My Favorite CEO

My Favorite CEO
Kehamilan 4 Minggu



"Sayang.. Kita akan punya anaaaaak!"


"Aku akan jadi seorang ayah! kereeeen!"


Yoga memeluk Nindy dengan penuh sayang, mencium semua bagian wajah istrinya dari kening, pipi, mata, hidung sampai bibirnya.


Hati Nindy dipenuhi rasa bahagia yang tiada terhingga ...


"Alhamdulillah Hon.. "


Nindy sampai menitikan air mata mengelus perutnya yang masih datar.


Yoga ikut mengusap perut istrinya..


Lalu mendekatkan wajahnya ke perut Nindy.


"Welcome honey... yang nyaman dan bahagia yaa didalam .. tapi jangan buat momy susah.. jangan buat Momy mual-mual, karena obatnya cuma harumnya Dady...Be a good boy or Be a good girl .. OK"


Yoga mencium perut Nindy, menangkup kembali wajah istrinya dan menyapu bibir Nindy dengan lembut.


Mengangkat tubuh istrinya, membaringkan tubuh Nindy perlahan diatas tempat tidur mereka.


Tangannya dengan lembut menyentuh dan memberikan belaian pada Nindy. Wanita tercintanya itu kini telah menambahkan kebahagiaan yang menyempurnakan hidupnya, membuat Yoga teramat ingin berterima kasih dengan cintanya.


"Sekarang... sayang....."


Suara Nindy mendayu, yang membuat Yoga kesenangan.


Perlahan .. Ia harus sangat berhati-hati.. karena dirahim istrinya sekarang ada makhluk kecil yang sangat Ia cintai.


Kenikmatan yang Nindy berikan tak pernah berubah.. membuat laki-laki itu semakin tak berdaya pada cinta yang teramat luar biasa itu.


Berdua mereka hanyut kembali untuk kedua kalinya dalam kenikmatan yang tak berbatas, menyesapi tubuh mereka dalam kebahagian sejati.


"Terima kasih sayang.. I Love You"


Ucap Nindy sambil mencium dada bidang suaminya yang penuh dengan peluh.


"I Love You More..Honey"


Setelahnya Yoga tertidur disamping Nindy dengan wajah bahagia, demikian juga dengan Nindy.


\=\=\=\=\=\=\=


Yoga meraba tempat tidur sampingnya, Ia tidak mendapati Nindy disitu. Rasa khawatir akan keadaan istrinya membuat Yoga langsung berdiri, mengenakan pakaian yang ia ambil didalam lemari, mencari istrinya kekamar mandi tetapi tidak ada, lalu Yoga keluar dari kamarnya memanggil-manggil nama istrinya


"Nin... Nindy.."


Sampai keruang makan dan dapur pun Ia tak menjumpai Nindy.


Tak ada seorangpun yang membalas panggilannya.


Yoga semakin khawatir, karena hanya dirinya saja yang saat ini ada didalam rumah.


Yoga berlari ke kamarnya lagi, mengambil handphonenya dan langsung menghubungi nomor Nindy.


Dan ketika suara Nindy menyahut panggilannya


"Kamu dimana sayang? dan ini kenapa orang-orang juga nggak ada satupun dirumah?"


"Maaf Hon, aku sama bibi lagi di mas tukang sayur yang ada dekat taman.. Papa mungkin ada dikamar mandi"


"Kamu sudah nggak kenapa-kenapa?"


"Alhamdulillah a, kalau pagi, Nin itu segar dan nggak mual, tapi begitu sore baru terasa mual-mualnya. Jadi mumpung pagi ini bisa aktifitas dan semua makanan bisa Nindy makan, Nin mau buat Tom Yam pedas. Honey mau dibuatkan apa?"


"Apa saja yang kamu buat aa makan. Cepat pulang!"


"Iya.. sebentar lagi yaa.."


Yoga menutup panggilannya, menghempaskan tubuhnya disofa ruang tamu.


Dia bersyukur tidak ada sesuatu yang terjadi terhadap istrinya.


Tak berapa lama Nindy dan bibi pulang.


Yoga langsung merangkul pinggang istrinya


"Jangan pergi seperti itu lagi! "


"Iyaa.. maaf sayang... tadi lihat aa pules banget tidurnya, Nin nggak tega mau banguninnya"


Lalu Yoga menunduk seolah-olah berbicara dengan bayinya..


"Morning baby-nya Dady... I Love You.."


Lalu Yoga mencium perut Nindy yang masih datar.


Nindy mengelus kepala suaminya. Tersipu dengan yang dilakukan Yoga.


"Hi! papa mau jadi Kakek ya? benar yang papa dengar itu Ga?"


Tiba-tiba papa sudah berdiri dibelakang Yoga.


"Iya pah.. papa mau jadi seorang kakek... Kereeen kaaan.."


"Kereeen...! papa mau kasih tahu si Fachri ! sini mantu kesayangan papa"


Lalu papa memeluk Nindy


"Jaga kesehatanmu yaa.. sekarang ada nyawa lain didalam dirimu"


"Kamu juga.. jadi suami siaga... buat hati istrimu bahagia ya, karena istri yang hamil kalau bahagia anaknya pun akan lahir menjadi anak yang riang menyenangkan."


"Iya pah"


"Kereen.. papa akan menjadi Kakek!"


