
" Hiiii babys... bapak sudah dipesawat ya.. jempuuut doong ... bapak sudah kangeeeen" sapa Abimanyu dilayar handphone Annisa.
"Bapak mau dijemput? baiklah... kami jemput yaa..." jawab Annisa sambil memainkan tangan salah satu twins seolah-olah menjawab bapaknya.
Annisa mempersiapkan diri, sudah dua Minggu Abimanyu berada diKalimantan, bukan hanya Abi yang merindu. Dirinyapun dilanda kerinduan yang sama besarnya.
"Aduuuhhh cucu Nini sudah ganteng dan cantik begini... mau jemput bapak ke bandara yaa.." tanya Bunda Nindy, Twins bumbling seakan-akan menjawab pertanyaan nenek mereka.
"Iyaa... pergi deeeh yaaa.. jangan reweel yaaa sayang..." balas bunda lagi sambil menciumi pipi twins.
"Nissa jemput mas Abi dulu yaa Bun" pamit Annisa sambil mencium punggung tangan mertuanya dan mendorong kedua Twins yang berada didalam stroller.
Setelah melewati jalanan padat merayap sepanjang menuju bandara, akhirnya kedatangan Annisa dan twins, bertepatan dengan sampainya Abimanyu dilobby luar terminal kedatangan.
Abimanyu dengan mudah mengenal mobil yang dipakai Annisa. Dari kejauhan ia sudah tersenyum.
Mobil berhenti tepat didepan Abimanyu berdiri. Setelah pintu mobil terbuka sempurna, Abi tidak sabar merengkuh istrinya dan memberinya ciuman lembut.
"Dua lagi kesayangan bapak mana?" tanya Abimanyu yang disambut kecapan Basmah pada empengnya dan tangan kirinya yang menggapai-gapai ingin dipegang oleh sang bapak.
"Honeeey ... cuci tangan dulu pakai tissue basah" ucap Annisa sambil memberikan beberapa lembar tissue basah, tangan Annisa sendiri membersihkan wajah suaminya dengan tissue basah, kemudian memberikan handsanitizer dikedua telapak tangan Abimanyu.
Bapak yang cinta keluarga itu patuh menuruti perintah istrinya yang seorang dokter.
"Bapak gendong adik dulu yaa mas, mamas digendong ibu yaaa..." ucap Abimanyu pada Rama. Abimanyu memang sejak Twins lahir lebih mengkhawatirkan Basmah, karenanya Ia selalu mendahulukan Basmah, tapi saat ini segalanya tidak perlu dikhawatirkan lagi. Katub jantung Basmah akhirnya menutup sempurna. Walau demikian, Annisa dan Abimanyu tetap rutin memeriksakan keadaan jantung Basmah.
Jalan pak Sam.. hati-hati yaa" ucap Abimanyu kemudian meminta supirnya untuk melaju meninggalkan bandara.
"Baik pak" jawab pak Sam tersenyum sopan.
"Kesayangan Bapak.. cantik amat siiih ... kangen nggak ? eemmmmmmm" sapa Abimanyu sambil menciumi pipi Basmah berulang kali. Beberapa kali Basmah tertawa karena ciuman bapaknya yang dianggap mengajaknya bermain. Tangan dan kaki mungilnya menendang-nendang Abimanyu.
"Eeehhhh lincah yaa sekarang yaaa... lincah yaa anak bapak .. sehat terus yaaa sayang ..." ucap Abimanyu lagi sambil menciumi kaki Basmah yang berulang kali mencoba menendang kearah wajahnya. Basmah pun tertawa lucu.
Abi membuat Basmah berdiri diatas pangkuannya, putrinya itu lalu melakukan gerakan loncat-loncat bahagia.
"Ade seneng yaa... bapak pulang emmm... seneng sayang ..." Abi masih terus mengajak putrinya berbicara, Basmah membalasnya dengan huruf-huruf belum jelas dari mulutnya.
Disebelahnya Rama ikut bergerak ingin diraih oleh tangan bapaknya, Ia ikut ramai bumbling menyamai suara adiknya. Pak Sam tersenyum melihat dari kaca spion, sedari tadi twins hanya asik sendiri hening ditempat duduknya, tapi setelah bersama bapaknya semua seolah-olah ingin berlomba-lomba bersuara.
