
"Kamu ingat? bahkan mesti Tita yang duluan bilang kalau Tita sayang kamu! kalau Tita cinta sama kamu! kalau Tita mau nunggu kalau itu kamu! baru kamu balas kalau kamu juga cinta sama Tita, mau nyari Tita lagi kalau kamu kembali! kamu baru bilang kalau kamu pergi itu untuk masa depan kita! tapi semenjak disana nggak ada satupun tindakan kamu yang Tita rasain kalau kamu cinta sama Tita Bi! apa itu adil?"
"Tapi Tita enggak pernah ngadu-ngadu sama Tias atau sama Mely atau yang lainnya! kalau kamu jarang ngabarin Tita, bahkan setiap saat rasanya yang rajin ngirimin duluan kamu pesan itu Tita! kamu dimana Bi? kamu cinta nggak sebenarnya sama Tita? bahkan Tristan didepan mata kamu memperlihatkan bagaimana dia mencintai Tita aja, kamu cuma diam! apa itu kamu artinya sungguh-sungguh mencintai Tita dan mau Tita sabar nunggu kamu kembali?!"
"Kamu mutusin Tita itu enggak adil Bi! sementara kamu memangnya berbuat apa untuk hubungan kita?! dan kenapa semua orang jadi menuduh hanya pada Tita! didalam hubungan ini ada dua orang yang saling berkontribusi kesalahan! kamu kira, tuduhan teman-teman kita enggak bikin hati Tita merasa dikhianati oleh semua orang-orang yang selama ini Tita sayang dan Tita percaya?!" lalu gadis itu mulai menangis, Abimanyu tidak mampu berbuat apa-apa dia hanya diam.
Entahlah, rasanya dia sudah tidak ada yang ingin dikatakan selain mendengar apapun itu yang akan Tita sampaikan padanya. Penyelesaian ini bukan lagi mencari siapa yang salah atau siapa yang benar. Itu semua sudah terlambat dan tidak mempengaruhi apapun dihatinya. Ia hanya ingin Tita berhenti untuk melakukan hal-hal yang akan merugikan dirinya sendiri, terlebih dia ingin Tita berhenti mengganggu kehidupannya karena saat ini tidak ada yang lebih penting dari Annisa dan twins dalam hidupnya.
Ia hanya akan mendengarkan gadis dihadapannya mengeluarkan semua yang ia anggap tidak adil bagi dirinya. Itu mungkin harga yang pantas untuk ketenangannya selanjutnya.
"Kamu tidak pernah ngucapin maaf untuk semua yang sudah tidak kamu lakukan untuk Tita sebagai seorang kekasih yang mencintai! malah memamerkan wanita lain yang sepertinya malah aneh telah membuat mata kamu saja memuja padanya! mengumbar kebahagiaan kalian didepan Tita yang kamu tidak pernah perlakukan seperti itu! kamu membiarkan semua salah faham ini hanya pada Tita!" gadis itu mulai histeris dan menangis membuat mamanya keluar untuk memeluk dan menenangkan Tita.
"Tita berbuat semua yang mempermalukan diri Tita supaya Abi menyesal mah! menyesal tidak pernah meminta maaf pada Tita! menyesal karena sudah melepas Tita! "
Beberapa saat mereka hanya dalam kebisuan, kecuali tangisan Tita didalam pelukan mamanya.
Lalu Abimanyu memberanikan diri untuk angkat bicara
"Apakah semuanya yang ingin kamu aku dengar sudah kamu keluarkan Ta?" tanya Abimanyu lembut.
Tita tidak menjawab, mama pun hanya membisikan kata-kata agar Tita menjawab pertanyaan Abi. Mengusap kepala putrinya penuh pengertian.
