukan pemulihan paskah pembedahan persalinan yang dijalaninya, Twins belum boleh dihadirkan ditengah-tengah mereka karena baru beberapa jam dilahirkan dan Basmah harus benar-benar steril sehingga tamu-tamu hanya bisa melihat Twins dari jendela kaca ruang bayi.


Mereka begitu bahagia melihat twins selamat dan sehat. kedua bayi itu ditidurkan disatu box tempat tidur yang sama. Mata keduanya masih terpejam.


Kelahiran kedua malaikat kecil itu membawa kebahagiaan bagi seluruh rumah sakit. Pasalnya Kakek mereka hari itu membagikan bonus ke rekening masing-masing seluruh staf rumah sakit dari jabatan tertinggi sampai office boy.


Kamar VVIP dan kamar Bayi pun bertaburan rangkaian bunga serta balon-balon lucu menyambut kehadiran mereka.


Dokter Ria yang baru saja sampai dikamar prakteknya juga turut tersenyum lebar karena rangkaian bunga dan tiket liburan ke Eropa yang dihadiahi Abimanyu dan Annisa.


Hari ini tidak akan tergantikan, kebahagiaan yang hakiki yang dirasakan oleh Abimanyu dan kedua orang tuanya dari semua harta yang ada digenggaman tangan mereka adalah kehadiran kedua malaikat kecil mereka Rama dan Basmah.


.


.


.


.


.


.


.


.


Abi sedang memandangi kedua malaikatnya lagi dari balik jendela kaca besar dihadapannya. Ia menanti saat Twins boleh dihadirkan setelah semua tamu pulang.


"Harusnya ... aku yang menjadi ibu dari Twins .."