My Favorite CEO

My Favorite CEO
97. Pamit



Sore itu


Mereka akhirnya bertemu lagi untuk bersama-sama menghabiskan senja dikota Yogya.


Mereka menyusuri jalanan Malioboro, meresapi keramahan budayanya yang dipertunjukkan dipinggir-pinggir jalan.


Banyak pemusik dengan keindahan suaranya dijajakan disepanjang jalan, ada yang perorangan ada juga yang bergrup dan menyita perhatian semua pejalan kaki yang melihat pertunjukan mereka.


Annisa sangat bahagia melihat kebersamaan keluarga yang ada didepannya. Membuat ia mensyukuri sudah mengambil satu keputusan yang paling benar dalam hidupnya.


Abi merasakan aura perasaan istrinya, lalu jemarinya yang ia tautkan dijemari istrinya sekarang beralih kepundak istrinya.


Annisa mendongakan wajahnya menatap wajah suaminya yang terus berjalan menatap kedepan.


Annisa tersenyum, merasakan ketentraman ketika suaminya begitu mengerti akan dirinya.


"Nis! ini tukang lumpianya yang kamu mau itu .. yaa ampuun antri boo...!" ucap Rania sambil tertawa diikuti oleh Annisa.


"Makan lumpia pinggir jalan aja antri yaa mba!" jawab Annisa.


"Daripada penasaran .. aku pesan, kalian coba cari dimana bisa duduk!" ucap Rio sambil tersenyum karena memang disekitaran itu tidak ada bangku kosong lagi. Semua tertawa.


"Aku yang cari bangkunya!" jawab Abimanyu.


Semua menatap kearahnya.


"Lihat saja! aku akan mendapatkan bangku untuk kalian! ucapnya lagi dengan penuh keyakinan.


"Rasya mau lihat bagaimana om bisa mendapatkan bangku?" tanya Abimanyu dengan tersenyum.


"Xxiiiii orang ganteng mah .. pasti banyak yang ngasih bangku om!" balas Rasya sambil mengikuti langkah Abimanyu.


Rania, Rara dan Annisa hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala.


10 menit kemudian ternyata bangku-bangku itu benar sudah dibawa satu oleh Abimanyu dan lainnya dibawa oleh seseorang yang mereka tidak kenal.


"Maaassss...!" panggil Annisa yang tertawa melihat apa yang dilakukan suaminya.


"Om uangnya banyak Bu..Mah! tuuh si om nyuruh orang nyari dan beli bangku ini hahhaaa!" balas Rasya sambil terus tertawa.


"Yaaah... yang pentingkan ada bangku aja buat didudukin!" balas Abimanyu bangga.


Lalu Ia meletakan satu bangku yang dibawanya sendiri untuk Annisa duduk, sementara yang dibawa oleh seseorang itu baru untuk yang lainnya duduk termasuk dirinya.


"Makasih banyak yoo mas ..! semoga rezekinya makin banyak !" ucap orang yang tadi membawa bangku.


"Iya... sama-sama terima kasih ya!" balas Abimanyu tersenyum bangga.


"Xixxiii .. aku nggak kepikiran loh kalau kamu malah jadi beli bangku mas!" ucap Annisa sambil mengusap pipi suaminya. Abimanyu membalas dengan senyuman dan tatapannya pada kedua mata Annisa yang cantik.


"Ini nanti kalau kita sudah nggak pakai gimana om? dibawa ke hotel?" tanya Rara sambil senyum-senyum.


"Kita kasih aja sama tukang lumpianya Ra, trus kasih pesan. Kalau kita makan disini lagi, bangku kita harus ada !" jawab Abimanyu sambil tersenyum dan disambut tawa oleh Annisa, Rania, Rasya dan Rara.


Akhirnya, masing-masing dari mereka mendapatkan lumpianya. Seperti biasa Annisa pasti yang memotong dan meniupkan bagian lumpia untuk Abimanyu.


"Mau coba pakai bawang putih yang dihaluskannya nggak mas?" tanya Annisa.


Bumbu bawang putih yang dihaluskan itu memang menjadi bagian yang selalu disajikan ketika makan lumpia ditempat itu.


"Sedikit aja .. aku takut nggak suka!" jawab Abimanyu yang lalu membuka mulutnya ketika jemari mungil istrinya mengarahkan lumpia berisi telur puyuh dengan sedikit bumbu bawang putih kemulutnya.


"Suka nggak?" tanya Annisa pada Abimanyu.


"Yang ini aku enggak suka, tapi yang lumpia jamur kemarin aku suka!" jawab Abimanyu yang langsung minum air mineral dalam botol dan menolak potongan lumpia lainnya.


Dan ternyata Annisa juga menyerah dengan aroma khas lumpia yang kali ini mereka makan. Annisa juga tidak suka. Tapi mereka menunggu sampai Rio, Rania, Rasya dan Rara menyelesaikan makan mereka.


Setelah itu mereka berpindah ketempat angkringan yang menyajikan kopi yang dimasukan arang panas kedalamnya. Menyesap perlahan sambil menikmati jajanan yang disediakan ditempat itu.


