
Han.. sampaikan maafku pada om Ade dan Tante Pipit. Aku tidak bisa menemui mereka dan menemanimu dirumah sakit. Besok pagi aku sudah harus berangkat ke Kalimantan. Setelah menaruh semua barang-barangmu diapartemen, aku harus mempersiapkan bahan-bahan pekerjaan yang harus aku bawa kesana. Salam hormatku untuk mereka. Segera aku temui kamu lagi nanti kalau sudah kembali.
Begitulah pesan yang dikirimkan Abimanyu untuk Handa. Sudah beberapa menit yang lalu dia sudah meninggalkan apartemen dan berangkat menuju kantornya untuk berkoordinasi dengan beberapa staf dan pengacara yang akan dibawa serta untuk keberangkatan besok.
.
.
Suara panggilan dari Tita. Abimanyu menimbang-nimbang apakah baik jika dia masih mengangkat panggilan Tita saat ini?
Abimanyu acuhkan panggilan itu, tapi Tita sepertinya juga tidak pantang menyerah, berulang kali panggilan itu terus saja memanggil. Abimanyu menekan salah satu tombol distir mobilnya untuk mengangkat panggilan Tita.
"Abiii... aku sudah putuskan untuk meninggalkan Tristan! dan kami sekarang tidak lagi ada hubungan apapun! aku ingin kita memulai lagi dari awal Bi...aku menyesal.. benar-benar menyesal Bi..aku nggak bisa hidup tanpa kamu..! aku tahu ! kamu masih mencintai aku Bi... jangan bohongi hatimu lagi ! mata kamu enggak pernah bisa bohong Bi! kalau kamu masih menyimpan rasa cinta untuk aku!" ucap Tita tanpa membuang-buang waktu.
"Tidak sekarang Ta! waktumu tidak tepat!
klik
Abimanyu memutuskan hubungan telponnya, dan ketika Tita masih melakukan panggilan Abimanyu tidak menggubrisnya.
.
.
.
.
.
.
Ditempat berbeda.
"Ta! menyerahlah !! saat ini yang masih menginginkan dirimu dan mencintaimu hanya aku Ta!" teriak Tristan ketika menemui Tita ternyata berada dipinggir danau dekat Rumah Sakit dimana Tristan bertugas.
Tita yang saat itu masih melihat ponselnya dan berkali-kali menghubungi Abimanyu menoleh kearah teriakan Tristan.
"Sadar Ta! kamu itu membutuhkan aku! kita pasangan yang saling melengkapi ! Aku yang paling mengerti tentang kamu Ta!"
Tita melihat dan memperhatikan Tristan yang mulai mendekat ... semakin mendekat kearahnya.
"Aku mencintaimu Tita.. aku.. tidak bisa hidup tanpa kamu.. sayang.." suara Tristan membujuk..sedikit demi sedikit melangkah lebih semakin mendekat .. ketika Tita tidak melakukan pergerakan apapun direngkuhnya gadis itu dalam pelukannya.
"Aku akan selalu menunggu kamu mencintaiku Ta.. tapi tetaplah disisiku.. jangan tinggalkan aku Ta... Aku sangat mencintaimu..lebih dari Siapapun"
Tita menangis dalam pelukan Tristan..
Menangis sejadi-jadinya..
Menangisi cinta sejatinya yang pergi..
.
.
.
.
.
.
Tidak ada waktu untuk berfikir kembali tentang Tita. Dia sudah banyak berfikir sebelum ini, menghabiskan sebagian waktunya memikirkan apa yang dilakukan oleh gadis yang dicintai itu, menyesali segala yang tak bisa dia lakukan ketika jauh dari gadisnya, bahkan ia tak sanggup lagi menceritakan impiannya bersama gadis itu. Segalanya kandas begitu saja. Dan sudah cukup dulu, ia merasakan penyesalan-penyesalan itu.
Sekarang adalah waktunya pembuktian bagi dirinya sendiri. Untuk segala mimpi dapat berdiri dikakinya sendiri, tanpa bayang-bayang sang ayah.
