
Dipagi berkabut.
Setelah kejadian kemarin siang, Abimanyu sudah berada kembali didesa.
Hari ini akan dimulai pembayaran pembebasan lahan-lahan warga yang terkena pembangunan perusahaan.
Sementara lokasi baru yang juga sudah disiapkan perusahaan Abimanyu untuk rumah-rumah pengganti beserta fasilitas umum yang akan dibangun, seperti tempat bermain anak, mesjid yang akan dibangun bersama fasilitas TPA nya juga fasilitas balai pertemuan warga diharapkan akan menjadi hunian yang lebih teratur dan nyaman sudah dalam penggarapan.
Pagi itu Ia berencana akan melihat pekerjaan pembukaan lahan tanah pengganti selain melakukan pembayaran lahan kepada setiap warga yang rumahnya dipindahkan.
Mobilnya sepagi itu sudah disalip oleh sebuah motor yang terlihat jelas dua wanita yang diatas motor itu adalah Dokter Annisa dan perawatnya Titi.
"Itu dokter Annisa kan pak?" ucap Febry yang saat itu duduk dibelakang supir.
"Iyaa mas memang itu dokter Annisa dan mba Titi, mereka setiap Selasa dan Kamis sehabis subuh, jadwal mereka ke pulau seberang" jawab supir yang tak lain memang warga asli desa itu, tetapi sudah beberapa bulan lalu dia pindah ke kota L untuk mencari pekerjaan yang lebih baik.
"Naik apa mereka pa?" tanya Febry lagi ingin tahu.
"Naik sampan mas, ada yang sudah menjemput dari pulau." jawab supir itu lagi.
"Coba terus ikuti dulu!" perintah Abimanyu
"Maksud bapak? kita mengikuti dokter Annisa?" tanya supir itu memastikan perintah Abimanyu.
"Ya!" jawab Abimanyu singkat.
Kemudian pak supir mengikuti apa yang diperintahkan oleh Abimanyu. Mobil mereka mengikuti motor dokter Annisa yang akhirnya membawa mereka pada tepian dermaga kecil.
"Kenapa mobil pak Abimanyu sedari tadi mengikuti kita yaa dok?" tanya perawat Titi ketika dokter Nisa sedang menyandarkan motor metiknya.
"Entahlah Ti, mungkin dia juga mau lihat-lihat daerah lain tempat kapal-kapal minyaknya nanti berlabuh" jawab dokter Nisa sekenanya.
Dan akhirnya mobil Abimanyu pun ikut berhenti, Ia keluar lebih dulu dari mobilnya, memperhatikan dokter Annisa dan perawatnya dengan ransel besar masing-masing dibahu mereka, sedang menuruni tangga menuju sampan yang tersandar. Sampan itu bermesin motor.
Setelah dokter Nisa dan perawatnya sudah duduk, sampan itu lalu bergerak perlahan meninggalkan dermaga dengan suara mesin motornya yang keras memecah kesunyian dipagi itu. Hingga sampan itu sudah tidak jelas lagi dari pandangan mata dan sayup-sayup suara mesin motor sampan pun lambat laun menghilang dari pendengaran.
"Bapak nampaknya heran dengan aktifitas dokter Nisa?" selidik si supir tadi, memecahkan lamunan Abimanyu.
"Beginilah pak.. kehidupan kami di kepulauan. Untungnya dokter Annisa dan tim medis lainnya tidak pernah gentar melayani" lanjut pak supir.
Abimanyu hanya termangu. Ia seakan diingatkan oleh kata-kata Tita dulu.
Betapa dulu, Tita ingin menjadi dokter yang bisa melayani didaerah terpencil. Tapi... realitanya saat ini, ternyata Tita malah lebih memilih melayani dirumah sakit mewah milik ayahnya... diibukota.
Dan Pagi ini Ia melihat dengan mata kepalanya sendiri, perjuangan seorang dokter wanita yang jauh dari segala fasilitas memadai, namun mampu mendedikasikan dirinya.. sepenuhnya untuk melayani.
"Anak pak Camat itupun suka sekali pak, dengan dokter Annisa. Dulu sebelum dia ditugaskan dipulau lain, seringlah saya lihat anak pak Camat itu coba mendekati, tapi dokter Annisanya tampaknya tidak ada minat dengan anak pak Camat" ujar supir itu lagi. Lalu si supir meninggalkan Abimanyu yang masih termangu melihat kearah dermaga.
Keterbatasan..
Mampu memacu yang ingin bersungguh-sungguh.
Melepas segala belenggu
Keniscayaan menjadi nyata.
Dan banyak yang terlena akan kemudahan dan kepuasan...
Yang akhirnya membawa mereka pada belenggu ego dan keserakahan dalam diri.
.
.
.
.
.
.
.
Abimanyu meninggalkan dermaga itu dengan segala fikiran dan perasaan yang tak mampu ia gambarkan, dan itu ... mengisi relung hatinya yang kosong.
.
.
.
.
.
.
.
Buat kalian yang hari ini langsung puasa Syawal.. Selamat berpuasa yaa.. Semoga Allah selalu melimpahkan keberkahan dan kebahagiaan yang hakiki bagi kita semua....Amin Amin Amin YRA 🙏🙏