
Beberapa saat, meski tetap seperlunya saja Abimanyu menimpali canda tawa teman-temannya, tapi suasana itu membawa perbedaan yang dirasakan oleh teman-teman terhadap Abimanyu.
Sesekali Abi mencuri-curi pandang kearah Tita, tapi dia begitu sangat hati-hati sehingga tidak ada yang menyadarinya.
"Bi, kamu suka main basket sama siapa dilapangan itu?" tiba-tiba Tita bertanya sambil menunjuk lapangan basket yang tidak jauh dari Gasibu tempat mereka duduk-duduk.
"Ayah, dan beberapa orang yang bekerja dengan ayahku." jawab Abi sambil menatap Tita, karena pertanyaan Tita harus dia jawab dan Abi merasa inilah kesempatan dia menatap sengaja kearah Tita.
"Mau nyoba main basket nggak Ta?" tanya Bima, yang disambut lirikan curiga Abi.
"Ayo Ta.. kita coba yuu.." ajak Mely.
"Kamu mau nyoba?" tanya Abi pura-pura tidak perduli.
"Yuuu.. seru kali ya, tapi kamu yang ngajarin ya.." Jawab Tita, yang tiba-tiba membuat dada Abimanyu bergemuruh seperti tadi. Abi menekan dadanya yang bergemuruh sambil berdiri melangkah menuju lapangan basket, diikuti oleh teman-temannya yang lain.
Dari atas balkon kamar, Nindy dan Yoga melihat Abi sedang mengajari Tita cara memasukan bola basket ke ranjangnya.
Nindy dan Yoga saling bertatapan dan tersenyum.
Sekilas mencium bibir istrinya lagi.
"Sebentar pasti dia bilang, Bun..Bun.. dadaku bergemuruh lagi barusan! dia enggak menyadari yang bikin bergemuruh itu namanya Cinta!"
"Waktu berlalunya cepat sekali yaa A, coba kita punya 2 atau 3 anak, pasti enggak akan kehilangan Abi banget"
"Cukup lihat kamu hampir meregang nyawa berdua sama Abi! aku nggak sanggup kehilangan kamu!" Jawab Yoga. Seolah melintas kembali kenangan disaat akhirnya Nindy terpaksa harus melahirkan secara normal sementara dokter kandungan baru berencana akan menjalani operasi Cesar karena Abimanyu kekurangan oksigen. Bulu kuduk Yoga meremang kembali jika mengingat peristiwa itu.
"Buat Aa, yang terpenting ada kamu yang terus mendampingi dan ada disisi Aa" ucap Yoga lagi ditelinga Nindy sambil memeluk tubuh Nindy dari belakang. Mengecup sekilas pundak istrinya.
"Abi itu terlalu kaku, enggak bisa baca kalau Tita sudah memberi sinyal. Tuuuh lihat, dia bukannya ambil tangannya Tita, trus pegang ajarin caranya sambil dipegang gitu looh!" greget Yoga melihat putranya.
"Xixxxiiiii kok sayang yang jadi gregetan gitu siih.. Yoga itu sedang mengamati dan menilai Tita sayang.. tuuh.. Titanya nggak mau tuh diajarin sama Axsal malah ngumpet dibalik badan Abi... ituuu pasti Abi suka perempuan yang begitu." Jawab Nindy. Yoga dan Nindy masih terus mengamati putra mereka dari kejauhan.
"Nin..mau buatin mereka minuman buah dulu yaa sayang.."q pamit Nindy sambil membalikan tubuhnya, sehingga dia berhadapan dengan suaminya saat ini.
"Jangan lama-lama yaa.." sahut Yoga sambil mempermainkan ibu jarinya di bibir Nindy. Nindy tersipu dan mengecup sekilas bibir Yoga.
Lalu berlalu meninggalkan Yoga dan kembali masuk kedapur. Mengeluarkan Pepaya, 1 botol minuman soda dan 1 buah lemon. Buah pepaya sedang di blender, ketika dari pintu samping dapur Abimanyu dan Tita masuk.
"Tante lagi mau buat apa?" Sapa Tita sewaktu berpapasan dengan Nindy.
"Hiii.. cantik, Bunda lagi mau buat minuman untuk kalian." jawab Nindy, yang membuat Abi tersenyum dan Tita tersipu.
"Tita mau pamit ikut kekamar mandi Bun" Kata Abi
"OOO iyaa ... kamar mandi yang diruang tengah saja sayang.." Sahut Nindy yang dijawab anggukan oleh Abi.
Lalu Tita berjalan mengikuti langkah Abi di belakang. Tita menyukai setiap bagian rumah Abi yang terasa nyaman dan indah. Terutama diruang tengah besar itu terdapat galery foto-foto keluarga Abimanyu. Tita tersenyum pada satu gambar lucu anak laki-laki kecil yang hanya mengenakan celana pendek, bertopi koboi belepotan tanah diwajah dan didadanya yang tidak mengenakan kaos.
"Ini kamar mandinya" ucap Abimanyu ketika Ia sudah didepan pintu kamar mandi.
"Itu yang pakai topi koboi kamu ya Bi?" tanya Tita penasaran.
"Hmmmmm" Abi tak menjawab pertanyaan Tita. karena Tita sedikit banyak mulai memahami Abi, Ia langsung masuk kekamar mandi yang ada didepan Abi dengan senyum manisnya, tanpa memperpanjang pertanyaan.
"Abi itu.. walau nggak banyak ngomong.. tapi sikapnya manis.." ucap Tita dalam hatinya. Abimanyu tersenyum dan menyentuh dadanya yang terus saja bergemuruh sore ini.