"Mamas mau bapak gendong...iyaaa jagoan!" ucap Abimanyu sambil melempar pandangan pada Rama, Putranya itu terus mengarahkan tubuhnya mendekat pada tangan Bapaknya.
"Ade, gantian yaa sama Mamas yaa... sekarang Ade yang sama ibu yaaa... sini sayang, kasih Rama ke aku"
Lalu Annisa memberikan Rama dan mengambil Basmah dari tangan Abimanyu yang lain. Tapi ketika tubuhnya sedang mendekat, Abi mencuri ciuman pada pipi Annisa.
"Bapak sih lebih kangen ibu... tahu ..." canda Abimanyu. Annisa tertawa dan tiba-tiba memberi ciuman sekilas dibibir suaminya.
"Jangan curi-curi ciuman, hukumannya ciuman lagi!" balasnya.
"Kalau gitu ... bapak akan lebih sering nyuri ciuman biar ibu ngehukum bapak aaah..." goda Abimanyu lagi. Dan Annisa pun tertawa, suara bahagia itu begitu menentramkan hati Abimanyu.
"Pak Sam ... kita mampir dulu di plaza S ya..." perintah Abimanyu pada supirnya.
"Baik pak" jawab pak Sam
"Mau apa Hon ? ada yang harus kamu beli?" tanya Annisa
"Loh! aku belum merasa perlu beli apa-apa lagi sayang .. semua masih bagus-bagus dan bahkan masih ada yang belum sama sekali aku pakai, kita pulang aja .. kamu cape pastikan?"
"Cape bapak hilaaaang begitu ketemu kalian! mmmm jagoan ayah makin berat aja ini hmmmm... kamu bikin ibu harus makan banyak yaaa...kamu pasti ASI nya kuat ini yaaaa..." balas Abi mengalihkan pembicaraan sambil menciumi pipi putranya yang tembem.
Rama tertawa lebih keras dari Basmah dan kelincahannya ditangan ayahnya membuat Abimanyu agak menegakan duduknya.
"Mas.. jangan mengalihkan pembicaraan!"
"Aku mau lihat kamu belanja lingrie baru untuk nanti malam!" jawab Abimanyu lagi.
Jawaban Abimanyu membuat pipi Annisa bersemu merah jambu. Dan dia tidak menolak jika yang diminta suaminya itu.
"Naaah... gitu doong, diajak belanja itu harusnya senang ibuuu..." ucap Abimanyu meledek Annisa yang tersipu malu.
"Kalau belinya sesuatu yang membuat mas bahagia siih itu kewajiban! mas bahagia .. aku kan ikut bahagia" jawab Annisa.
Abimanyu tertawa lepas dengan jawaban Annisa.
"Rama sama Basmah kan harus punya Ade yaaa nak ... hiii jagoan ayah!"
"Enggak aaah ... jangan dulu! Rama sama Basmah masih kecil-kecil Hon.. aku nggak tega"
"Yaaa... sudah enggak usah buat Ade .. buat mas bahagia aja kalau gitu!"
"Iiihhh... kamu tuh! nggak malu apa didengar pak Sam!"
"Emang pak Sam dengar? pak Sam! kamu dengar memangnya saya ngomong apa barusan?"
"Siap bos.. saya enggak dengar apa-apa!" jawab pak Sam sambil tersenyum sendiri.
"Tuuuh kan...orang pak Sam nggak denger..!"
"Iiihhh .... samanya niih kalian berdua..." ucap Annisa tersenyum-senyum.
Twins mulai kelelahan dan rewel, keduanya bersamaan sepertinya mau ASI mereka, lalu Abimanyu menutup pembatas dimobilnya sehingga Annisa bisa leluasa menyusui twins.
Keduanya kini sedang menikmati dengan nyaman ASI ibunya, sementara b**ir Abimanyu juga asik meny*s*p, me*u*at dan bermain-main dib**ir Annisa. Ia begitu merindukan manisnya rasa Annisa. Gumaman halus Annisa membuat permainannya pada b*b*r istrinya itu semakin panas.
Abimanyu mengangkat telpon mobilnya.
"Pak Sam langsung pulang saja!"
.
.
.
.
.
.
.
Tunggu extra part lainnya yaa