Akan hadirnya seseorang yang mampu mengisi ruang kosong dihatinya..
.
.
.
.
.
Pagi itu Abimanyu bersama timnya terbang bersama pesawat pribadinya. Menyongsong kesempatan dan impian.
Membuka lembaran baru dalam hidupnya.
"Agenda kita hari ini setelah sampai tidak ada yang penting Pak, sampai besok pagi bertemu dengan pak Bupati. Hari ini bapak bisa berkeliling melihat-lihat dan beradaptasi dengan warga sekitar. Seperti yang saya jelaskan kemarin, disana nanti hanya ada penginapan lokal saja pak, belum ada hotel-hotel berbintang" terang Febry sekretaris kantornya.
"Ok" jawab Abi.
Setelah sampai diibukota propinsi kota itu, pesawat pribadi Abimanyu harus landing terlebih dahulu untuk mendapatkan jam terbang selanjutnya menuju kota yang dituju oleh Abimanyu. Masih menempuh 1 jam penerbangan lagi.
" Pak Abi..maaf mengganggu waktu anda"
"Iyaa.. kap, ada apa? apakah kita belum diizinkan terbang?" tanya Abimanyu pada Kapten pilot yang membawa pesawat pribadinya. Dan Abi melihat seorang wanita berjas putih layaknya seorang dokter disisi sang pilot
"Bukan .. pak Abi, kita sudah bisa terbang lagi 20 menit dari sekarang, hanya saja... dokter Nisa mau meminta bantuan pak Abi, silahkan dok.. katakan langsung pada pak Abimanyu"
Lalu wanita berjilbab yang disebut sebagai dokter Nisa mengulurkan tangannya pada Abimanyu.
"Perkenalkan, saya dokter Annisa pak, tapi lebih sering dipanggil Nisa. Maaf kalau saya sudah menyita waktu Bapak" ucap dr.Annisa menunggu jawaban Abimanyu.
"Maaf dok, pak Abi tidak menjabat tangan seorang wanita" ucap Kapten pilot.
"OOO... maafkan saya" ucap dokter itu lagi.
"Sudah 2 kali anda mengucapkan kata Maaf, padahal anda sama sekali tidak membuat kesalahan! katakan langsung saja ada perlu apa!" ucap Abimanyu. Dokter Annisa merasa akan sia-sia usahanya mendekati laki-laki dihadapannya ini karena sikapnya yang dingin. Tapi ... dia harus mencobanya dulu bukan ? batinnya.
"Kok malah diam ! sebenarnya anda mau perlu apa?!" ucap Abimanyu lagi tidak sabar.
"Sa.. saya mau minta tolong dan bantuan pak Abimanyu untuk memperbolehkan saya dan pasien bayi prematur saya ikut kedalam pesawat pribadi bapak untuk kembali ke kota B Pak.. karena pesawat komersial biasa yang hari ini terbang memiliki kendala teknis, sehingga ditunda keberangkatannya" kata-kata itu akhirnya lolos dari mulut dokter Annisa yang merasa tidak nyaman dengan sikap Abimanyu.
"Bagaimana Kap? apa bisa kita bawa pasien bayi itu?" tanya Abimanyu pada Kapten pilotnya.
"Jika Bapak mengizinkan, tidak ada kendala untuk kita membawa mereka pak" jawab sang kapten.
"Ya sudah.. atur saja sampai mereka diatas pesawat." ucap Abimanyu lagi sambil berdiri dan berlalu.
"Silahkan dipersiapkan saja Bu dokter, Pak Abi tidak suka yang bertele-tele, jadi sebaiknya dokter segera membawa pasien tadi masuk kedalam pesawat dan kapten Arya yang akan membantu" ucap Febry sekretaris pribadi Abimanyu tergesa-gesa, kemudian berlari menyusul Abimanyu.
"Huuuuuufffftt laki-laki aneh..." batin dr. Annisa.
.
.
.
.
.
Mohon maaf yaaa buat kalian yang setia menunggu lanjutan cerita Abimanyu. Karena aku baru saja mengirim lanjutannya pada Senin malam pukul 22.43wib 🙏🙏