Karena merasa waktu yang diberikannya cukup atas reaksi diam Tita, Abimanyu melanjutkan
"Tita, didepan mamamu .. Abi benar-benar minta maaf untuk semua penderitaan yang Tita rasakan karena perilaku dan keputusan Abi dimasa lalu. Abi salah karena membiarkan Tita tanpa kepastian, dan untuk semua hal dimasa lalu Abi minta maaf Ta. Dan Abi berharap, dengan semua kebenaran yang Tita rasakan dan sudah Tita sampaikan pada Abi, Tita dan Abi mulai sekarang bisa menjalani kehidupan kita masing-masing secara baik dan bertanggung jawab. Dan tidak pernah lagi melakukan perbuatan yang merugikan diri kita sendiri juga orang lain. Marilah mulai saat ini Tita dan Abi membangun impian dan kehidupan kita masing-masing. Abi mendoakan untuk kebaikanmu Ta. Sekali lagi Abi minta maaf"
"Nak ... benar apa yang dikatakan Abi, dengan permintaan maaf Abi, mulai hari ini bangunlah kebahagiaan untuk Tita sendiri, lepaskan dan relakanlah masa lalu itu nak .. mama tahu kamu terluka, dan dulu Abi pun juga sama terlukanya, apa yang kamu inginkan sudah Abi katakan ... saatnya kamu yang melepaskan nak ..." bujuk mama Tita sambil terus mengusap kepala dan punggung putrinya.
Kemudian, Tita akhirnya melepaskan pelukan mamanya dan menatap kembali pada Abimanyu. Abimanyu membalas tatapan Tita, tapi yang dimilikinya saat ini hanya tatapan penuh rasa kasian pada Tita. Namun kelembutan mata Abimanyu itu ditangkap Tita sebagai rasa penyesalan.
"Tita sudah lega sekarang .. dan Tita bersyukur akhirnya Abi bisa benar-benar mendengarkan apa yang menghimpit hati Tita selama ini ...rasanya karena itu ... dan kamu juga sudah menyesal dan meminta maaf, saatnya Tita memaafkan kamu Bi ... semoga kamu lebih bisa mengungkapkan cinta dan perhatianmu untuk Annisa ... tidak seperti dulu sama Tita. Dan Aku pasti mendapatkan yang lebih dari kamu Abi!"
"Ya Ta! sudah pasti kamu akan mendapatkan yang lebih dari aku, kamu punya segalanya yang membuat para lelaki mampu saling bunuh untuk mendapatkan kamu" ucap Abimanyu lagi.
"Yaa.. sudah pasti, dan kamu yang sudah kalah sebelum lagi terbunuh Bi!" ucap Tita sambil meninggalkan tawanya yang membuat Abi prihatin dan mamanya Tita bersedih.
"Boleh sebagai salam perpisahan kamu peluk aku Bi?" tanya Tita.
Abi tanpa penolakan, langsung berdiri menghampiri Tita, Tita tidak menyangka bahwa Abi akan menyetujui keinginannya. Lalu Ia pun berdiri dari duduknya. Abi memeluk Tita prihatin, Tita tidak tahu itu.
"Berbahagialah Ta ... biar aku menyesal sekali lagi karena kehilanganmu" ucap Abimanyu dalam penyesalan yang dalam, karena Tita harus berakhir seperti ini ..
"Pasti Bi! aku akan melakukannya!" jawab Tita, lalu ia yang melepaskan lebih dulu pelukan Abi. Titapun tersenyum penuh kemenangan.
"Baiklah Tante ... Tita, Abi rasa semuanya sudah jelas. Abi sekali lagi minta maaf dan pamit... Ta .. Tante ..."
"Terima kasih untuk apa yang sudah kamu lakukan untuk Tita Bi ... sekali lagi Tante benar-benar menyesal dan minta maaf" ucap mama Tita sambil memeluk Abi.
Kemudian Abi keluar dari ruang tamu keluarga Tita menuju mobil yang akan membawanya kembali pulang pada kehidupan yang nyata dan lebih sehat.
Ketika sudah didalam mobil.
"Sejak kapan Tita dalam perawatan psikiater Feb?" tanya Abimanyu pada Febry
"Sudah 1 bulan ini pak, menurut kedua orangtuanya" jawab Febry.
"Semoga dia bisa kembali normal kembali..." jawab Abimanyu sambil melempar pandangannya kesamping jendela, kejalanan yang ramai ... tapi fikirannya mengembara..