Teriak papa Yoga lagi sebelum dia menelpon papa Nindy.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Pagi itu, Yoga menemani Nindy untuk melakukan pemeriksaan kehamilannya.


Dokter spesialis kandungan saat ini sedang memeriksa melalui alat pemeriksaan yang disebut USG.


USG adalah alat imaging / pencitraan yang menggunakan gelombang suara sehingga aman bagi ibu hamil. 


"Nah... ini yaa Bu Nindy dan pak Yoga bakal calon baby-nya... yang titik ini, disini tergambar usia kandungan ibu menginjak 4 Minggu, masih sangat muda sekali, jadi harus hati-hati yaa Bu"


"Dokter, apa saja yang saya harus perhatikan buat menjaga kondisi saya dan baby saya ini dok?"


Tanya Nindy.


"Ibu Nindy selain melakukan pemeriksaan USG, ibu hamil juga disarankan untuk melakukan AnteNatalCare (ANC) atau pemeriksaan kehamilan sesuai jadwal."


"Umumnya pemeriksaan kehamilan dilakukan pada saat :


- satu kali pada trimester pertama


- satu kali pada trimester kedua


- dua kali pada trimester ketiga


atau jadwal disesuaikan dengan dokter spesialis kandungan yang menangani Ibu Nindy. Kalau Ibu memutuskan untuk memilih saya sebagai dokter kandungan ibu, maka saya yang akan bertanggungjawab.


Kemudian, anjuran yang saya sarankan untuk ibu yang tengah hamil muda :


-Rutin melakukan kontrol kehamilan (ANC/AnteNatal Care)


-Beristirahat cukup minimal 8jam/hari. Hindari begadang, kelelahan dan stres.


-Makan sehat dan bergizi seimbang. Tingkatkan konsumsi buah dan sayur, protein nabati dan hewani.


-Berolahraga secara teratur namun hindari olahraga yang berlebihan/terlalu berat.


-Mengkonsumsi suplemen penambah darah/ zat besi.


-Mengkonsumsi supplemen asam folat untuk membantu perkembangan otak janin.


-Mengkonsumsi vitamin D dan Kalsium untuk menjaga kepadatan tulang Ibu sekaligus untuk perkembangan tulang janin."


"Ada yang mau ditanyakan lagi Bu? Pak?"


"Istri saya ini dok, kalau pagi sampai siang itu terlihat segar bisa aktifitas seperti biasa, tapi menjelang sore istri saya mulai lemas,mual, bahkan sampai muntah. Itu nggak berbahaya dok?"


"Jadi Pak, rasa mual yang terjadi pada awal masa kehamilan itu wajar, dan umumnya terjadi karena perubahan-perubahan pada fisik dan hormon dalam tubuh wanita selama kehamilan."


"Terutama minggu pertama, hingga bulan ketiga, beberapa wanita mengalami mual hingga waktu yang lebih lama."


"Mual saat hamil sering disebut juga dengan morning sickness, namun sebenarnya kondisi ini dapat terjadi kapan saja. Baik pagi, siang, maupun malam. Seperti yang dialami Bu Nindy, bahkan beberapa ibu hamil ada yang mengalaminya sepanjang hari."


"Selain karena perubahan fisik dan meningkatnya hormon estrogen, mual pada masa kehamilan muda itu dapat disebabkan karena :


Sensitivitas terhadap aroma atau bau tertentu meningkat.


Infeksi saluran kencing juga dapat menyebabkan mual dan muntah. Untuk itu, segera periksa ke dokter jika nyeri atau keluar darah saat Ibu Nindy buang air kecil.


"Berbahaya nggak dok?"


Tanya yoga lagi


"Biasanya mengganggu nafsu makan sehingga asupan nutrisi yang dikonsumsi berkurang, berbahaya jika bu hamil tidak mendapatkan asupan dari suplemen tambahan."


" Bu Nindy kalau untuk menghindari mual, bangunlah secara perlahan dari tempat tidur. Kalau memungkinkan makanlah sepotong roti atau biskuit sebelum berdiri."


"Kelelahan dapat menyebabkan mual. Pastikan Bu Nindy cukup beristirahat."


"Konsumsi makanan dalam porsi sedikit demi sedikit tapi sering. Hindari makan dalam porsi besar dalam satu waktu. Batasi makanan yang terlalu pedas ataupun terlalu manis. Demikian juga waktu minum, teguklah sedikit-sedikit dan lakukan secara perlahan."


"Hindari makanan atau bau-bauan yang dapat membuat bu Nindy merasa mual."


"ibu Nindy bisa juga mengkonsumsi jahe, karena jahe dapat meredakan gejala mual saat hamil.


"


"Bu Nindy dapat mengkonsumsi permen jahe atau minum air hangat dengan campuran jahe jika memang dirasa membantu"


Saat merasa mual, cobalah berjalan-jalan ke luar ruangan untuk mendapat udara segar.


"Yang terpenting Bu, saat kehamilan ini Ibu nikmati, bahagia dan jangan stres."


"Baik dok, saran dokter akan saya perhatikan."


Kemudian Yoga dan Nindy keluar dari ruang periksa.


Kebahagian jelas terpancar dari wajah kedua calon orang tua baru ini.


Namun dapatkah kebahagiaan itu menjadi sejatinya milik mereka? atau itu hanya kebahagiaan sesaat?