My Favorite CEO

My Favorite CEO
82. Masa-masa memilikimu segera tiba



"Aku pulang dulu ... bersiaplah .. aku akan mengambil semuanya ketika kamu sudah sah menjadi istriku .." Annisa mengangguk dan membiarkan Abimanyu keluar dari kamarnya dan berpamitan untuk kembali ke hotel.


Dikamarnya, Annisa menatap keatas langit-langit .. hatinya menghangat ketika Ia meraba kembali bibirnya yang tadi begitu lembut disentuh oleh Abimanyu. Annisa menutup matanya ... membayangkan kembali ciu*an hangat itu ... yang membuat dirinya mabuk.


Dia tersenyum ... dan sebahagian dirinya sudah begitu tidak sabar untuk dimiliki Abimanyu.


Annisa berfikir ... betapa Tuhan sekarang sangat berpihak padanya. Diantara banyaknya wanita yang pantas untuk dijadikan istri oleh Abimanyu, Ia memilih Annisa.


Sehingga tergores niat dalam hati, ia akan menjadi wanita yang paling membahagiakan untuk Abimanyu.


Ponselnya berdering. Vcall dari Abimanyu


"Ya Sayang ...." sambut Annisa


"Aku sudah dikamar hotel, jangan memikirkan hal-hal lain Nis ... fikirkan saja untuk hari-hari bahagia kita" ucap Abimanyu yang sudah membersihkan dirinya dan saat ini sudah dengan setelan tidurnya, bersiap merebahkan tubuhnya yang letih diatas kasur besar.


"Malam ini aku masih tidur sendiri, satu malam lagi .. adalah malam pertama dan malam-malam selanjutnya yang akan aku isi dengan mengganggu tidurmu .. sayang .." ucap Abimanyu menggoda Annisa.


"Aku sudah enggak sabar menunggu malam-malam itu .. mas ... atau bisa jadi, aku akan membuat dirimu kelelahan setiap malam .." goda Annisa lagi yang membuat Abimanyu tertawa dan tubuhnya menjadi menggila karena menginginkan Annisa.


"Aku sudah sangat menginginkanmu .. Nisa .." ucapan Abimanyu yang terdengar begitu syahdu ditelinga Annisa yang membuat tubuhnya pun bereaksi.


"Aku ... juga ..." balas Annisa merdu sambil menggigit jari telunjuknya karena malu. Abimanyu tersenyum penuh arti.


"Tidurlah .... mimpi yang indah, aku akan bersabar menunggu sampai besok .." ucap Abimanyu


"Mimpikan aku saja sayang ..." balas Annisa, lalu setelah hitungan ketiga, keduanya menutup telpon mereka masing-masing, membawa mereka bertemu dimimpi yang sama.


.


.


.


.


.


.


Keesokan harinya...


Kesibukan sudah terjadi dirumah Annisa.



Pengajian pun digelar pagi itu dikediaman Annisa dan juga di salah satu ballroom hotel tempat Abimanyu dan keluarganya menginap.


Suasana haru dan airmata membanjiri prosesi hari itu, di dua tempat yang berbeda. Terlebih ketika kedua calon pengantin melakukan sungkeman kepada kedua orang tua sebelum diadakannya prosesi siraman.


Setelah Siraman, Annisa digendong oleh bapak sampai kekamarnya yang sudah dihias, walau kamar itu tidak akan menjadi kamar yang akan Annisa dan Abimanyu gunakan untuk malam pertama mereka.


Kemudian setelahnya acara dilanjutkan dengan menjual dawet yang dilakukan Bunda sementara ayah memayunginya, itu sebagai contoh bahwa kelak didalam membina rumah tangga haruslah saling bergotong royong, sementara itu para tamu yang hadir membelinya dengan potongan tembikar tanah liat yang disebut kreweng.


Selanjutnya bunda dan ayah memotong bagian atas tumpeng dan menambahkan lauk pauk yang akan menjadi suapan terakhir, simbol sebagai tanggung jawab terakhir mereka kepada Abimanyu, sebelum putranya itu menikah.


Sementara dirumah Annisa, ritual-ritual itu juga dilakukan, dengan ditutup penanaman rambut kedua calon pengantin dengan maksud agar segala yang buruk dijauhi dari rumah tangga Annisa dan Abimanyu kelak dan melepaskan ayam jantan hitam yang melambangkan bahwa kedua orang tua sudah ikhlas melepaskan anak-anak mereka untuk hidup mandiri, bagaikan seekor ayam yang sudah mampu mencari makan sendiri.


Malamnya disebut malam Midodareni, dimana Annisa dan Abimanyu sudah tidak boleh saling bertemu. Dimalam ini, dimana Annisa akan melepas masa lajangnya akan diberi banyak nasehat dan petuah dari para pini sepuh (orang tua) dan keluarga. Nasehat-nasehat itu akan menjadi bekal bagi kedua pengantin didalam mengarungi bahtera rumah tangga mereka kelak nantinya.


Prosesi demi prosesi sudah dilalui oleh Annisa dan Abimanyu. Besok adalah puncak dari semua acara yang sudah dipersiapkan untuk mereka. Malam itu kembali Abimanyu mengingatkan Febry untuk menyiapkan kendaraan terbaik untuk Annisa dan seluruh keluarga dan tamu yang akan dibawa dari rumah Annisa menuju hotel dimana mereka akan menyelenggarakan akad nikah dan resepsi.


"Tenang ... bos tidak usah memikirkan hal-hal seperti itu lagi. yang harus diingat itu ucapan nanti pas ijab kabul bos.." jawab Febry yang disambut dengan tawa Abimanyu.


Satu hari itu baik Annisa maupun Abimanyu sudah tidak lagi saling berkomunikasi. Hal itu memang harus dilakukan demi mencegah kesalahpahaman ataupun hal yang tidak diinginkan.


Hingga dikamar hotelnya Abimanyu hanya sibuk melihat semua foto-foto Annisa dan video yang ia simpan ditelpon genggamnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Akhirnya .. masa-sama memilikimu segera tiba