Annisa memang wanita yang hebat. Bahkan tekanan yang dihadapi jauh lebih sulit dari apa yang dihadapi Tita.
Tapi wanita itu mampu menghadapinya dengan sangat baik. Sudah pasti karena Keimanan yang dimiliki istrinya itu, sehingga Annisa tetap mampu membedakan kenyataan dan juga khayalannya.
Dan Abi meyakini Basmah akan sama kuatnya seperti bundanya. Putrinya itu sudah pasti dapat melalui cobaannya setegar bundanya.
Abimanyu sudah tidak sabar ingin memeluk dan mencium orang-orang terkasihnya itu. Lalu ia mulai menghubungi Annisa.
Dari layar Handphonenya ia melihat istri yang dicintainya itu sedang menyusui Basmah.
"Haaaaii cantik-cantiknya Bapak .."
"Mas ... sudah selesai?" tanya Annisa
"Sudah sayang .. ini sedang dijalan mau pulang"
"Syukurlah .. baik-baik saja semuakan?" tanya Annisa sambil menatap dilayar handphonenya.
"Iyaa Mas Abi?"
"I love you Honey..." ucap Abimanyu penuh kesyukuran.
"I love you too Honey.." balas Annisa sambil menatap lembut ke wajah penuh Abi dilayar Handphonenya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
THE END.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kisah ini .. aku akhiri ..
Terima Kasih banyak Dewi ucapkan untuk semua pembaca setia MFC, yang dengan sabar dan selalu berkomentar positif ditulisanku ini.
Semoga segala kebaikan di novel ini bisa menjadi hikmah, namun jika ada yang negatifnya jangan kalian tiru yaa..
Mohon maaf untuk segala kekurangan Dewi dalam perjalanan penulisan MFC ini.
Sungguh bahagia rasanya akhirnya bisa merasakan begitu banyak pembaca yang mau mampir dan meluangkan waktunya untuk mampir dan membaca tulisan receh aku yang perjalanannya sudah aku mulai sejak SMP, tapi baru kali ini dengan kemajuan dan kemudahan Teknologi saat ini sudah memudahkan impian seorang anak SMP terwujud. Dan enggak pernah nyangka Mangatoon menawarkan kontrak atas tulisan receh ini. ITU SUNGGUH PENGALAMAN YANG LUAR BIASA.
Pengalaman yang luar biasa ini melebihi apapun pencapaian yang sudah aku terima. Karena ini adalah kesenangan aku semenjak kecil.
Tulisan cerpen yang suka dibaca oleh sahabat-sahabat kecil aku di SMP , kemudian salah satu guru bahasa Indonesia aku Bu Ratna namanya sampai mengikuti aku dalam lomba menulis walau berakhir gagal, kemudian mencoba mengirimkan kesalah satu majalah cerpen yang terkenal dimasanya aku saat itu dan sama berakhir gagal dan cerpen itu dikembalikan dengan tanda tangan pengarang yang aku sukai saat itu CATERINA PANJI.
Dan saat ini di Mangatoon dengan pembaca sebanyak 718,5K pertanggal 11/09/2020 dan berada dilevel 9 sebagai penulis kontrak di Mangatoon itu sudah luar biasa buat Dewi.
Terima kasih banyak Mangatoon untuk pengalaman yang luar biasanya ini ... terima kasih pembaca yang sangat baik dan setia .. yang aku ingat karena seringnya ia komen disetiap episode MFC dan membuat aku selalu tersenyum dan semangat menulis setiap episodenya seperti Mimi Riza, Nurul Lestari, tetehku Siti Mariah, Dhy_Ayu, Murti0313, dan terutama Dhiany29 yang mengikuti dari novel pertama aku yang berjudul BLOOM dan untuk semua pembaca setia MFC yang tidak bisa aku sebut satu persatu terima kasih banyak semoga kalian sukses juga.
Nantikan karya aku selanjutnya yaaaa... jangan diunfavorite dulu karena karya selanjutnya akan aku info di MFC ini. Terima kasih
"Terima kasih ... aku Authornya, semoga enggak illfeel yaa ... salam kenal dan semoga kalian akan terus mengikuti tulisan recehku yang lainnya.