Sampai ketika satu rombongan anak muda yang tiba-tiba mendekat dan meminta kesediaan Abimanyu untuk berfoto bersama mereka, anak-anak muda itu lalu juga sedikit banyak bercerita bahwa mereka juga sedang bersama merintis sebuah usaha aplikasi untuk para toko perorangan atau usaha rumah makan agar terkontrol semua barang atau makanan yang terjual, sisa persediaan sampai pada barang yang mendekati masa expired. Abimanyu sangat menghargai anak-anak muda itu dengan usahanya sendiri mencoba berkarya dan berusaha bertahan didunia usaha yang sudah bebas mengglobal.


"Ok, selamat menikmati malam kalian, saya yang akan membayar semua yang kalian pesan. Saya harus bergabung bersama keluarga istri saya lagi. Terima kasih" pamit Abimanyu pada anak-anak muda itu.


"Kami yang berterima kasih mas, untuk kesempatannya. oo ..iyaa apakah kami boleh berfoto bersama mas dan istri juga?" ucap salah satu anak muda itu.


"Maaf ... kalau untuk istri saya, saya menjaga privasinya untuk tidak terpublish mohon dimengerti ya!" jawab Abimanyu sambil menangkupkan kedua tangannya dan kemudian melangkah ke meja istrinya berada. Anak-anak muda itu terus saja terkagum-kagum dengan Abimanyu.


Abi langsung bersila lagi disamping istrinya, lalu mereka menghabiskan waktu bersama dengan masih saling bercengkrama.


Hari sudah hampir larut.


"Rara ... Rasya ... terima kasih yaa seharian ini kita sudah kangen-kangenan, pesan ibu ... selalu jaga mama, nurut sama papa yaaa... ibu sama om Abi sudah harus kembali ke hotel kami lagi. Jadi kita berpisah disini?" ucap Annisa sambil membelai punggung Rara. Gadis itu langsung memeluk tubuh Annisa.


"Kita masih bisa saling kasih kabar, video call trus ketemuan lagi .. ok Rasya!" ucap Abimanyu sambil mengarah pandang ke Rasya yang membalas dengan tersenyum.


"Om ada hadiah untuk Rasya. Sebentar yaa .. om lupa ada di Mobil!" ucap Abimanyu sambil berdiri yang diikuti oleh Rasya yang mengikuti dari belakang.


"Ibu juga punya hadiah buat Rara" lalu Annisa membuka tasnya dan mengeluarkan kotak kecil berpita. Lalu menyerahkan pada Rara, gadis itu membukanya dan sangat bahagia melihat sebuah kalung emas berbentuk hati.



"Hati kita selalu dekat sayang ... walau kita dipisahkan oleh jarak.." ucap Annisa sambil mengalungkannya dileher Rara.


"Terima kasih banyak ibu Annisa ... Rara bahagia kita bisa ketemu seperti ini" ucap gadis itu sambil lalu memeluk Annisa lagi.


Rio dan Rania yang melihatnya mereka berdua terharu.


"Tetap selalu semangat yaa mba Rania .. demi anak-anak .. demi mas Rio .. aku tahu mba Rania wanita hebat yang kuat!" ucap Annisa ketika mendekat kearah Rania kemudian memeluk wanita yang sudah tidak memiliki rambut itu dibalik hijabnya. Rania begitu terharu dan bahagia.


"Terima kasih banyak yaa Nis, InsyaAllah aku juga akan kuat demi kebahagiaanku melihat anak-anak tumbuh bersama mas Rio .." lalu Rania mencium pipi Annisa.


"Pah! keren pah! om Abi beliin aku Samsung Galaxy S20 ultra!" teriak Rasya begitu mendekat kearah keluarganya lagi.


"Waaaa... kalian ini memang orang tua ideal! terima kasih yaa hadiahnya untuk anak-anak!" jawab Rio sambil memberi tangannya untuk berterima kasih pada Abimanyu.


"Sama-sama .. saya juga berterima kasih diberi kesempatan mengalami pengalaman untuk menjadi orang tua dengan kebersamaan hari ini bersama Rasya dan Rara" balas Abimanyu yang kemudian setelah Abimanyu menyelesaikan semua pembayaran, mereka pun berpisah.


Didalam mobil yang membawa Annisa dan Abimanyu kembali ke hotel mereka.


"Terima kasih banyak mas... buat semua hal yang selalu kamu beri untuk aku bahagia ..." ucap Annisa sambil menatap suaminya yang sedang menyetir.


"Kamu bahagia...aku lebih bahagia .. sayang" jawab Abimanyu.


.


.


.


.


.


.


.


.


Takbir telah berkumandang ..


Kebahagiaan hakiki yang mampu dijalani bersama orang terkasih adalah dimampukan oleh Allah SWT atas diri kita untuk menjadi tamuNYA di Baitullah ..


Perbanyak doa .. semoga Allah SWT memberikan kita waktu, kesempatan untuk bertamu dirumahNYA, dilimpahkan kesehatan atas diri kita dan dicukupkannya harta kita. Amin Amin Amin YRA.


Niatkan dan cukupkan harta kita untuk berkurban yaa pembaca MFC tercinta, aku juga bisanya dengan menabung. InsyaAllah menjadi berkah.


Selamat Hari Raya Idul Adha .. untuk semua pembaca MFC tercinta 🙏🙏